Akibat bila terkena penyakit stroke

 

Akibat bila terkena penyakit stroke, Stroke memang termasuk penyakit yang sulit diatasi. Jikalau bisa diatasi, seorang penderita stroke sulit kembali normal 100%. Setelah stroke, sel otak mati dan hematom yang terbentuk akan diserap kembali secara bertahap. Proses alami ini selesai dalam waktu 3 bulan. Saat itu, orang yang selamat menjadi tergantung dan mungkin mengalami komplikasi yang dapat menyebabkan kematian atau cacat.

Diperkirakan ada 500.000 orang yang terkena stroke. Di antaranya, 1/3-nya bisa pulih kembali, 1/3-nya mengalami gangguan fungsional ringan sampai sedang, serta 1/3-sisanya mengalami gangguan fungsional berat yang mengharuskan penderita terus-menerus berada di kasur.

Akibat bila terkena penyakit stroke

Akibat bila terkena penyakit stroke

Hanya 10-15% penderita stroke bisa kembali hidup normal seperti sediakala, sedangkan sisanya mengalami cacat, sehingga banyak penderita stroke yang menderita stres akibat kecacatan yang ditimbulkan setelah diserang stroke.

Akibat Stroke

Berbagai akibat stroke adalah sebagai berikut:

a. 80% mengalami penurunan parsial/ total terkait gerakan lengan dan tungkai.

b. 80-90% bermasalah dalam berpikir dan mengingat.

c. 70% menderita depresi.

d. 30% mengalami kesulitan bicara, menelan, serta membedakan kanan dan kiri.

Stroke tak lagi hanya menyerang kelompok lansia, namun kini cenderung menyerang generasi muda yang masih produktif. Para ahli klinis sering kali membagi kelompok muda dalam dua kategori, yaitu di bawah usia 15 tahun dan berusia sekitar 15-44 tahun. Orang yang masih muda tampaknya lebih berpeluang menderita stroke hemoragik dibandingkan stroke iskemik.

Seorang anak yang mengalami stroke bisa kehilangan suara, bahasa yang ekspresif (termasuk bahasa tubuh dan gerak isyarat), dan tenaga pada salah satu sisi tubuh, kelumpuhan pada salah satu sisi tubuh, serta kerusakan pada organ yang mendukung suatu pembicaraan .

Baca Juga Yang satu ini ...
Jual klorofil smart detox bandung weta

Stroke juga tak lagi menjadi milik warga kota yang berkecukupan, namun juga dialami oleh warga pedesaan yang hidup dengan serbaterbatas. Hal ini dikarenakan penyebab stroke ialah gaya hidup, terutama terkait pola makan, bukan kelas sosial.

Perlu diketahui, zat-zat antioksidan yang menyebabkan stroke tersebut banyak juga terdapat dalam makanan sehari-hari, termasuk sayur dan buah segar. Intinya, tidak adanya pola makan berimbang sehingga tubuh tidak mempunyai antioksidan yang cukup.

Jika Anda selalu me-ngonsumsi makanan sehat dengan pola berimbang, kemungkinan besar kebutuhan antioksidan Anda sudah terpenuhi. Maka, dalam tahap tertentu, tidak ada salahnya bila Anda mengonsumsi suplemen antioksidan, asalkan tidak berlebihan. Akan tetapi, harus Anda pahami bahwa konsumsi suplemen antioksidan ini tidak akan cukup bermanfaat untuk mencegah stroke, jika Anda tidak berupaya menjaga pola makan, olahraga, dan gaya hidup sehat.

Konsumsi alkohol dan obat-obat terlarang termasuk faktor utama terkena stroke. Secara umum, konsumsi alkohol yang berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah sehingga memperbesar risiko stroke, baik stroke iskemik maupun hemoragik. Tetapi, konsumsi alkohol yang tidak berlebihan bisa mengurangi daya penggumpalan platelet dalam darah, sebagaimana aspirin. Dengan demikian, konsumsi alkohol yang cukup justru dianggap dapat melindungi tubuh dari bahaya stroke iskemik.

Pada edisi 18 November 2000dari TheNew England Journal of Medicine, dilaporkan bahwa Physicians Health Study memantau 22.000 laki-laki yang selama rata-rata 12 tahun mengonsumsi alkohol satu kali sehari. Ternyata, hasilnya menunjukkan adanya penurunan risiko stroke secara menyeluruh.

Klaus Berger dari Brigham and Women’s Hospital di Boston beserta rekan-rekannya juga menemukan bahwa manfaat ini masih terlihat pada konsumsi selama seminggu. Walaupun demikian, disiplin mengonsumsi alkohol cukup sulit dikendalikan dan efek samping alkohol justru lebih berbahaya. Sementara itu, hasil penelitian lain menyimpulkan bahwa konsumsi alkohol secara berlebihan dapat mempengaruhi jumlah platelet sehingga menyebabkan penggumpalan darah, yang menjurus ke pendarahan di otak dan memperbesar risiko stroke iskemik.

Baca Juga Yang satu ini ...
Menu Diet Detox Sehat dan Menguntungkan Tubuh

Penggunaan obat-obatan terlarang, seperti kokain dan senyawa olahannya, juga dapat menyebabkan stroke, selain memicu faktor risiko yang lain, misalnya hipertensi, penyakit jantung, dan penyakit pembuluh darah.

Kokain juga menyebabkan gangguan denyut jantung atau denyut jantung jadi lebih cepat. Mengapa demikian? Sebab, hal itu mengakibatkan terjadinya penggumpalan darah. Adapun marijuana bisa mengurangi tekanan darah. Dan, bila berinteraksi dengan faktor risiko lainnya, seperti hipertensi dan merokok, maka akan menyebabkan tekanan darah naik-turun dengan cepat. Keadaan ini pun mempunyai potensi merusak pembuluh darah.

Sumber :Kesalahan-kesalahan pola makan

Oleh : Ainun hidayah

Baca artikel menarik lainnya : Faktor Pemicu Terjadinya Stroke

banner smartdetox bawah baru

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *