Apa yang dimaksud dengan Latihan Kardio

 

Latihan kardio banyak manfaatnya untuk kesehatan. Sebenarnya, apa yang dimaksud dengan latihan kardio?

Kata kardio berarti jantung. Jadi, latihan kardio dapat diartikan sebagai olahraga yang melatih jantung. Olahraga kardio juga merupakan olahraga jenis aerobik yang memerlukan oksigen. Dengan latihan ini, jantung yang terlatih akan meningkatkan asupan dan distribusi oksigen lebih maksimal. Asupan dan distribusi oksigen yang maksimal lalu meningkatkan kesehatan sel-sel darah secara keseluruhan dan meningkatkan pembakaran kalori.

Untuk mendapatkan pembakaran lemak yang optimal, kardio harus dilakukan pada laju detak jantung 65%. Ini dapat dihitung melalui rumus (220 – umur) x 65%. Detak jantung harus diper    tahankan pada kisaran tersebut untuk pembakaran lemak yang optimal. Untuk mengetahui detak jantung kita pada saat berolahraga, dapat digunakan alat yang disebut heart rate monitor. Biasanya dalam bentuk jam tangan. Jika Anda menggunakan treadmill, akan lebih mudah karena alat itu dilengkapi dengan sensor pengukur detak jantung.

Apa yang dimaksud dengan Latihan Kardio

Apa yang dimaksud dengan Latihan Kardio

Pada dasarnya, semua olahraga yang dilakukan pada kisaran intensitas menengah (laju detak jantung 65%) mampu membakar lemak secara optimal. Beberapa jenis olahraga yang tergolong olahraga dengan intensitas menengah adalah joging, bersepeda, dan berenang.

Banyak yang menyarankan untuk melakukan latihan kardio di pagi hari karena akan meningkatkan pembakaran lemak dan kecepatan metabolisme tubuh sepanjang hari. Latihan kardio di pagi hari juga membuat kita “terbangun” dan siap melakukan aktivitas dengan semangat.

Jika Anda ingin lebih memaksimalkan pembakaran lemak, hindarilah sarapan sebelum latihan kardio. Makanan dapat menyebabkan pelepasan hormon insulin ke dalam darah. Hormon ini memengaruhi mobilitas lemak, sehingga semakin rendah kadar insulin, semakin tinggi jumlah lemak yang terbakar. Selain itu, jika kita makan sesaat sebelum latihan kardio, lemak yang dibakar adalah lemak pada makanan Anda terlebih dahulu, kemudian baru disusul lemak di dalam tubuh.

Jika latihan kardio dilakukan dalam kondisi puasa, latihan ini dapat menyebabkan hilangnya massa otot. Setelah semalaman berpuasa, pembakaran lemak akan terjadi lebih optimum. Sayangnya, kondisi ini juga merupakan kondisi optimum pembakaran otot karena jumlah karbohidrat sebagai sumber energi sangat rendah.

Untuk mencegah terjadinya hal ini, jangan melakukan latihan kardio yang berlebihan. Latihan kardio dalam kondisi puasa sebaiknya tidak dilakukan lebih dari 30-40 menit dengan intensitas sedang (laju detak jantung 65%).

Jika Anda mengombinasikan latihan kardio dengan angkat beban, waktu kardio yang tepat adalah setelah Anda berlatih. Jika Anda melakukan kardio sebelum angkat beban, Anda akan kehilangan sejumlah energi. Akibatnya, saat melakukan angkat beban, Anda kehilangan sumber energi utama, yaitu karbohidrat yang menunjang kekuatan Anda.

Sebaiknya, kardio dilakukan sesudah angkat beban selama 30-40 menit sehingga efektif dalam membakar lemak dan massa otot tidak hilang. Setelah berlatih, sebaiknya cukupi kebutuhan tubuh Anda dengan mengonsumsi protein dan karbohidrat yang seimbang.

Dalam olahraga kardio, ada metode variasi yang disebut metode High Intensity Interval Training (HIIT). Metode ini mampu membakar lemak lebih banyak dengan waktu latihan yang relatif minim. Metode ini sendiri merupakan strategi berlatih yang menggabungkan antara latihan berintensitas tinggi dan sedang dalam beberapa interval.

Penelitian pada tahun 2001 di East Tennessee menunjukkan bahwa subjek tes yang mengikuti program HIIT membakar 100 kalori lebih banyak per hari setelah berlatih. Penelitian ini juga membuktikan bahwa HIIT menambah proses metabolisme pada sel otot yang merangsang proses pembakaran lemak.

Sumber : Rahasia Diet 2

Oleh : The Home Gym

Baca artikel menarik lainnya : Menggunakan Kertas Koran Bekas sebagai bungkus makanan sangat berbahaya