Bagaimana Cara Makan Yang Benar

Bagaimana Cara Makan Yang Benar

Saat putra saya yang termuda sekaligus rekan saya dalam penulisan buku ini, Tom, masih berusia 13 tahun, keluarga kami sedang berada di tahap terakhir dari transformasi bertahun-tahun untuk menjadi vegetarian. Pada suatu pagi di hari Minggu, Tom pulang dari menginap di rumah sahabatnya dan menceritakan suatu kisah yang hingga kini masih saya ingat. Malam sebelumnya, Tom dicecar, dalam maksud yang baik, tentang kebiasaan makannya. Kakak perempuan sahabat Tom bertanya, “Kamu tidak makan daging?” lom hanya menjawab, “Tidak,” tanpa memberikan penjelasan apa pun. Kakak perempuan tersebut masih agak penasaran, “ladi, kamu makan apa?” Putraku menjawab sambil mengangkat bahu, “Kurasa … hanya tumbuhan.”

Alasan saya sangat menyukai kisah ini karena jawaban putra saya, “tumbuhan”, terdengar begitu sederhana. Saat seseorang meminta seiris daging ham, ia tidak akan mengatakan, ” lolong ambilkan sepotong daging pantat babi.” Atau saat ia meminta anaknya untuk menghabiskan kacang buncis dan wortelnya, ia tidak akan mengatakan, “Habiskan tumbuhanmu.” Namun, karena keluarga saya telah mengubah kebiasaan makan kami, saya menjadi terbiasa membedakan makanan sebagai tumbuhan atau hewani. Ternyata, itu sangat cocok dengan filosofi saya dalam menjaga informasi tenung makanan dan kesehatan tetap sesederhana mungkin.

Makanan dan kesehatan sama sekali tidak sederhana. Saya sering terheran heran akan kompleksitas dari begitu banyak program penurunan berat tubuh. Meskipun para penulis selalu menuliskan bahwa program mereka mudah diikuti, kenyataannya tidak pernah mudah. Ada perhitungan yang harus dilakukan, alat yang harus digunakan, suplemen yang harus diminum, dan catatan harian yang harus diisi. Tidak mengherankan jika banyak dari program-program diet tersebut tidak sukses.

Makan seharusnya menyenangkan dan merupakan sebuah pengalaman yang bebas dari rasa khawatir, serta tidak seharusnya bergantung kepada satu atau dua jenis saia. Menjaganya tetap sederhana adalah penting jika kita ingin menikmati makanan kita.

Salah satu temuan paling membahagiakan dari segunung penelitian nutrisi adalah makanan yang baik dan menyehatkan itu sebenarnya sederhana. Relasi biologis antara makanan dan kesehatan sangat kompleks, tetapi pesan yang dibawanya tetap sederhana. Rekomendasi yang dihasilkan dari begitu banyak publikasi ilmiah begitu sederhana sehingga saya dapat merangkumnya dalam satu kalimat: konsumsilah pola makan berbasis tumbuhan utuh sambil meminimalkan konsumsi makanan yang terproses, garam tambahan, dan lemak tambahan

Suplemen

Sangat disarankan untuk mengonsumsi suplemen B,. setiap hari. dan mungkin, vitamin I) bagi mereka yang menghabiskan sebagian besar waktunya di dalam ruangan dan/atau tinggal di daerah Utara. Untuk vitamin D, Anda sebaiknya tidak melebihi dari rekomendasi R D A.

Hanya itu yang ditemukan oleh ilmu pengetahuan, yang tetap konsisten dengan kesehatan terbaik dan tingkat kejadian paling sedikit dan penyakit lantung. kanker, obesitas, dan banyak penyakit Barat lainnya.

 

 

KESIMPULAN
Bagaimana Cara Makan Yang Benar,
makanan yang baik dan menyehatkan itu sebenarnya sederhana, konsumsilah pola makan berbasis tumbuhan utuh sambil meminimalkan konsumsi makanan yang terproses garam tambahan, dan lemak tambahan.

SUMBER                                           : RAHASIA SEHAT ORANG CHINA 

LIHAT ARTIKEL LAINNYA        :  Detoks Untuk Tujuan Khusus   

banner smartdetox bawah baru

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *