Beras merah bisa menurunkan resiko diabetes

 

Beras adalah bahan makanan pokok sebagian besar penduduk Indonesia. Saat di panen, beras masih tertutup kulit sekam (epicarp). Beras juga dibungkus oleh kulit bagian dalam atau kulit ari (aleuron dan pericarp). Bulir padi yang dipanen selanjutnya melalui tahap pengeringan dan perontokan, pemecahan kulit dan pengglingan.

Nasi yang kita makan sehari-hari umumnya berasal dari beras yang telah digiling. Penggilingan bulir padi menghasilkan beras yang bersih tanpa kulit ari. Pengelupasan bini membuat beras menjadi pulen setelah dimasak, namun menghilangkan sebagian gizi yang terkandung dalam beras.

Beras merah umumnya diolah dengan ditumbuk atau di pecah kulitnya. Hal ini membuat kulit arinya yang berwarna merah masih utuh. Pada kulit arinya inilah terdapat kandungan protein, vitamin, mineral, lemak dan serat yang sangat penting bagi tubuh.

Tak banyak orang yang tertarik mengkonsumsi beras merah, karena terkadang warna yang dihasilkan tidak menarik perhatian. Tapi kini tak ada salahnya jika ingin beralih ke beras merah, karena studi menunjukkan beras merah bisa mengurangi risiko diabetes. Beras merah hanya sedikit meningkatkan kadar gula darah dalam tubuh dibandingkan dengan beras putih. Hasil yang didapatkan dari studi ini adalah mengganti sepertiga porsi beras putih dengan beras merah bisa menurunkan risiko diabetes tipe 2 hingga 16 persen.

Beras merah bisa menurunkan resiko diabetes

Beras merah bisa menurunkan resiko diabetes

Beras merah mengontrol tingkat kadar gula darah dalam tubuh sehingga juga menjadi pilihan terbaik bagi penderita diabetes. Jadi siapa saja yang menderita diabetes pasti harus menghindari nasi putih karena dapat menyebabkan lonjakan dalam tingkat gula darah.

Selain itu, siapapun yang ingin menurunkan berat badan bisa memilih beras merah karena penambahan jumlah serat dan nutrisi lainnya. Sementara nasi putih tidak masih memiliki nilai gizi, beras merah adalah pilihan yang lebih baik bagi setiap orangĀ  yang sadar kesehatan.

Beras merah kaya kandungan serat, tapi harus dipilih dengan cermat

Kandungan serat yang tinggi dalam beras merah tak hanya mengenyangkan, tetapi juga dapat menurunkan kolesterol darah. Lemak yang terkandung dalam beras merah adalah lemak esensial yang baik untuk perkambangan otak.

Menurut banyak penelitian, kandungan zat besi, vitamin dan mineral dalam beras merah jauh lebih unggul dari pada beras putih. Beras merah juga mengandung tiamin yang berfungsi menjaga metabolisme energy. Kekurangan tiamin bisa mengganggu sistem saraf dan jantung yang bisa berlanjut pada penyakit beri-beri.

Kandungan karbohidrat dalam beras merah lebih rendah dari pada beras putih (78,9 gr : 75,7 gr), tetapi nilai energy yang dihasilkan beras merah justru diatas beras putih (349 kal : 353 kal). Oleh karena itu nasi beras merah sering kali direkomendasikan sebagai bahan makanan yang baik uuntuk menurunkan berat badan.

Di pasaran ada beberapa jenis beras merah yang di jual : Beras merah pecah kulit yang masih utuh kulit arinya, berwarna merah tua. Ini adalah beras merah yang terbaik. Ada pula beras merah yang telah digiling, warnanya lebih muda karena sebagian kulit ari telah dibuang. Beras jenis ini mengalami proses seperti beras putih. Jika di masak akan menghasilkan nasi yang lebih pulen.

Selain itu, ada pula beras merah yang dicampur dengan beras putih untuk menghasilkan nasi yang lebih pulen. Produsen yang baik biasanya mencantumkan hal ini dalam kemasannya.

Melihat kandungan gizi yang begitu kompleks dan penuh manfaat, rasanya tidak rugi bila mencoba mengkonsumsi nasi beras merah untuk makanan pokok sehari-hari. Namun jangan lupa untuk teliti saat membeli beras merah, jangan sampai anda membeli beras dengan berwarna.

Pada saat dimasak, beras merah akan membuat air menjadi berwarna merah, namun tidak saat dicuci. Bila warna beras merah luntur ketika dicuci, mungkin beras tersebut telah diberi pewarna.

Beras merah mencegah kanker

Masih ada keunggulan lain dari beras merah, yakni antikanker. Menurut riset Dr. Rui Hai Liu dari universitas cornell, mengatakan bahwa beras merah mengandung fenolik, Salah satu zat antioksidan yang mampu menghambat radikal bebas pemicu kanker.

Selain itu, beras merah mengandung magnesium yang mampu menurunkan keakutan asma, menurunkan tekanan darah tinggi, menurunkan frekuensi migraine, dan menurunkan risiko serangan jantung serta stroke, dan berfungsi menjaga metabolism energy.

Visit : www.Smartdetoxsynergy.com

Sumber : Agar pankreas sehat oleh Pangkalan ide

Baca artikel menarik lainnya : Gejala Kanker Pankreas

 

banner smartdetox bawah baru

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *