Beresiko Jantung Koroner, Tak Cukup Terapi Herbal

 

Kasus jantung koroner kini menempati peringkat tinggi di kita setelah stroke. Sebagian besar sebab kesalahan memilih gaya hidup. Badan dibiarkan kegemukan, menu boros lemak, dan kurang sekali gerak, factor penyebabnya. Kondisi itu diperburuk oleh tingginya tingkat stressor, selain polusi mencemari bukan saja udara yang kita hirup setiap saat. Melainkan juga minuman, makanan, dan semua penganan jajanan, selain obat-obatan, jamu, serta obat tradisional lain. Termassuk herbal.

Proses Puluhan tahun

Kasus jantung koroner tidak boleh dilihat hanya pada saat ini, melainkan perlu dilacak seperti apa riwayat makan, cara hidup, dan bagaimana orang memperlakukan tubuhnya sebelum-belumnya.Setiap orang memiliki riwayat makannya sendiri-sendiri.Begitu juga riwayat kegiatan fisik,kondisi kekebalan tubuh,serta kebiasaan-kebiasaanhidup yang tidak seluruhnya menyehatkan.

Tak cukup hanya tahu bahwa kelebihan lemak darah tidak boleh dibiarkan berlanjut,melainkan perlu upaya menekannya pula agar pembentukan penyumbatan pembuluh koroner jantung,selain pembuluh darah otak penyebab terjadinya strokebisa digagalkan.

Sebagian besar kasus jantung koroner dan stroke mestinya tidak perlu terjadi jika orang mau melakukan tindakan pencegahannya.Caranya semua factor risiko untuk terjadinya penyakit yang berpotensi mematikan itu harus ditekan.

Ada orang yang berbakat membawa warisan risiko terkena jantung koroner,atau sroke.Sebagian kasus kelebihan lemak darah,bukan saja lantaran orang tidak tahu melakukan upaya pencegahannya,lebih banyak karena memang tidak cukup kuat niat untuk mencegahnya.Pembiaran kadar lipid darah yang terus meninggi,awal dai malapetaka serangan jantung koroner,kalau bukan stroke yang sebetulnya masih dicegah.

Beresiko Jantung Koroner, Tak Cukup Terapi Herbal

Beresiko Jantung Koroner, Tak Cukup Terapi Herbal

Menjinakkan kadar lemak darah

Kadar lemak dalam darah lebih tinggi dari normal (> 200 mg/dl) bisa sebab factor bisa juga sebab kelebihan asupan menu berkolesterol.

Dua-duanya berakibat penebalan sumbatan pembuluh darah tubuh,utamanya pada pembuluh darah jantung koroner,dan pembuluh darah otak.Penymbatan pembuluh darah juga bisa terjadi di ginjal,usus,dan organ tubuh lainnya.Termasuk pada pembuluh darah bolamata,sehingga terjadi stroke mata.

Kadar lemak atau lipid darah meninggi,bisa hanya kolesterolnya saja,bisa juga hanya trigliseridanya saja atau kedua-duanya sama-sama meninggi.Bagi yang mewarisi bakat lipid darah tinggi,barangkali harus bergantung pada obat terus menerus sepanjang hayat.”Dapur” orang begini tidak mampu mengolah lemak yang dikonsumsi sehingga selalu menjadi berlebih dalam darah.

Bagi yang lipid tinggi sebab kelebihan makan,dengan cara membatasi porsi,dan jenis menu berlemaknya,kadar lipid darah dapat di tekan sampai kadar normal.Berat dapat dikurangi sampai mencapai berat ideal.BMI ideal sekitar 20-25.Lebih dari nilai itu,sudah di nilai gemuk.Perlu banyak bergerak badan.Paling ideal dan murah meriah dengan melakukan berjalan kaki rutin setiap hari,4-5 kali seminggu,40-45 menit dengan kecepatan tinggi (tergopoh-gopoh).Membatasi menu yang serba berlemak,selain  porsi nasi harus secukupnya,tidak boleh berlebihan.Kalau banyak di rundung stressor,coba menjalani hidup berdamai dengan stessor,sehingga tidak menambah beban jantung.

Faktor risiko keroyokan

Faktor riwayat peradangan (inflamasi) pada dinding pembuluh darah tempat akan terbentuknya “karat” lemak,ada peran masuknya kuman jenis tertentu kedalam darah,adanya radikal bebas selain tingginya lemak dalam darah sendiri.Faktor risiko lain yang menunjang terjadinya pembentukan sumbatan pembuluh darah jantung dan otak,seperti factor merokok,kelebihan asam urat,kurang gerak dan stress.

Hanya dengan melakukan check up rutin berkala setiap beberapa tahun,proses penyumbatan pembuluh darah jantung dan otak,dapat dideteksi.Dengan demikian jika kedapatan memburuk,dapat dilakukan langkah-langkah medic untuk meredam agar prosesnya tidak terus memburuk,dan tidak terlanjur mencetuskan terjadi serangan jantung,dan atau stroke.

Banyak factor yang harus dijinakkan,agar proses penyumbatan tidak terus berlangsung.Kadar lipid harus ditekan lebih rendah.Kalau tidak dapat dinormalkan dengan hanya berpantang mengurangi asupan menu berlemak,dan mengurangi porsi makan,maka obat anti lemak diperlukan.

Bagi yang berisiko jantung koroner atau stroke,kadar LDL kolesterol harus di tekan diantara nilai 70-130 mg/dl (LDL orang normal cukup sampai 160 mg/dl).Semakin banyak factor risiko dimiliki seseorang,semakin harus lebih rendah nilai LDL kolesterolnya.

Perlu dilihat berapa perbandingan kolesterol total dengan kadar HDL.Idealnya perbandingan kolesterol total dengan DHL kurang dari 4.Semakin tinggi  HDL semakin menyehatkan.

Tak cukup herbal

Bahan herbal berkasiat terhadap lemak darah bukannya tidak ada.Sama seperti bahan makanan,minuman,serta bahan alami lainnya yang mengandung bahan berkhasiat mampu menekan kadar kolesterol tubuh.Namun karena sifatnya alami,semua itu bukanlah sudah bertindak sebagai obat.Bahkan sebagai phytopharmaca pun tak bisa diandalkan melakukan peran sebagai obat.

Kedelai,misalnya,memang mengandung bahan berkhasiat lechitin,dan beberapa bahan alami lainnya mengandung isoflavonoid benar adanya.Tapi bukan berarti cukup dengan mengkonsumsi bahan berkhasiat yang mampu memengaruhi kolesterol boleh diandalkan.

Jadi semua bahan alami,termasuk herbal itu hanya untuk tujuan pemeliharaan kesehatan,dan bukan sebagai obat.Dunia kedokteran menerima kehadiran mereka sebagai complementary alternative medicine.

Bagi m,ereka yang belum tersumbat koronernya,masih memiliki risiko,atau orang sehat normal,mengonsumsi bahan berkhasiat dan herbal dengan khasiat terhadap lemak darah hanya bertindak sebagai upaya pencegahan.dan bukan terapi.

Maka kasus ibu diatas keliru jika hanya mengandalkan herbal.Setelah memeriksakan kembali kadar kolesterol darahnya masih diatas 200 mg/dl,yang beberapa lemak darahnya dibiarkan terus lebih tinggi dari normal.Malah LDL nya masih diatas 180 mg/dl,yang berarti jauh diatas 70 mg/dl sebagaimana dianjurkan dokter.Sedang HDL yang seharusnya diatas 60 mg/dl,ibu ini hanya 40 mg/dl.Rendahnya HDL dan tingginya LDL kolesterol factor pemburuk terbentuknya sumbatan koroner juga.

Berarti penyumbatan koroner pada si ibu diatas sudah makin bertambah karena tanpa minum obat antikolesterol.Bukan tak mungkin sumbatan pembuluh koronernya selain bertambah tebal di tiga cabang yang sudah ada sumbatannya,sudah mulai berproses pula di cabang koroner lainnya.

Visit : www.smartdetoxsynergy.com

Sumber : Cara sehat oleh Dr.Handrawan Nadesul

Baca artikel menarik lainnya : Beras merah bisa menurunkan resiko diabetes

 

banner smartdetox bawah baru

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *