Cara sederhana Membuat Anak Nurut Pada Ibu Dan Ayah

Cara membuat anak nurut pada ibu dan ayah merupakan cara yang sering dicari oleh orangtua yang merasa kesulitan dalam mengatur dan menasehati anaknya. Tidak hanya balita saja namun ada anak remaja yang juga sering membangkang dengan perintah orangtua meski apa yang dikatakan orangtuanya adalah hal yang baik dan benar. Orangtua kadang merasa kesal, jengkel menghadapi perilaku anak-anaknya yang sulit untuk diatur dan sulit nurut. Banyak faktor yang menyebabkan  anak tidak nurut sama orangtua. Banyak kesalahan yang dilakukan oleh orangtua dalam menghadapi anaknya yang tidak bisa diatur, malah kondisi diperparah dengan paksaan dari orang tua untuk membuat anaknya nurut.

Paksaan oleh ahli psikologi anak dipercaya malah membuat anak semakin susah diatur dan semakin membangkang. Oleh sebab itu setiap orangtua harus tahu bagaimana cara membuat anak nurut pada ibu dan ayah tanpa paksaan dan dengan kelembutan atau kasih sayang. Memiliki anak yang nurut dengan apa yang dikatakan oleh orangtua merupakan dambaan bagi setiap orangtua. Namun yang terjadi di lapangan adalah banyak anak yang susah mematuhi apa yang dikatakan oleh orangtuanya.

Anak yang pendiam biasanya akan nurut dengan perkataan orangtuanya sedangkan anak yang hiperaktif cenderung susah untuk mematuhi perkataan orangtuanya.  Anak yang hiperaktif biasanya akan suka melakukan hal yang disukainya daripada mendengarkan perkataan orangtuanya, jika disuruh melakukan hal A anak akan melakukan hal B yang berlawanan dengan hal A. Menjadi PR bagi setiap orangtua untuk membuat anaknya menjadi seorang anak yang penurut.

Banyak cara membuat anak nurut pada ibu dan ayah yang bisa orangtua coba, namun yang harus diingat adalah melakukan cara tersebut tanpa paksaan dan emosi. Buah tidak akan jatuh jauh dari pohonnya, jika Anda mendidik anak dengan paksaan dan emosi anak pun akan meniru tingkah dan perilaku yang orangtua lakukan padanya. Berikut ini adalah cara membuat anak nurut pada ibu dan ayah yang bisa dilakukan :

1.   Menjalin Kontak Langsung Dengan Anak Anda

Langkah ini merupakan langkah yang tepat bagi setiap orangtua untuk menjalin komunikasi secara langsung dengan anak mereka. Komunikasi juga merupakan langkah awal untuk menjalin kedekatan antara orangtua dan anak. Sebelum orangtua menasehati secara panjang lebar untuk anak jalinlah dahulu kontak yang dekat dengan anak. Jangan berdiri secara langsung di depan anak sebab anak akan menganggap orangtuanya memiliki kedudukan yang lebih tinggi daripada dirinya. Jongkokkanlah badan Anda agar sejajar dengan anak Anda, hal ini juga dilakukan agar Anda bisa langsung menatap mata anak Anda. Ajari anak Anda untuk bisa fokus dengan mengatakan seperti ini ”Coba lihat mata Ibu” atau coba katakan seperti ini “Coba mana telinganya”. Lakukanlah hal yang sama ketika Anda mendengarkan ucapan mereka. Namun jangan melakukan kontak mata dengan anak Anda terlalu tajam sebab jika Anda melakukan itu anak Anda bisa mengartikan bahwa Anda marah kepadanya. Jangan melakukan kontak mata dengan mata yang melotot atau dengan nada yang keras dan kasar.

2.   Memanggil Anak Dengan Nama Mereka

Memanggil  anak dengan nama mereka akan membuat anak lebih dihargai dan dihormati. Ketika Anda meminta anak melakukan sesuatu atau Ada meminta sesuatu hal kepada mereka panggilah dengan nama mereka misalnya seperti ini “Fira, tolong bantu Ibu sebentar”.

3.   Menggunakan Perintah Yang Singkat

Anak batita atau anak balita akan sulit mencerna kata-kata yang terlalu panjang dan berbelit-belit. Oleh sebab itu orangtua ketika meminta kepada anaknya gunakanlah pesan yang singkat namun jelas. Perintah singkat itu merupakan inti dari perintah yang Anda ucapkan dan menjadi kalimat pembuka. Semakin banyak orangtua mengucapkan kata-kata perintah, melantur atau mengomel maka anak akan semakin tidak mendengarkannya atau lebih tepatnya menyepelekan. Terlalu banyak bicara saat memerintah anak adalah kesalahan besar dan fatal namun kesalahan itu sering dilakukan oleh orangtua. Kalimat perintah yang terlalu panjang lebar akan memberikan kesan kepada anak bahwa Anda tidak yakin dengan apa yang Anda katakan dan Anda perintahkan sebab kata-kata perintah Anda semakin melantur.

4.   Sederhana

Gunakanlah kalimat-kalimat pendek dan terdiri dari satu suku kata saja. Lihatlah bagaimana anak Anda bisa berkomunikasi dengan satu sama lain, jika anak Anda terlihat tidak tertarik, Anda sebagai orangtua tidak lagi dimengerti oleh anak dan juga tidak akan didengarkan oleh anak.

5.   Meminta Anak Untuk Mengulangi Perintah Anda

Hal yang harus dilakukan oleh Anda adalah meminta anak untuk bisa mengulangi perintah yang Anda sampaikan kepadanya. Jika anak tidak bisa mengulangi kalimat perintah Anda bisa dipastikan dua hal yaitu anak Anda tidak mendengarkan/tertarik dengan kalimat Anda dan yang kedua adalah kalimat perintah Anda tidak bisa dimengerti sebab terlalu panjang atau terlalu rumit.

6.   Memberikan Penawaran Yang Tidak Bisa Ditolak

Ketika Anda sebagai orangtua memberikan perintah, berikanlah penawaran yang tidak bisa ditolaknya. Misalnya saja Anda mengatakan seperti ini “Buruan bajunya dipakai, sehabis ini kita jalan-jalan” . Ketika Anda memberikan perintah, perintah tersebut merupakan perintah yang beralasan. Perintah itu juga akan menguntungkan bagi anak, namun ketika Anda menawarkan hal seperti itu sebaiknya Anda tidak membohonginya sehingga anak tidak akan kecewa. Anak yang terlalu sering dibohongi dan dikecewakan pasti akan tidak percaya lagi dengan orangtuanya.

7.   Hindari Kata Jangan

Saat memerintah anak, gunakanlah kalimat-kalimat positif. Usahakan untuk menghindari kata jangan misalnya seperti ini “Eh jangan lari-larian”. Cobalah untuk mengatakan kalimat yang lebih positif “Kalau sedang ada di dalam rumah Fira harus jalan, namun jika di luar rumah baru boleh lari-larian”.

8.   Melibatkan Kata Saya Ketika Memerintah Anak

Ketika Anda memerintahkan anak, gunakanlah kalimat saya dalam setiap kalimat perintah Anda. Misalnya Anda meminta anak Anda memakai baju. Jangan katakan seperti ini “Cepat pakai bajunya”.  Gantilah kalimat perintah Anda dengan kalimat seperti ini “Fira, Ibu pengen kamu memakai baju”. Kalimat perintah seperti ini merupakan kalimat perintah yang cocok untuk memerintah anak Anda yang biasanya tidak suka diperintah. Kata-kata tersebut juga terdengar lebih menyenangkan ditelinga anak-anak. Kalimat itu juga menyiratkan kepatuhan bukan hanya perintah saja.

9.   Jangan Langsung  Memerintah

Cara membuat anak nurut pada ibu dan ayah yang sering salah adalah orangtua main perintah begitu saja tanpa menggunakan cara yang tepat. Misalnya saja ketika Anda meminta anak Anda untuk belajar jangan mengatakan seperti ini “Matiin TV nya, waktunya belajar”. Kalimat pemaksaan sangat jelas tertera di sana. Cara yang tepat adalah hampirilah anak Anda terlebih dahulu di ruang tv, lalu ikutlah nonton sebentar. Ketika memasuki jeda iklan, suruhlah anak mematikan tv. Ketika Anda menghampiri anak Anda, hal itu menandakan bahwa Anda serius dengan permintaan Anda, jika memerintah dari jauh Anda akan terkesan tidak serius.

banner smartdetox bawah baru

Baca Juga Yang satu ini ...
8 Cara Tepat Berhadapan dengan Musuh Anda ang efektif

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *