CEDERA OLAH RAGA

Cedera otot pada olahraga
Semakin tinggi minat masyarakat terhadap olahraga berkaitan dengan meningkatnya kasus cedera olah raga. Cedera ini bervariasi sesuai dengan beragamnya cabang olah raga, tetapi secara umum dikelompokkan sebagai berikut:
Cedera ortopedik

Merupakan cedera yang terutama berkaitan dengan otot dan tulang. Yang sering terjadi adalah :
Tulang patah atau retak. Kondisi ini bisa terjadi secara tiba-tiba, misalnya pada olah raga high-impact seperti tinju yang sering menyebabkan patah tulang hidung. Atau bisa juga terjadi secara bertahap, seperti yang terjadi pada pelari. Risiko fraktur lebih tinggi pada keadaan tulang yang rapuh, seperti dijumpai pada atlet yang berusia lanjut. Kemungkinan patah tulang pada saat berolahraga kebanyakan dapat dihindari dengan mengikuti instruksi mengenai keamanan dalam berolahraga dan menjalani metode pelatihan yang tepat. Selain itu, mengonsumsi makanan yang mengandung kalsium juga memegang peran penting dalam mencegah risiko patah atau keretakan tulang.
Cedera jaringan ikat dan jaringan lunak (terkilir/ keseleo). Misalnya pergelangan kaki terkilir, tendonitis Achilles dan tennis elbow. Cedera ini adakalanya disertai patah/keretakan tulang. Terapinya meliputi istirahat, penggunaan obat pereda nyeri, pembebatan, dan pada kasus yang berat mungkin perlu dilakukan pembedahan untuk memperbaiki tendon (urat otot) atau saraf yang rusak akibat cedera. Gerakan pemanasan dan peregangan sebelum berolah raga akan mengurangi risiko terjadinya cedera ini.
Tennis elbow. Anda tidak harus bermain tenis untuk mengalami tennis elbow. Setiap gerakan yang dilakukan berulang-ulang dengan meregangkan otot dan tendon di bagian siku dapat menyebabkan tennis elbow. Kondisi ini terjadi bila otot-otot dan tendon (urat otot) bagian siku mengalami robekan atau kerusakan. Ditandai dengan timbulnya nyeri berulang di bagian luar dari lengan atas, tepat di bawah lekukan siku, disertai kemerahan dan pembengkakan atau kekakuan di sekitar siku.
Cedera kepala Paling sering terjadi pada permainan yang melibatkan kontak fisik langsung seperti tinju, olahraga beladiri, rugby dan sepak bola, serta olah raga yang dilakukan dalam kecepatan tinggi seperti misalnya balap sepeda. Semua kondisi yang disertai dugaan adanya keretakan tulang tengkorak atau cedera otak harus segera dirujuk ke Instalasi Gawat Darurat rumah sakit terdekat untuk segera diperiksa dan ditangani.
Cedera Gigi
Trauma atau cedera pada wajah dan gigi dapat terjadi akibat kecelakaan lalu lintas, jatuh atau olah raga misalnya sepak bola, voli, basket, dll. Beberapa bentuk cedera gigi yang paling sering terjadi, yaitu :

Gigi patah.
Gigi patah mungkin bersifat ringan yang hanya melibatkan email (bagian terluar mahkota gigi), dentin (sebelah dalam email), atau mungkin juga berat, yaitu patah pada akar gigi.

Avulsi gigi
Gigi terlepas atau bergeser dari posisi normalnya karena trauma yang berat (misalnya terhantam keras sekali).

Cedera organ tertentu
Meliputi cedera mata (misalnya terkena bola), limpa pecah (akibat tendangan di perut), dan penyakit dekompresi pada penyelam.

Cedera organ
dalam kadang sulit untuk didiagnosis sehingga setiap rasa tidak nyaman atau rasa nyeri setelah suatu cedera olah raga hendaknya diperiksa secara seksama oleh dokter. Jika ditunda, akan berakibat fatal misalnya perdarahan dalam akibat robekan hati atau limpa setelah menabrak palang sepeda.

Heat disorders
Heat disorders adalah kondisi yang biasanya dialami oleh atlet yang berlatih pada suhu udara panas dan lembab. Suhu pelari maraton, misalnya, bisa mencapai 40 derajat Celsius selama mengikuti lomba. Ada tiga jenis utama heat disorders: kram karena udara panas (heat cramps), kelelahan karena udara panas (heat exhaution) dan heat stroke.

Apa yang dapat Anda lakukan

Pengobatan cedera olah raga tergantung pada bagian tubuh yang terkena dan beratnya cedera. Jangan kembali melakukan aktivitas atletik normal hingga pulih dari cedera, dengan keseimbangan tubuh yang benar-benar telah kembali normal dan mampu melakukan serangkaian gerakan olahraga dengan nyeri minimal. Penyebab tersering dari kasus cedera berulang yaitu karena individu yang bersangkutan terlalu cepat kembali melakukan aktivitas olah raganya sebelum crderanya benar-benar pulih sempurna.

Tips pencegahan
> Mengetahui dan memahami berbagai jenis dan penyebab cedera olah raga guna melakukan tindakan pencegahan.
> Minta saran dari dokter spesialis kedokteran olah raga mengenai jenis olah raga apa yang sesuai dan dapat meningkatkan kemampuan, ketahanan, kekuatan dan kelenturan tubuh Anda.
> Lakukan gerakan pemanasan yang tepat. Lakukan semua gerakan-gerakan yang nantinya akan Anda lakukan ketika olah raga (misalnya lari-lari di tempat sebelum melakukan latihan lari atau lompat-lompat dan menendang-nendang sebelum Anda benar-benar menjalani latihan yang melibatkan kedua gerakan ini) Minta saran nutrisi yang tepat dari ahli gizi/ahli diet. Mengetahui dan menghindari penggunaan obat-obat terlarang.
Kenakan pakaian, sepatu atau alat lain yang sesuai dengan jenis olahraga yang Anda ikuti.
Mengenali kondisi jalan dan cuaca sebelum mengikuti kompetisi.
Lakukan olah raga di lapangan atau sasana yang memiliki pencahayaan dan ventilasi yang baik. Gunakan pelindung mulut ketika melakukan olah raga yang melibatkan kontak fisik secara langsung dengan pemain lainnya seperti basket, pencak silat, tinju, gulat, dll. Pelindung mulut ini bermanfaat membantu mencegah cedera gigi dan patah tulang rahang atau gigi, serta memar atau robekan pada bagian mulut akibat cedera.
KESIMPULAN
Cedera Olah Raga dapat muncul dari macam-macam factor, salah satunya jika kita kurang pemanasan. Ikuti segala putunjuk yang tepat sebelum & sesudah berolahraga.

CEDERA OLAH RAGA

CEDERA OLAH RAGA

 

Sumber : HEALTH GUIDE
Artikel Lainnya : SEMINAR SMART DETOX BALI

banner smartdetox bawah baru

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *