ciri dan gejala penyakit sesak nafas

Asma merupakan nama lain dari sebuah gejala penyakit sesak nafas yang biasanya menyerang manusia baik usia muda maupun dewasa. Penyakit ini dapat disebabkan oleh adanya penyempitan pada bagian saluran pernafasan. Penyempitan pada saluran pernafasan juga bisa dipicu oleh beberapa rangsangan seperti misalnya debu, asap, bulu hewan, udara yang dingin, serta olahraga berat. Penyakit asma biasanya dikaitkan dengan orang yang memiliki alergi terhadap rangsangan-rangsangan tersebut.

Lalu bagaimana asma bisa terjadi? Serangan asma terjadi ketika otot polos yang berada di bronki kejang dan mengakibatkan adanya pembengkakan pada sistem jaringan pelapis saluran udara. Pembengkakan ini juga diakibatkan oleh adanya inflamasi dan produksi lendir yang memenuhi saluran. Alhasil, penderita yang mengalami serangan asma harus ekstra kerja keras untuk tetap bernafas dalam keadaan diameter saluran udara yang menyempit.

Penyempitan saluran udara ketika asma terjadi karena keberadaan sel sel matosit yang ada di dalam saluran tersebut. Matosit memproduksi bahan semacam leukotrien dan histamin sehingga otot polos berkontaksi. Kedua bahan tersebut sebenarnya merupakan suatu tanda atau respon dari alergen tertentu yaitu debu, udara dingin, serbuk sari, atau bulu hewan. Namun serangan asma tidak selalu diakibatkan karena adanya alergi terhadap alergen tertentu. Bisa saja penyakit asma ini menyerang seseorang tanpa adanya alergi sebelumnya. Misalnya ketika seseorang melakukan olah raga yang lumayan menguras pernafasan seperti berenang, bermain sepak bola, bulutangkis, atau berlari. Selain disebabkan oleh olahraga, asma juga bisa terjadi ketika seseorang tidak kuat terhadap udara yang begitu dingin, misalnya ketika mendaki gunung atau di daerah beriklim dingin.

Tak hanya penyebab penyebab di atas, faktor pemicu lain yang juga bisa menyebabkan seseorang terkena asma ialah timbulnya rasa cemas yang berlebihan karena suatu hal, terkejut karena mengalami suatu kejadian (shock), dan juga stress atau kelelahan. Dengan sebab sebab itulah seseorang yang sebelumnya tidak pernah memiliki alergi terhadap alergen asma menjadi terserang asma.

Baca Juga Yang satu ini ...
gejala penyakit ngantuk terus menerus

Terlepas dari gejala penyakit sesak nafas tersebut, sebenarnya banyak kepercayaan yang berkembang dalam upaya penyembuhan penyakit asma. Salah satu diantaranya ialah dengan mengonsumsi daging hewan yang telah dimasak hingga matang. Daging hewan tersebut antara lain daging monyet, tupai, atau kelelawar. Sejauh ini belum ada penjelasan secara medis mengenai kepercayaan tersebut, sehingga hanya orang tertentu saja yang menjalankan langkah tersebut untuk mengatasi asma yang kadang kambuh kembali.

banner smartdetox bawah baru

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *