Daging vs. Organ Dalam

Daging vs. Organ Dalam

Daging sapi mempunyai gizi tinggi, rasa enak, dan bermanfaat bagi tubuh manusia apabila dagingnya baik dan sehat. Masyarakat Indonesia biasa memasak daging sapi dengan berbagai ragam masakan yang dapat merangsang selera makan.

Sumber protein pertama yang disarankan penulis adalah sumber murni hewani dan lebih khusus dari hewan yang mempunyai ciri fisik berkaki empat (khusus mamalia). Hewan berkaki empat yang disarankan adalah dari golongan pemamah biak. Mengapa harus hewan pemamah biak? Karena secara anatomi dikategorikan Ruminant Artiodactyla (golongan rusa, kerbau, sapi, kambing, dan domba). Yang disarankan antara lain sapi, kambing, dan domba.

Hewan jenis ini mempunyai dua proses mencerna makanannya. Karena itu, daging yang dimiliki sangat bagus. Pertama, mereka me-nelan bahan mentah, kemudian mengeluarkan makanan yang sudah setengah dicerna dari perutnya dan mengunyahnya lagi. Lambung hewan-hewan ini tidak hanya memiliki satu ruang (monogastrik) tetapi lebih dari satu ruang (poligastrik, harfiah: berperut banyak).

Hewan pemamah biak secara teknis dalam ilmu peternakan serta zoologi dikenal sebagai ruminansia. Hewan-hewan ini mendapat keuntungan karena pencernaannya menjadi sangat efisien dalam menyerap nutrisi yang terkandung dalam makanan, dengan dibantu mikroorganisme di dalam perut-perut pencernanya.

Mereka memiliki beberapa jenis gigi, dengan fungsinya masing-masing. Gigi seri untuk memotong, gigi taring berbentuk runcing untuk menyobek, dengan geraham muka dan belakang untuk mengunyah. Keistimewaan dari pemamah biak adalah mereka memiliki empat perut. Lambung terbagi menjadi empat bagian, yaitu rumen, retikulum, omasum, dan abomasum.

Di lambung, rumput atau daun dikunyah sekedarnya serta dicampur air ludah, lalu ditelan ke esofagus (kerongkongan), kemudian masuk ke rumen (perut besar). Di dalam rumen terdapat simbiosis antara hewan pemamah biak dengan bakteri (Cytophaga) dan Jlagellata (Cypromonas subtilis) yang menghasilkan enzim selulase. Di sini juga terjadi pencernaan protein dan polisakarida, serta fermentasi oleh

enzim selulase. Dari rumen ke retikulum (perut jala), di retikulum menjadi gumpalan-gumpalan kasar (bolus). Pada saat sapi istirahat, bolus akan dikeluarkan dari retikulum untuk dikunyah lagi. Sesudah itu, ditelan lagi ke retikulum lalu diteruskan ke omasum (perut kitab), dan selanjutnya ke abomasum (perut masam). Di sini terjadi pencernaan oleh enzim pencernaan makanan. Lalu ke usus halus di mana terjadi perombakan terakhir dan penyerapan sari-sari makanan, dan yang terakhir ke anus. Feses ruminansia kasar karena di usus halus tidak terjadi penghancuran dua kali.

Karena melewati empat proses itu, maka daging sapi, kambing, domba, ataupun kerbau boleh dimakan. Bagaimana dengan organ dalamnya. Organ dalam sangatlah tidak disarankan untuk dikonsumsi. Penulis mengkategorikan organ dalam sebagi sarang toksin dan bakteri yang sangat berbahaya untuk dikonsumsi. Walaupun mengandung protein, hal itu tidak sebanding dengan efek negatif yang mengikutinya.

Daging sapi yang baik dan sehat memiliki cap rumah potong hewan (RPH) yang menunjukkan bahwa daging sapi berasal dari sapi yang sehat, layak potong, dan disembelih dengan cara yang benar. Ada dua bagian daging sapi yang biasa dikonsumsi, yaitu tenderloin dan sirloin.

Tenderloin adalah daging yang berada di depan sirloin dan di belakang tulang rusuk (rib). Kata tenderloin berasal dari kata “tender”—yang berarti empuk—dan “loin”. Daging tenderloin tidak bekerja keras sehingga tenderloin adalah bagian sapi yang paling lembut. Bentuknya umumnya memanjang seperti ular dan saat digunakan untuk steak, daging akan dipotong secara diagonal.

Daging sirloin adalah daging yang berasal dari bagian belakang sapi. Daging ini bekerja lebih berat daripada bagian lain yang umum di-pakai untuk steak sehingga agak lebih keras dibandingkan yang lain. Konon kata sirloin berasal dari kata “Sir”—yang merupakan panggilan untuk laki-laki—dan “loin”. Sifat laki-laki yang cenderung keras terse-but cocok dengan karakter sirloin yang memiliki tekstur lebih keras dari tenderloin.

Organ Dalam dan Bahayanya

Secara analogi, penulis akan memberi contoh yang bisa dipakai sebagai perbandingan. Saat Anda makan daging sapi, itu sama dengan Anda meminum teh hasil saringan. Saat Anda makan organ dalam, itu sama dengan Anda makan saringan tehnya. Jadi, bagaimana mungkin Anda membuang teh hasil saringan lalu memakan saringan tehnya?

Beberapa orang percaya bahwa minum obat asam urat sebelum makan jeroan (organ dalam) kambing atau sapi bisa mencegah serangan gout (nyeri akibat asam urat). Cara ini sama sekali tidak manjur. Akan lebih efektif jika tidak mengonsumsi organ dalam. Bukan hanya organ dalam kambing dan sapi, segala macam organ dalam, termasuk hati dan usus ayam, diketahui mengandung senyawa purin yang sangat tinggi. Di dalam tubuh manusia, purin ini dimetabolisme atau diubah menjadi asam urat yang jika berlebihan lalu mengkristal dan bisa memicu serangan gout. Penulis menyarankan Anda makan dagingnya, jangan organ dalamnya.


Daging

Daging

Organ Dalam

Organ Dalam

KESIMPULAN
Daging Vs Organ Dalam, kalau Saya disuruh memilih antara Daging dengan Organ Dalam Pada Sapi, Saya Pasti memilih daging karna Daging lebih memiliki banyak manfaat disbanding Organ Dalam. Tapi ingat, jangan terlalu banyak mengkonsumsi terlalu banyak Daging secara berlebihan.

Sumber : SEHAT ITU PILIHAN
Artikel Lainnya :
Cara Menghilangkan Penyakit Kapalan

Daging vs. Organ Dalam

banner smartdetox bawah baru

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *