Diabetes Tipe 1

Diabetes Tipe 1

Dalam kasus diabetes tipe 1, sistem kekebalan tubuh menyerang sel pankreas yang bertugas memproduksi insulin. Penyakit yang sangat merusak dan tidak dapat disembuhkan ini menyerang anak-anak. menyebabkan pengalaman hidup yang menyakitkan dan sulit bagi keluarga muda. Mal yang tidak diketahui oleh orang adalah ada bukti kuat yang menyatakan bahwa penyakit ini berkaitan dengan pola makan, lebih tepatnya lagi. dengan produk-produk susu. Kemampuan protein susu sapi dalam memicu diabetes Tipe 1 telah banyak dilaporkan. Kemungkinan pemicuan penyakit ini sebagai berikut.

• Seorang bayi tidak cukup lama disusui oleh ibunya dan diberi protein susu sapi, kemungkinan melalui susu formula.

• Susu mencapai saluran pencernaan, tempat susu tersebut dicerna dan diurai mcniadi asam amino.

• Bagi beberapa bayi. susu sapi tidak sepenuhnya toreerna dan sebagian kecil rantai atau pecahan asam amino dari protein aslinya tertinggal di dalam saluran pencernaan.

Pecahan protein yang tidak sepenuhnya tercerna ini diserap ke dalam darah. Sistem kekebalan tubuh mengenali pecahan protein tersebut sebagai benda asing dan mulai menyerangnya.

• Sayangnya, beberapa pecahan protein tersebut terlihat sama persis dengan sel pankreas yang berfungsi memproduksi insulin.

• Sistem kekebalan tubuh kehilangan kemampuannya untuk membedakan pecahan protein susu sapi dan sel pankreas, dan menghancurkan keduanya. Dengan begitu, bayi akan kehilangan kemampuan memproduksi insulin.

Bayi tersebut menjadi penderita diabetes Tipe 1 dan akan tetap demikian sepanjang sisa hidupnya.

Proses ini melemparkan sebuah pernyataan yang sangat mengejutkan: susu sapi mungkin menjadi penyebab salah satu penyakit paling mengerikan yang dapat menimpa anak-anak. Jelas sekali, ini adalah salah satu masalah yang paling diperdebatkan dalam dunia gizi.

Sebuah laporan yang patut dicatat mengenai efek susu sapi pernah dipublikasikan lebih dari satu dekade yang lalu, tahun 1992, pada New England Journal of Medicine.  Para peneliti dari Finlandia mengambil contoh darah dari anak-anak penderita diabetes Tipe 1, berusia antara 4-12 tahun. Kemudian, mereka mengukur tingkat antibodi dalam darah yang diproduksi tubuh untuk melawan protein susu sapi yang tidak sepenuhnya tercerna. Pecahan protein tersebut dikenal dengan bovine serum albumin (BSA). Mereka melakukan proses yang sama terhadap anak-anak yang tidak mengidap diabetes dan membandingkan hasil kedua kelompok. Anak-anak yang memiliki antibodi untuk protein susu sapi sebelumnya pasti pernah mengonsumsi susu sapi. Ini juga berarti bahwa pecahan protein susu sapi yang tidak tercerna pasti telah masuk ke dalam sistem sirkulasi si bayi sehingga tubuhnya dapat memproduksi antibodi tersebut.

Para peneliti menemukan sesuatu yang sangat mencengangkan. Dari 142 anak-anak penderita diabetes yang diperiksa, setiap anak memiliki tingkat antibodi lebih dari 3,55. Sementara itu, dari 79 anak-anak normal yang diperiksa, setiap anak memiliki tingkat antibodi di bawah 3,55.

Semua anak penderita diabetes memiliki tingkat antibodi terhadap susu sapi yang lebih tinggi daripada anak-anak yang tidak menderita diabetes. Ini berarti dua hal. Anak-anak yang memiliki antibodi lebih tinggi mengonsumsi lebih banyak susu sapi, dan kedua, meningkatnya antibodi dapat mengakibatkan diabetes Tipe 1.

 

KESIMPULAN
Diabetes Tipe 1
Dalam kasus diabetes tipe 1, sistem kekebalan tubuh menyerang sel pankreas yang bertugas memproduksi insulin.

 

SUMBER                                           : RAHASIA SEHAT ORANG CHINA
LIHAT ARTIKEL LAINNYA        : Detox Tools Ke 1

 

banner smartdetox bawah baru

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *