Faktor resiko terkena kencing manis

 

Faktor resiko terkena kencing manis , Kencing manis tergolong penyakit gangguan metabolik. Gaya hidup yang mengubah “mesin” tu-buh harus lebih pandai menyesuaikan diri dengan asupan makanan yang salah dan berlebihan. Ketika tubuh gagal beradaptasi menerima faktor pemburuk yang harus dipikulnya, maka diabetes pun muncul, kendati tidak berbakat terkena kencing manis. Sebagian besar penyakit diabetes orang Asia, tergolong jenis diabetes Tipe-2, yakni diabetes yang didapat dan bukan turunan (Tipe-1).

Dari sebuah data disebutkan kalau kasus diabetes di Asia mencapai empat sampai enam kali lipat dibanding di kalangan orang Caucasia. Lebih dari sekadar kasus AIDS, ke depan diperkirakan diabetes akan mengambil alih posisi masalah kesehatan orang modern di negara-negara sedang berkembang. Hampir bisa dipastikan kalau lompatan kasus diabetes di Asia merupakan akibat dari pesatnya pertumbuhan ekonomi, khsusnya di China dan India. Pada waktu yang bersamaan masyarakat yang dulunya hidup susah berangsur-angsur bertambah makmur.

Faktor resiko terkena kencing manis

Faktor resiko terkena kencing manis

Seiring dengan itu oleh karena pola dan gaya hidup rata-rata orang makmur baru juga ikut berubah, maka kasus diabetes mengalami lompatan, khususnya di kedua negara yang ekonominya bertumbuh pesat. Jenis pekerjaan yang lebih banyak memakai otak menghasilkan kemakmuran yang jauh lebih tinggi ketimbang yang diperoleh dari jenis pekerjaan yang hanya menggunakan otot untuk membanting tulang seperti zaman nenek moyang.

Itu maka, tanpa banting tulang, penghasilan bertambah ratusan bahkan ribuan kali lipat, yang akan memperbesar peluang makan lebih boros dan enak, Sekaligus kehilangan waktu dan kesempatan untuk bisa bergerak badan sesuai dengan kodrat manusia yang pada dasarnya lebih memanfaatkan otot (ketika masih hidup tradisional).

Kita mengenal diabetes turunan, selain ada yang didapat. Pada diabates yang turunan tentu, kendati tidak rakus makan, tidak berbadan gemuk, atau banyak bergerak badan pun, tetap saja akan mewarisi bakat diabetesnya. Tidak demikian dengan kasus diabetes Tipe-2 yang bersifat didapat akibat salah melakoni hidup. Selain sebab rakus makan, kegemukan dibiarkan, dan gerak badan diabaikan.

Baca Juga Yang satu ini ...
cara melangsingkan tubuh dalam 1 minggu By Greg Hawkins

Namun kasus diabetes yang muncul di zaman masyarakat semakin makmur ternyata tidak menimpa setiap kalangan masyarakat. Dari beberapa penelitian mutakhir terungkap, hanya kelompok masyarakat yang waktu kecilnya hidup susah, dilahirkan oleh ibu yang hidupnya tidak kecukupan yang ternyata lebih berisiko terkena diabetes Tipe-2 kalau kemudian hidupnya berubah menjadi makmur. Mengapa?

Oleh karena bayi yang dilahirkan oleh ibu yang hidupnya susah, cenderung tumbuh menjadi janin yang kekurangan gizi. Sejak di dalam kandungan, janin begini yang tergolong susah makan. Akibat kurang makan, kelenjar ludah pancreas-nya terbentuk lebih kecil dibanding janin yang ibunya kecukupan nutrisi. Kelenjar pancreas berfungsi sebagai pabrik yang memproduksi insulin. Hormon insulin dibutuhkan untuk mengubah gula menjadi tenaga.

Kekurangan insulin menjadikan gula yang berasal dari makanan gagal masuk ke dalam sel untuk diubah menjadi tenaga. Apabila gula tak terpakai menjadi tenaga oleh sel-sel tubuh, maka gula akan menumpuk dalam darah, dan darah menjadi kelebihan gula. Tubuh mencari tenaga dari zat lain, sehingga metabolisme tubuh menjadi kacau. Zat buangan hasil metabolisme berbeda dengan pada tubuh normal dan buruk akibatnya.

Bila kelenjar pancreas terbentuk mini, maka akan mini pula produksi insulin-nya. Selama pola makan orang yang produksi insulinya rendah tidak rakus dan tidak makan berlebihan, produksi insulin yang lebih sedikit dari normal mungkin tidak bermasalah. Namun begitu pola makan dan gaya hidup sudah seperti menu pangeran, setelah hidup berubah kecukupan, maka dosis insulin yang diproduksi tubuh sudah tidak lagi mencukupi. Akibatnya orang menderita diabetes (relatif) juga.

Sekarang ini tercatat sekitar 246 juta kasus diabetes di dunia. Diperkirakan oleh lompatan kasus diabetes di kalangan orang Asia, akan menjadi 380 juta kasus pada tahun 2025 nanti (International Diabetes Federation). Padahal, angka kasus pada tahun 2003 baru 194 juta saja. Ini bukan angka yang terbilang kecil mengingat komplikasi diabetes yang berpotensi menurunkan kinerja, selain produktivitas, ongkos berobat, serta biaya perawatan rumah sakit. Sekitar tiga juta kasus diabetes meninggal setiap tahunnva.

Baca Juga Yang satu ini ...
Diet Langsing dan Awet Muda Berdasarkan Usia 20-an dan 30-an

Jadi kalau memang betul teori di atas terbukti, faktor risiko untuk terkena diabetes bukan saja hanya kegemukan, kurang gerak, selain turunan saja lagi. Sekarang perlu ditambahkan juga hadirnya faktor risiko turunan orang susah.

Sumber : Cara sehat

Oleh : Dr. Handrawan Nadesul

Baca artikel menarik lainnya : Kolesterol penyakit ganas akibat pola makan yang salah

banner smartdetox bawah baru

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *