Fokus kepada Lemak


Fokus kepada satu nutrisi daripada makanan utuh telah menjadi sesuatu yang umum selama dua dekade terakhir, dan sebagian kesalahan dapat ditimpakan kepada laporan tahun 1982 kami. Seperti yang telah disinggung sebelumnya, komite kami mengorganisasi informasi ilmiah tentang pola makan dan kanker berdasarkan nutrisi, dengan setiap bab terpisah untuk masing-masing nutrisi. Ada bab tersendiri untuk lemak, protein, karbohidrat, vitamin, dan mineral. Saya percaya itu merupakan kesalahan terbesar kami. Kami tidak cukup menekankan bahwa rekomendasi kami lebih berkaitan dengan makanan utuh karena banyak orang masih menganggap bahwa laporan kami merupakan katalog efek tertentu dari masing-masing nutrisi.

Nutrisi yang difokuskan oleh komite kami adalah lemak. Panduan pertama dalam laporan tersebut secara eksplisit menyatakan bahwa konsumsi tinggi lemak berkaitan dengan kanker, dan direkomendasikan untuk mengurangi asupan lemak dari 40% menjadi 30% kalori, walaupun angka .10% tersebut merupakan pilihan bebas.

Pada saat laporan ini disusun, semua penelitian dengan subjek manusia sebenarnya tidak hanya menuniukkan bahwa lemak memiliki kaitan dengan kanker (umumnya kanker payudara dan pencernaan). Kesimpulan penelitian-penelitian tersebut menunjukkan bahwa populasi yang memiliki tingkat kanker lebih tinggi tidak hanya mengonsumsi lebih banyak lemak, tetapi iuga lebih banyak makanan berbasis hewani dan lebih sedikit makanan berbasis nabati (lihat Bab 4). Kemungkinan lainnya adalah kurangnya asupan makanan berbasis nabati (lihat Bab 4 dan 8). Namun, ketimbang menunjuk-nunjukkan jari ke arah makanan berbasis hewani, lemak dalam makanan bahkan yang dijadikan pusat perhatian. Saya menentang penekanan pada satu nutrisi secara spesifik saat sidang komite, tetapi tidak berhasil. (Sudut pandang inilah yang memberi saya kesempatan menjadi saksi ahli pada sidang dengar-pendapat Free Trade Commission |FTC|.)

Kesalahan mengarakterisasikan makanan utuh ini dengan manfaat kesehatan dari nutrisi tertentu adalah yang saya sebut reduksinisme. Sebagai contoh, manlaat kesehatan dari sepotong hamburger tidak dapat didasarkan kepada efek beberapa gram lemak jenuh dalam daging. Lemak jenuh hanyalah satu kandungan. Hamburger juga mencakup lemak-lemak jenis lain, selain kolesterol, protein, serta sedikit vitamin dan mineral. Bahkan, jika Anda mengubah tingkat lemak ienuh di dalam daging, semua jenis nutrisi lainnya akan tetap ada dan mungkin masih tetap memiliki efek membahayakan bagi kesehatan. Inilah yang dimaksud keseluruhan makanan (hamburger) jauh lebih baik daripada gabungan dari beberapa bagian makanan tersebut (lemak jenuh, kolesterol, dan lain-lain).

Satu peneliti memberikan perhatian khusus* atas kritik terfokus kami terhadap lemak dalam makanan, dan memutuskan melakukan uji coba terhadap hipotesis apakah benar lemak menyebabkan kanker payudara pada satu kelompok besar perempuan Amerika. Beliau adalah Dr. Walter Willet dari Harvard School of Public Health. Penelitian yang beliau gunakan adalah Penelitian Kesehatan Perawat atau lebih dikenal dengan Nurses’ Health Study.

Tahun 1976, para peneliti di Harvard School of Public Health telah merangkul lebih dari 120.000 perawat dari seluruh negeri untuk mengikuti sebuah penelitian. Penelitian tersebut dimaksudkan untuk menyelidiki hubungan antara berbagai penyakit dan alat kontrasepsi oral, hormon-hormon postmenopause, rokok, serta faktor-faktor lainnya, seperti pewarna rambut.4 Awal tahun 1980, Profesor Willet menambahkan daftar pertanyaan tentang makanan ke dalam penelitian tersebut. Empat tahun kemudian, tahun 1984, ia memperluas daftar kuesioner makanan tersebut sehingga meliputi lebih banyak jenis makanan. Kuesioner yang diperluas itu dikirimkan lagi via pos kepada para perawat tahun 1986 dan 1990.

Penelitian tersebut secara luas dikenal sebagai penelitian tentang kesehatan perempuan yang paling lama dan paling utama.” Dari penelitian tersebut telah muncul tiga penelitian terpisah, keseluruhannya menelan biaya US$4-5 juta per tahun.” Saat saya memberikan kuliah kepada audiens yang mawas kesehatan hingga 70%-nya pernah mendengar tentang penelitian tersebut.

Pertanyaan apakah pola makan yang kaya lemak terkait dengan kanker payudara tentu saja menimbulkan diskusi sengit di pertengahan 1970-an dan awal 1980-an. Pola makan tinggi-lemak tidak hanya terkait dengan penyakit jantung (panduan pola makan McGovern), tetapi juga kanker (laporan “Pola Makan, Nutrisi, dan Kanker”).

Namun, Nurses’ Health Study memiliki kesimpulan yang merusak. Ini merupakan contoh bagaimana reduksinisme dalam ilmu pengetahuan dapat membuat kebingungan dan salah informasi yang sangat besar, bahkan walaupun peneliti yang terlibat adalah orang yang jujur, berniat baik, dan memiliki posisi di institusi ternama di dunia. Penelitian tersebut lebih merusak bagi dunia nutrisi daripada penelitian lainnya dan ini sebaiknya menjadi peringatan bagi semua peneliti untuk apa yang tidak boleh dilakukan.

KESIMPULAN
Fokus Pada Lemak Tubuh, Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa populasi yang memiliki tingkat kanker lebih tinggi TIDAK HANYA mengonsumsi lebih banyak lemak, tetapi juga lebih banyak makanan berbasis’ hewani dan lebih sedikit makanan berbasis nabati.

 

SUMBER                                         : RAHASIA SEHAT ORANG CHINA
LIHAT ARTIKEL LAINNYA        : Prolaps (Tali Pusat)

 

banner smartdetox bawah baru

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *