Gangguan Pola Makan

Gangguan Pola Makan

Banyak orang salah mengerti tentang mengatur pola yang sehat. Sehat itu tidak repot. Berani makan harus tahu membuangnya. Ada dua cara pengeluaran alami, yang pertama adalah BAB (membuang toksin dan sampah tubuh) dan yang kedua dengan olahraga (membuang kalori). Kalau Anda tidak mengetahui ini, Anda akan mengalami gangguan

pola makan atau eating disorder. Di Inggris, banyak sekali orang mengalami gangguan pola makan ini, dari kelompok selebriti sampai kalangan orang biasa. Kalau tidak diobati secara serius, gangguan pola makan ini bisa mengakibatkan korban jiwa. Remaja, terutama remaja putri, termasuk kelompok yang rentan terhadap gangguan ini. Ini terjadi mungkin karena remaja berusaha untuk “gaul” dan cenderung menjadi korban mode yang menuntut seseorang langsing cenderung kurus.

Anoreksia Nervosa vs Bulimia Nervosa

Gangguan anoreksia nervosa dan bulimia nervosa banyak ditemui pada perempuan dan pria yang bekerja di antara banyak orang dan yang biasanya mempunyai sifat perfeksionis. Gangguan yang bisa menyerang remaja maupun orang dewasa ini terutama terjadi di kota-kota besar. Karena takut kelebihan berat badan dan takut gemuk, penderita gangguan ini takut makan (anoreksia) sampai menyesal telah makan dan memuntahkan apa yang telah dimakan (bulimia). Untuk lebih jelasnya, mari kita belajar tentang gangguan tersebut.

Anoreksia nervosa (AN) adalah sebuah gangguan makan yang ditandai dengan penolakan untuk mempertahankan berat badan yang sehat dan rasa takut yang berlebihan terhadap peningkatan berat badan akibat pencitraan diri yang menyimpang. Secara umum, mereka mulai kehilangan selera makan, tetapi sebenarnya perasaan takut gemuklah yang menyebabkan mereka menahan nafsu makan secara tidak wajar, hingga banyak yang akhirnya kehilangan selera makannya sama sekali dan tidak sadar kalau tubuh mereka benar-benar tinggal kulit berbalut tulang.

Berbeda dengan anoreksia, bulimia nervosa adalah gangguan yang ditandai dengan makan secara berlebihan, kemudian memuntahkannya kembali untuk menjaga agar berat badan tidak naik. Jadi bulimia bisa disebut berani makan tapi tidak mau risiko berat badan menjadi naik. Penderita anoreksia dapat dikenali dengan mudah karena bentuk tubuhnya yang sangat kurus, sedangkan penderita bulimia biasanya memiliki berat badan yang stabil bahkan cenderung ideal.

Penderita bulimia biasanya memiliki berat badan yang stabil atau ideal (lihat saja mendiang Putri Diana atau Christina Aguilera). Meski memiliki nafsu makan yang besar dan tidak terkendali, penderita bulimia berusaha menurunkan berat badannya. Entah itu dengan menggunakan obat pencahar atau memuntahkan kembali setiap makanan yang dimakan. Setiap kali makan, mereka akan merasa bersalah dan tertekan, sehingga dengan berbagai cara berusaha mengeluarkan kembali semua yang telah dimakan.

Rasa tidak puas akan bentuk tubuh sendiri dan ketidakmampuan untuk mengontrol makanan yang masuk sering dituding sebagai penyebab utama terjadinya bulimia. Selain itu, kepercayaan diri yang rendah dan ketidakmampuan seseorang untuk mengatasi stres juga disebut sebagai biang keladi bulimia.

Walaupun mereka biasanya sadar punya pola makan tidak normal, mereka tidak mencoba untuk mengatasinya sendiri. Tidak heran kalau bulimia mengakibatkan gangguan yang cukup serius bagi para penderitanya.

Memuntahkan makanan secara berulang-ulang dapat mengakibatkan iritasi kulit di sekitar mulut akibat seringnya kontak dengan zat asam dari perut, kebusukan pada email gigi, gigi berlubang, dan sakit perut yang berkepanjangan. Efek lainnya adalah jantung berdebar, dehidrasi, kerusakan ginjal, berkurangnya sel-sel otot dalam tubuh, sampai kematian yang tiba-tiba.

Penggunaan obat pencahar yang berlebihan pun bisa mengakibatkan diare hingga berdarah. Penderita bulimia biasa tergantung pada obat pencahar, sehingga mereka tidak bisa buang air besar secara wajar tanpa bantuan obat-obatan pencuci perut.

Karena itu, penulis menyarankan agar pembaca pintar memilih makanan dan tidak takut kegemukan. Kebijakan di awal untuk memilih makanan, dan memecahkan solusi setelah terlanjur salah memakan makanan bisa dipelajari.

Penyalahgunaan Obat untuk Menurunkan Berat Badan

Obat pelangsing memang dapat digunakan sebagai cara menurunkan berat badan dengan cepat, namun yang harus diingat adalah penggunaan obat pelangsing harus benar-benar sesuai petunjuk dokter. Banyak hal yang salah kaprah juga mengenai obat pelangsing. Kenyataannya, tidak semua obat yang bisa menurunkan berat badan dengan cepat bisa digunakan sebagai obat pelangsing, misalnya:

Obat diuretik

Obat ini adalah golongan obat yang merangsang pembuangan air kecil. Efek samping dari seringnya buang air kecil adalah tentu saja penurunan berat badan secara cepat. Golongan obat ini sering disalahgunakan sebagai obat pelangsing.

Obat pencahar/laksatif

Obat ini adalah golongan obat yang merangsang untuk buang air besar. Obat ini memang bisa menurunkan berat badan dengan cepat karena obat ini bisa menimbulkan kekurangan cairan sampai infeksi saluran pencernaan. Jangan gunakan obat jenis ini untuk menurunkan berat badan Anda.

Masih ada jenis obat lain yang bisa disalahgunakan sebagai obat pelangsing, misalkan obat digitalis dan obat antispasmodik. Cara aman menurunkan berat badan menggunakan obat pelangsing adalah dengan berkonsultasi ke dokter untuk pemilihan dan dosis obat pelangsing yang digunakan. Tetapi lebih dari semuanya, penulis menyarankan Anda mengatur pola makan dan rutin berolahraga.

Kesimpulan
Gangguan pola makan banyak dialami oleh Kita semua, oleh karena itu Ikuti beberapa tips dari artikel diatas.

Gangguan Pola Makan

Gangguan Pola Makan

 

Sumber : SEHAT ITU PILIHAN
Artikel Lainnya : Meningitis pada orang dewasa

banner smartdetox bawah baru

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *