gejala awal penyakit tetanus

Penyakit tetanus adalah suatu kondisi yang disebabkan oleh racun yang dihasilkan oleh bakteri Clostridium tetani. Bakteri ini hadir dan menginfeksi otot dan sistem urat saraf yang akan menyebabkan otot dan urat saraf tersebut berubah menjadi kaku. Penyakit ini juga kadang disebut dengan sebutan ‘lockjaw’ dikarenakan pada kondisi ini, urat rahang akan kejang. Penyakit ini tergolong ke dalam jenis penyakit berbahaya karena angka kematian yang disebabkan oleh penyakit ini menembus ke angka 50%. Penyakit ini sendiri disebabkan oleh bakteri yang masuk ke dalam tubuh yang menimbulkan infeksi. Apa saja gejala penyakit tetanus? Berikut akan dijelaskan dengan singkat.

 

Beberapa gejala yang sering dan lazim dijumpai adalah kaku rahang. Ini merupakan gejala yang paling umum dijumpai. Apabila seseorang mendapatkan gejala jenis ini, penderita akan mengalami kesulitan untuk membuka rahangnya. Selain itu, gejala lain yang akan sering dijumpai di antaranya adalah gangguan menelan, rasa gelisah yang tinggi, deman, tenggorokan terasa nyeri, sakit kepala dan demam. Beberapa otot akan mengejang, misalnya otot wajah, otot leher, otot perut, dan bahkan otot punggung. Terkadang, otot perut yang mengejang akan membuat air kemih menjadi tertahan.

 

Akibatnya, sembelit tidak bisa dihindari. Selain itu, penyakit ini juga mempengaruhi kerja jantung. Apabila denyut jantung anda tiba-tiba semakin meningkat, ditambah dengan laju pernafasan yang tinggi, ada baiknya untuk segerakan memeriksakan diri ke dokter karena ada kemungkinan anda menderita penyakit tetanus.

 

Setelah mengetahui gejala penyakit tetanus, ada baiknya untuk segera mengobatinya. Ada pengobatan tetanus saat ini, yang disebut dengan immunoglobulin tetanus yang sering digunakan untuk menetralisir racun yang berbahaya. Selain itu, untuk mencegah pembentukan racun agar tidak terbentuk lebih lanjut, perlu digunakan tetrasiklin. Apabila infeksi sudah terjadi dan telah berubah semakin berat, penanganan rawat inap di rumah sakit sangt diperlukan. Sebagai alat bantu pernafasan, penderita bisa didukung dengan adanya alat ventilator. Dan untuk menghindari pneumonia, ada baiknya untuk menjaga penderita agar tidur miring ke kanan ataupun ke kiri.

Baca Juga Yang satu ini ...
ciri dan gejala penyakit raja singa

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *