gejala penyakit saraf manusia saat ini

Saat ini makin banyak orang mempunyai gejala penyakit saraf yang mempengaruhi otak, sistem saraf dan sumsum tulang belakang. Dalam ilmu kedokteran penyakit saraf masuk dalam kategori neurologi yang jauh berbeda lingkupnya dengan penyakit mental atau gila. Secara umum masyarakat hanya mengetahui 3 jenis penyakit saraf yaitu stroke (gangguang pembuluh darah otak), radang otak atau selaput otak dan sindroma guillain barre. Pada penderita stroke sistem saraf yang diserang adalah sistem saraf pusat yang bisa bermula dari tekanan darah tinggi, penyakit jantung dan kencing manis. Gejalanya bisa berupa kesemutan dan cadel saat berbicara yang terkadang timbul tenggelam namun semakin parah ketika tubuh mulai lumpuh keseluruhan. Radang otak atau selaput otak sendiri memiliki gejala awal seperti suhu badan tinggi, badan lemah, kaku leher dan muntah-muntah tanpa ada kesembuhan setelah mengkonsumsi obat biasa. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri/virus/parasit yang menyerang selaput otak dan masuk ke dalam otak. Penderita radang otak atau selaput otak baru terlihat ketika otak mengalami bengkak dan abses (borok). Pada akhirnya si penderita akan mengalami koma.

Penyakit saraf yang ketiga yang sering terjadi pada masyarakat adalah sindroma guillain barre dimana penderita mengalami kerusakan pada selaput saraf karena terjadinya proses imunologi. Penderita penyakit ini bisa mengalami kelumpuhan pada anggota gerak. Gejala-gejalanya terlihat ketika si penderita mempunyai infeksi di saluran pernapasan dan pencernaan yang mengakibatkan panas, batuk, pilek dan berak-berak hingga menjadi lumpuh. Penyakit saraf juga bisa menyerang otak kecil dan tulang belakang kita yang secara ilmiah disebut penyakit degeneratif saraf dimana serangan menargetkan pada saraf motorik. Gejala-gejalanya bisa terlihat jelas seperti kehilangan kendali akan saraf motorik secara bertahap. Mula-mula cara jalan terasa gontai, lalu si penderita akan sering terjatuh tanpa alasan, tidak bisa menggerakkan tangan untuk meraih benda dari jarak dekat, tidak bergerak ketika ada keinginan untuk bergerak dan tidak bisa bicara meskipun ingin bicara. Penderita penyakit degeneratif saraf hanya akan mengalami gangguan pada saraf motorik bukan pada menurunnya kecerdasan otak. Para penderita saraf selalu sangat dianjurkan oleh dokter untuk melakukan terapi rehabilitas saraf yang bisa membantu kembalinya gerak saraf pada tubuh meskipun setahap demi setahap seperti terapi bicara, terapi okupasi dan fisiologis. Tiap gejala penyakit saraf harus sangat serius ditangani mengingat sampai detik ini belum ada obatnya.

Baca Juga Yang satu ini ...
gejala awal penyakit radang otak

 

banner smartdetox bawah baru

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *