Ginjal

Ginjal

Pada situs UCLA Kidney Slone Treatment Center,” Anda akan menemukan batu ginial dapat menyebabkan gejala gejala berikut:

• Nausea (mual), muntah-muntah.

• Ketidaknyamanan (berusaha mencari posisi yang nyaman untuk mengurangi rasa nyeri).

• Rasa nyeri yang tumpul (rasa nyeri pada sekitar bagian pinggang perut yang tidak jelas, kadang timbul kadang hilang)

• Urgenitas (tidak dapat menahan buang air kecil).

• Frekuensi (buang air kecil dengan frekuensi yang sering).

• Urine berdarah disertai rasa nyeri (gross hematuria).

• Demam (jika terdapat komplikasi karena infeksi).

• Nyeri ginjal akut (rasa nyeri luar biasa di kedua sisi perut, yang menyebar hingga ke daerah selangkangan. scrotum (kantung buah pelirj, dan lahia (bibir vagina)).

Nyeri ginjal akut perlu dijelaskan lebih lanjut. Gejala yang menyiksa ini disebabkan oleh batu yang mengkristal, dipaksa melalui pipa kecil dalam tubuh Anda (ureter) yang berfungsi mengalirkan urine dari ginjal ke kantung kemih. Sebagai penggambaran rasa nyeri yang dialami, situs tersebut menuliskan, “Ini mungkin rasa sakit terparah yang pernah dialami manusia. Mereka yang mengalaminya tidak akan pernah melupakannya …. Rasa sakit yang luar biasa akibat nyeri ginial akut harus diatasi dengan obat penghilang rasa sakit berdosis tinggi. Jangan berharap aspirin dapat meringankan rasa sakit yang Anda alami. Berkonsultasilah dengan dokter atau pergilah ke UGD.

Saya tidak tahu dengan Anda, tetapi hanya dengan membayangkan hal-hal tersebut sudah membuat bulu kuduk saya merinding. Sayangnya, hingga 15% dari penduduk Amerika, umumnya lebih banyak laki-laki ketimbang perempuan, akan didiagnosis menderita batu ginjal dalam hidup mereka.

Ada beberapa jenis batu ginjal. Meskipun ada satu yang bersifat genetis dan sangat langka, dan satu lagi berhubungan dengan infeksi dalam saluran kemih, mayoritas penyakit ginjal berkaitan dengan balu yang terbentuk dari kalsium dan oksalat. Batu kalsium oksalat ini relatif umum ditemukan di negara-negara maju dan jarang di negara-negara berkembang.” Lagi-lagi, penyakit ini juga masuk ke dalam pola global, sama seperti penyakit “Barat” lainnya.

Baca Juga Yang satu ini ...
Dampak Luas: Penyakit Tulang, Ginjal, Mata, dan Otak

Saya pertama kali tersadar akan adanya koneksi antara pola makan dan penyakit ini adalah saat berada di Faculty of Medicine, University of Toronto. Saya diundang memberi seminar tentang temuan yang kami peroleh dalam China Study dan bertemu Profesor W. G. Robertson dari Medical Research Council di Leeds, Inggris. Kelompok penelitian yang dipimpin Dr. Robertson sedang menyelidiki hubungan antara makanan dan batu ginjal, baik dari segi teori maupun praktis. Penelitian mereka telah berlangsung 30 tahun dan masih terus berlanjut hingga kini. |ika kita mencari karya ilmiah Dr. Robertson yang pernah dipublikasikan, baik yang ditulis langsung atau sebagai penulis pendamping, paling tidak ada 100 judul sejak pertengahan 1960-an.

Salah satu grafik Dr. Robertson menunjukkan hubungan yang mengejutkan antara konsumsi protein hewani dan pembentukan batu ginjal (Grafik 10.4).” Grafik tersebut memperlihatkan bahwa dengan mengonsumsi protein hewani di atas 21 gram per orang per hari (kurang dari 1 ons) di Inggris Raya antara tahun 1958-1973 sangat terkait dengan tingginya angka pembentukan batu ginjal per 10.000 individu per tahun. Ini merupakan hubungan yang sangat luar biasa.

Hanya sedikit ilmuwan yang memperhatikan pertanyaan-pertanyaan mendetail seperti halnya Dr. Robertson dan rekan-rekannya. Mereka membangun sebuah model untuk mengestimasi risiko pembentukan batu ginjal dengan akurasi sungguh menakjubkan. Meskipun mereka telah berhasil mengidentifikasi enam faktor risiko batu ginjal,” konsumsi protein hewani adalah tersangka utamanya. Konsumsi protein hewani pada tingkat yang biasa kita jumpai di negara-negara makmur memicu perkembangan empat dari enam risiko faktor batu ginjal.”

Tidak hanya protein hewani terkait dengan risiko faktor pembentukan balu ginjal di masa mendatang, tetapi protein hewani juga terkait dengan batu ginjal itu sendiri. Temuan Dr. Robertson menunjukkan bahwa beliau berhasil mengatasi masalah batu ginjal pada pasien yang telah menderita batu ginjal berulang hanya dengan mengubah pola makan mereka, yaitu menjauhi makanan mengandung protein hewani.

Baca Juga Yang satu ini ...
Dampak Luas: Penyakit Tulang, Ginjal, Mata, dan Otak

Bagaimana cara kerjanya? Saat mengonsumsi makanan yang mengandung protein hewani dalam jumlah yang cukup, konsentrasi kalsium dan oksalat dalam urine meningkat taiam. biasanya dalam hitungan jam. Grafik 10.5 menunjukkan perubahan yang impresif ini, |uga diterbitkan oleh kelompok penelitian Dr. Robertson.”

Individu dalam penelitiannya mengonsumsi hanya 55 gram protein hewani per harinya dan ditambah 34 gram protein hewani lagi dalam bentuk ikan tuna. (unilah konsumsi protein hewani tersebut berada dalam angka normal konsumsi harian bagi kebanyakan penduduk Amerika. Laki-laki mengonsumsi sekitar 90-100 gram dari total protein per hari, umumnya berasal dari protein hewani, sedangkan perempuan sekitar 70-90 gram per hari.

Saat ginjal terus-menerus berada di bawah tekanan akibat meningkatnya kalsium dan oksalat, batu ginjal dapat terbentuk. Kutipan dari sebuah telaah ilmiah oleh Robertson pada tahun 1987 berikut ini akan menjelaskan peran pola makan, terutama makanan yang mengandung protein hewani. Urolithiasis (pembentukan batu ginjal) adalah masalah di seluruh dunia yang tampaknya diperparah oleh pola makan yang mengandung banyak produk susu. sangat kaya energi, dan rendah serat, yang dikonsumsi di kebanyakan negara industri. Bukti-bukti menunjukkan, khususnya, bahwa asupan protein dari daging yang tinggi adalah faktor dominan. Berdasarkan penelitian epidemiologis dan biokimia, sebuah perubahan ke arah pola makan yang lebih vegetarian dan tidak terlalu banyak mengandung energi diprediksikan dapat menurunkan risiko batu ginjal dalam populasi.

 

Sebuah efek mendasar dan meyakinkan terhadap pembentukan batu ginjal telah didemonstrasikanoleh makanan berbasishewani. Penelitian terbaru jugamenunjukkan bahwa pembentukan batu ginjal dapat dipicu oleh aktivitas radikal bebas” dan hal itu dapat dicegah dengan mengonsumsi makanan berbasis tumbuhan yang mengandung antioksidan (lihat Bab 4). Sekali lagi. pada organ dan jenis penyakit yang berbeda, kita menyaksikan sebuah efek yang saling bertolak-belakang (pada kasus ini adalah pembentukan batu ginjal) dari makanan berbasis hewani dan nabati.

Baca Juga Yang satu ini ...
Dampak Luas: Penyakit Tulang, Ginjal, Mata, dan Otak

KESIMPULAN
Ginjal, Nyeri ginjal akut perlu dijelaskan lebih lanjut. Gejala yang menyiksa ini disebabkan oleh batu yang mengkristal, dipaksa melalui pipa kecil dalam tubuh Anda (ureter) yang berfungsi mengalirkan urine dari ginjal ke kantung kemih

SUMBER                                           : RAHASIA SEHAT ORANG CHINA 

LIHAT ARTIKEL LAINNYA        : Jantung Koreoner

 

banner smartdetox bawah baru

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *