Gula “Dosa Putih” yang Harus Dihindari

Dalam seminar maupun talk show, saya sering sekali menyebut lima “dosa putih” yang perlu dihindari. Mengapa? Sebab kelima “dosa” itu dapat membahayakan kesehatan kita di masa depan. Menghindari lima “dosa putih” itu merupakan bagian dari gaya hidup sehat yang saya sarankan kepada setiap orang yang datang berkonsultasi. Apa saja yang termasuk dalam “dosa putih”?

I. GULA

Kebanyakan dari Anda mungkin menganggap gula berbahaya karena idenlik dengan istilah “penyakit gula” atau diabetes mellitus. Pada kenyataannya, gula menyimpan bahaya yang iauh lebih banyak dari itu. bila dikonsumsi secara rutin atau berlebih. Berikut ini beberapa di antaranya:

– Gula menurunkan tingkat kekebalan tubuh 3—6 iam setelah dikonsumsi, lika ada pembawa virus atau penyakit datang, kita akan mudah tertular penyakit tersebut.

– Sebuah penelitian di Amerika Serikat menyebutkan bahwa gula memproduksi radikal bebas paling tinggi di dalam tubuh.

– Mengonsumsi 300 kalori gula (sekitar sekaleng soda atau beberapa batang cokcIat) dalam waktu dua jam akan menaikkan kadar radikal bebas dalam tubuh hingga 140%.

– Gula memperbanyak hjkteri di dalam penccrnaan. sehingga mempercepat teriadinva fermentasi dan meningkatkan risiko tubuh menyerap racun dari udara kotor di dalam tubuh

Fakta tentang pemanis buatan

Pemanis buatan atau juga disebut sakarin (saccharin) banyak digunakan sebagai pengganti gula pasir atau gula putih. Sakarin merupakan pemanis berbahan sintetis yang berbentuk kristal, berwarna putih, dan memiliki 0 (nol) kalori. Belakangan, bahan itu diketahui bisa menyebabkan kanker pencernaan. Oleh sebab itu, kini penggunaannya telah dilarang di Kanada. Selandia Baru. serta beberapa negara di Eropa.

Sakarin terdiri dari tiga jenis, yaitu:

Aspartam (aspartame). Diketahui sebagai bahan yang berbahaya b.igi orang yang memiliki gangguan enzim (phenylketonuria). Konsumsi aspartam bisa menaikkan asam amino yang akan berdampak pada kebutaan, sakit kepala, mual. pusing tanpa sebab, serta penyimpangan memori dan visual.

Siklam.it (eyelamale). Penemuan terbaru menunjukkan zat ini sebagai salah satu penyebab penyusutan testis, walaupun dikonsumsi dalam jumlah sedikit.

Sucralose. Pemanis ini memiliki rasa 600 kali lebih manis daripada gula. Mengonsumsi pemanis ini akan membuat kita selalu menginginkan makanan manis. Tanpa disadari hal ini akan membuat konsumsi gula kita semakin besar. Sucralose juga diketahui sebagai salah satu unsur penyebab kanker.

Tambahan gula sering ditemukan dalam makanan yang juga mengandung lemak padat (mentega, keju. kue, cake, roti, sosis, es krim, kentang goreng, ayam goreng, dan lain-lain). Kebiasaan mengonsumsi berbagai jenis makanan itu akan membuat kita semakin ingin mengonsumsi makanan bergula. Bisa dibilang, tanpa sadar kita kecanduan makanan manis. Selain itu, konsumsi tambahan gula yang terlalu banyak juga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan seperti:

Kerusakan gigi. Semua bentuk gula memungkinkan bakteri untuk tumbuh dan mendorong timbulnya kerusakan gigi. Semakin sering Anda mengonsumsi makanan dan minuman dengan gula—baik yang alami ataupun yang tambahan—semakin besar kemungkinan Anda mengalami kerusakan gigi. Terutama bila Anda tidak menjaga kebersihan gigi dengan baik.

– Gizi buruk. Mengonsumsi makanan yang mengandung lemak padat dan gula tambahan akan meningkatkan asupan total kalori ke dalam pola makan Anda. Dan ketika Anda mendapatkan begitu banyak kalori dari makanan yang tinggi kandungan lemak padat dan gulanya, itu menandakan Anda kekurangan asupan yang mengandung serat, vitamin, dan mineral esensial.

– Kelebihan bobot badan. Biasanya ada penyebab tunggal untuk masalah ini. Namun pada kenyataannya, konsumsi gula tambahan yang rutin juga berkontribusi dalam menaikkan bobot tubuh. Kandungan gula pada makanan dan minuman membuatnya lebih padat kalori. Asupan kalori yang berlebih itu akan meningkatkan risiko Anda terhadap kelebihan berat badan dan obesitas. Peningkatan trigliserida. Trigliserida merupakan lemak darah yang berada di dalam low density lipoprotein (LDL) atau dikenal juga sebagai kolesterol jahat. Mengonsumsi makanan yang memiliki kadar trigliserida tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

KESIMPULAN
Gula, Kebanyakan dari Anda mungkin menganggap gula berbahaya karena idenlik dengan istilah “penyakit gula” atau diabetes mellitus.

SUMBER                                             : THE DETOX LIFESTYLE  “Natural Ways To Be Healthy”
LIHAT ARTIKEL LAINNYA          : Makan dengan Benar: Delapan Prinsip tentang Makanan dan Kesehatan

banner smartdetox bawah baru

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *