Hati-hati Terhadap Pewarna Makanan

 

Kesalahan pola makan ini biasanya terjadi pada anak-anak. Namun, tak menutup kemungkinan juga terjadi pada orang dewasa dan remaja. Pada umumnya, orang makan sesuatu lantaran tergugah seleranya berkat warna. Makanan memang bisa mcnarik pembeli karena tampilan warnanya yang menggoda.

Pewarna merupakan bahan tambahan penganan yang dapat mcmperbaiki penampakan makanan. Pe-nambahan bahan pewarna makanan mempunyai beberapa tujuan. Di antaranya adalah memberi kesan menarik bagi pembeli, menyeragamkan dan menstabilkan warna, serta menutupi perubahan warna akibat proses pengolahan dan penyimpanan.v

Selain bahan pewarna, ditambahkan pula bahan pengawet ke dalam makanan. Padahal, kedua bahan ini merupakan zat kimia yang banyak mengandung racun. Adapun bahan pewarna yang masih diperbolehkan untuk dipakai ialah

Hati-hati Terhadap Pewarna Makanan

Hati-hati Terhadap Pewarna Makanan

  • amarant (pewarna merah),
  • tartrazine (pewarna kuning),
  • erythrosine (pewarna merah),
  • fast green FCF (pewarna hijau),
  • sunset yellow (pewarna kuning), dan
  • brilliant blue (pewarna biru).

Meskipun bahan pewarna tersebut diizinkan, bukan berarti itu tidak berbahaya yang membuat Anda seenaknya dalam mengonsumsinya. Anda tetap harus selalu berhati-hati dan tidak boleh berlebihan dalam menggunakannya. Sebab, bahan pewarna tidaklah baik bagi kesehatan tubuh Anda. Dan, pewarna itu tetap meninggalkan efek yang negatif bila berlebihan masuk ke dalam tubuh.

Sementara itu, penggunaan tartrazine yang berlebihan juga dapat menyebabkan reaksi alergi, asma, dan hiperaktif, khususnya pada anak-anak. Penggunaan erythrosine yang berlebihan pun bisa mengakibatkan reaksi alergi pada pernapasan, hiperaktif pada anak, tumor tiroid pada tikus, dan efek kurang baik terhadap otak dan perilaku. Penggunaan fast green FCF secara berlcbihan dapat mcnyebabkan reaksi alergi dan produksi tumor. Adapun penggunaan sunset yellow yang berlebihan bisa mengakibatkan radang selaput lendir pada hidung, sakit pinggang, muntah-muntah, dan gangguan pencernaan.

Secara garis besar, pewarna dibedakan menjadi dua, yaitu pewarna alami dan sintetis. Pewarna alami, bisa berupa

  • daun suji (warna hijau),
  • daun jambu/daun jati (warna merah), dan
  • kunyit (warna kuning).

Kelemahan pewarna alami jenis ini adalah tidak homogen dan ketersediaannya terbatas, sedangkan kelebihannya ialah aman dikonsumsi.

Selain pewarna alami, ada pula jenis pewarna lainnya, yakni pewarna sintetis. Pewarna jenis ini mempunyai kelebihan, yaitu warnanya homogen dan penggunaannya sangat efisien karena hanya memerlukan jumlah yang sangat sedikit. Akan tetapi, kekurangannya ialah jika terkontaminasi logam berat, pewarna jenis ini akan berbahaya bagi tubuh.

Bisa jadi, Anda pun sering kali terjebak mengonsumsi makanan yang mengandung bahan pengawet. Ini juga berbahaya bagi tubuh Anda. Misalnya,

  • formalin, boraks, rhodamin-B (pewarna merah), dan
  • methanil yellow (pewarna kuning).

Pewarna ini tergolong pewarna sintetis. Khusus untuk methanil yellow dan rhodamin-B hanya diperbolehkan untuk pewarna barang hasil industri, seperti plastik, tekstil, kertas, keramik, ubin, dan lain sebagainya. Meskipun demikian, zat pewarna itu sering juga dipakai untuk pewarna makanan.

Rhodamin-B dan methanil yellow sering kali digunakan untuk mewarnai makanan, seperti kerupuk, makanan ringan, kembang gula, sirop, biskuit, sosis, makaroni goreng, minuman ringan, cendol, manisan, dan ikan asap. Zat pewarna sintesis ini bersifat racun jika digunakan sebagai pewarna makanan dan dapat memicu pertumbuhan zat karsinogenik yang menyebabkan munculnya penyakit kanker. Bila kelebihan dosis rhodamin-B dan methanil yellow bisa menyebabkan kanker, keracunan, iritasi paru-paru, mata, tenggorokan, hidung, dan usus.

Asumsi banyak orang ialah makanan yang terpampang dalam rak supermarket atau toko besar itu ialah makanan sehat. Sungguh, tidak sepenuhnya begitu. Justru, saat ini, Anda harus curiga terhadap makanan-makanan yang terlihat mewah dan bergengsi. Sebab, kesan yang mewah itu mungkin disertai dengan bahan-bahan pengawet dan pewarna.

Sumber :Kesalahan-kesalahan pola makan

Oleh : Ainun hidayah

Baca artikel menarik lainnya : Detoks Dengan Metode Air Putih

banner smartdetox bawah baru

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *