Ikan vs. Seafood

Ikan vs. Seafood

Tampaknya berbagai studi kesehatan yang menghubungkan manfaat ikan dengan jantung menunjukkan bahwa jenis hewan ini benar-benar bersahabat dengan organ jantung Penulis sangat menyarankan Anda untuk mengonsumsi protein ikan lebih sering dari jenis protein apa pun karena protein ini aman bagi segala umur, khususnya bagi penderita jantung koroner atau anak-anak dalam masa pertumbuhan.

Kandungan Omega 3-nya luar biasa dalam menunjang kesehatan jantung dan otak anak-anak usia pertumbuhan. Bahkan bagi orang dewasa, Omega 3 ini mampu mencegah kepikunan. Selain itu, mengonsumsi ikan secara rutin dapat meningkatkan kualitas sperma. Terlebih lagi, protein ikan aman dikonsumsi pagi, siang, dan malam.

Penulis mengelompokkan ikan berdasarkan kategori ikan bersisik dan ikan tidak bersisik. Ikan yang bersisik mengandung akilgliserol (enzim khusus) yang mampu menghambat masuknya merkuri (sejenis logam) ke dalam daging ikan. Merkuri dan jenis logam lainnya dipercaya memicu terjadinya kasus autis pada anak-anak.

Lalu apakah ikan tidak bersisik tidak memiliki vitamin dan kegunaan sama sekali? Jawabannya adalah ikan tidak bersisik juga memiliki zat berguna yang tinggi, seperti Omega 3 dan zat lainnya. Namun penulis mengajak Anda untuk mengecilkan risiko, terutama bagi anak-anak kita. Walaupun memiliki Omega 3 yang tinggi, ikan tidak bersisik mempunyai risiko kadar merkuri yang tinggi.

Hendaknya kita memilih makanan bukan hanya didasarkan pada bagusnya kandungan suatu bahan pangan tersebut, namun juga risiko yang dikandung. Contohnya, organ hati mempunyai protein dan vitamin A, namun mengandung kolesterol yang tinggi. Oleh karena itu, penulis lebih menyarankan wortel karena wortel memiliki vitamin A tanpa risiko meningkatkan kolesterol jahat kita.

Apa sebenarnya yang dikandung ikan sampai dia begitu berkhasiat? Ternyata daging ikan memiliki kandungan asam lemak Omega 3 yang berperan dalam melindungi jantung. Daging ikan ini mampu menurunkan kolesterol dalam darah, memperbaiki fungsi dinding pembuluh darah, menurunkan tekanan darah, mencegah terjadinya penggumpalan darah, dan sangat diperlukan untuk pembentukan otak.

Manfaat Seafood

Bolehkah saya makan seafood? Apakah seafood mengandung kolesterol? Adakah manfaatnya? Penulis berusaha membagikan pengetahuan agar dapat menjadi bahan untuk kebijakan. Semakin pintar, semakin bijak, semakin sehat.

Seafood mengandung Omega 3, asam lemak tak jenuh ganda, asam eicosapentaenoic (EPA), dan asam docosahexaenoic (DHA) yang baik bagi tubuh. Oleh karena itu, ikan dapat mencegah osteoporosis, me-nurunkan tekanan darah—sehingga aman dikonsumsi oleh penderita hipertensi, serta dapat membantu mengurangi berat badan.

Bahaya Seafood

Dalam mengonsumsi seafood, kita harus pintar, sehingga bijak dan akhirnya semakin sehat. Penulis sering mengulang kalimat tersebut karena memang kita harus belajar dengan bijak sehingga berguna di kemudian hari. Jangan terlalu sering makan lobster atau jenis udang-udangan dan kerang-kerangan (walau udang dan kerang juga punya vitamin yang berguna). Berdasarkan penelitian, ternyata semua jenis udang dan kerang bisa digunakan sebagai pembersih sampah dalam saluran pembuangan air kotor. Di laut, mereka adalah filter atas semua racun yang dikirim oleh sungai. Di pabrik-pabrik besar, mereka ditaruh di dalam pembersihan limbah karena mereka sangat berguna untuk menyerap kotoran dan racun.

Di tambak-tambak, udang atau kerang menyerap semua kotoran dan racun yang terlarut ke laut dari daratan di sekitarnya. Semakin kotor air tersebut, semakin gemuk udang tersebut karena semakin banyak makanan yang didapat. Alat pernafasan udang dan kerang itu penuh dengan ulat dan dagingnya penuh dengan logam berat beracun.

Jadi, jangan pernah pesan atau makan udang dan kerang lagi. Beritahu semua teman, sahabat, keluarga, dan kekasih tercinta agar mereka segera menghindari semua bentuk udang dan kerang sebagai salah satu makanan mereka.

Tahukah Anda mengapa banyak orang tua yang tanpa sebab yang jelas menderita penyakit paru-paru walaupun ia tidak merokok? Perhatikan apa yang dimakannya. Kalau dia suka makan daging, udang, atau kerang, tidak heran akhirnya ia terkena penyakit paru-paru Banyak dokter mengira itu karena penyakit keturunan, padahal yang diturunkan adalah kebiasannya, yaitu kebiasaan makan daging atau makan seafood.

Kepiting, Purin, dan Kolesterol

Anda suka menu kepiting? Hindari konsumsi berlebihan, apalagi bagi penderita asam urat. Kepiting mengandung basa purin yang dapat meningkatkan kadar asam urat dalam darah. Jadi, pengidap penyakit asam urat lebih baik menghindari dan sangat membatasi konsumsi kepiting.

Keasyikan menyantap kepiting memang kadang membuat kita lupa diri. Waspada! Kepiting mengandung kolesterol dengan angka yang cukup tinggi, sekitar 76 mg per 100 gram. Konsumsi kolesterol per hari yang dianjurkan maksimal sekitar 300 mg. Jadi, menyantap kepiting ukuran sedang dalam sehari sudah cukup untuk mendapatkan semua manfaatnya. Jangan berlebihan!

Namun jangan takut, kepiting juga kaya akan manfaat kok. Kandungan protein kepiting kurang lebih 22 gram per 100 gram. Kandungan asam aminonya juga lebih lengkap. Asam amino yang jumlahnya paling tinggi tiap 100 gramnya adalah glutamate 3.474 mg, aspartat 2.464 mg, arginin 1.946 mg, lysine 1.939 mg, dan leusin 1.768 mg. Seperti halnya hewan laut lainnya, daging kepiting juga kaya asam lemak Omega 3, yaitu sebanyak 407 mg per 100 gram. Asam lemak Omega 3 berfungsi menurunkan kadar kolesterol jahat dalam darah sehingga mencegah penyakit jantung. Selain itu, berperan juga dalam meningkatkan kekebalan tubuh, meningkatkan fungsi sistem saraf dan kesehatan mata, serta meningkatkan kecerdasan otak bila dibe-rikan sejak dini.

Kepiting juga mengandung vitamin B12 yang tinggi, yaitu sekitar 10,4 meg per 100 mg. Kandungan ini sudah mampu mencukupi kebutuhan harian vitamin B12 sebesar 174%. Nah, mulai sekarang, konsumsilah kepiting secara pintar dan bijak.

Solusi Makan Seafood

Bagi Anda penggemar makanan laut, membatasi konsumsi ikan memanglah sulit. Maka itu, solusinya adalah bukan dengan tidak makan ikan sama sekali, tapi Anda dapat mengurangi porsinya dan biasakan makan ikan yang bersisik. Tetap makanlah ikan dua kali seminggu sebanyak 12 ons.

Tidak semua ikan dan hewan laut bisa dengan cepat menyerap merkuri. Spesies yang berkemungkinan kecil menyerap merkuri antara lain udang, ikan nila, ikan salmon, ikan pollock, ikan bandeng, ikan gurami, dan ikan mujair. Kerang merupakan hewan laut yang berpotensi menyerap merkuri dalam jumlah besar, jadi cobalah menghindarinya.

Kesimpulan
Ikan vs. Seafood. Kedua-duanya sama-sama punya manfaat masing-masing, tapi alangkah lebih baik Anda memilih Ikan karna banyak Protein yang dikandung Ikan.

Ikan vs. Seafood

Ikan vs. Seafood

Sumber : SEHAT ITU PILIHAN
Artikel Lainnya :
Nyeri perut yang hebat

Ikan vs. Seafood

banner smartdetox bawah baru

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *