Jadi bahenol berkat lemak dan kolesterol

 

Jadi bahenol berkat lemak dan kolesterol, BETUL. Lemak dibutuhkan supaya yang tepos jadi bahenol. Tanpa kecukupan menu lemak, kulit jadi kering tak bercahaya, mata mungkin tampak kurang bugar, dan bisa jadi tulang terancam keropos, sebab hanya kalau lemak ada, vitamin A, D, E, dan K, penunjang sehatnya kulit dan tulang itu bisa terserap dan badan tidak sampai kekurangan tenaga. Jika lemak tak cukup, alih-alih bisa greng, sekadar menguap dan mengulet saja pun barangkali sudah tidak lagi kuat.

Kalau lagi di daerah bersuhu dingin, misalnya, orang merasa kepingin memilih makan sop sumsum sapi dan sate kambing pakai gajih. Seperti itu naluri makan orang Eskimo yang banyak mengonsumsi lemak dari minyak ikan. Pada cuaca dingin tubuh kita butuh lebih banyak mengonsumsi lemak.

Tapi bagaimana kalau tidak di udara dingin, dan badan sudah telanjur gembrot?

Ya. Orang modern cenderung sudah kelebihan berat badan. Bahkan sudah sejak kecil mula. Akibat menu melimpah lemak, hati tak sanggup lagi menyimpan lemak cadangan. Lemak lalu disimpan di bawah kulit. Perut, pinggul, ketiak, paha, dan payudara jadi luar biasa montok. Satu hal harus kita cemaskan, lemak yang berlebih masuk tubuh itu bakal tumpah ke dalam aliran darah.

Jadi bahenol berkat lemak dan kolesterol

Jadi bahenol berkat lemak dan kolesterol

Sekali dua kali lemak tumpah ke dalam darah tidaklah mengapa. Tapi jika lemak darah terus berlama-lama mengendon di situ, bikin pipa pembuluh darah berkarat, darah jadi lebih kental, dan seiring bertahun-tahun waktu berjalan, bikin pembuluh menyempit, dan kian tersumbat. Buat orang modern, yang beranggapan gemuk itu lambang kemakmuran, proses karat lemak begini sudah dimulai sejak usia remaja mula. Kalau penyumbatan pipa pembuluh darah, khususnya koroner, dan otak, 2% setiap tahunnya, cuma perlu waktu 20 tahun untuk menjadi tersumbat separuhnya. Dan itu yang terjadi.

Baca Juga Yang satu ini ...
Tips Langsing Cepat dengan jeruk nipis untuk wanita pasca lahiran

Jadi memang keliru kalau menu lemak berlebihan mendominasi meja makan sejak usia kanak-kanak. Pembuluh darah yang sudah berkarat lemak, tak bisa disikat atau digelontor supava karatnya luruh, kecuali dengan bedah endarterectomy.

Oleh karena gara-gara lemak banyak orang modern mati prematur akibat jantung koroner, dan stroke, serta kanker, menu lemak perlu sedikit dijauhi. Biar tidak seksi, asal bisa memperoleh umur panjang. Dengan pola makan rakus berarti kita menggali kubur sendiri.

Tetapi lemak dan lemak itu bisa berarti dua. Ada lemak bagus, ada lemak jelek. Tidak semua lemak perlu dimusuhi. Semua lemak nabati umumnya bersahabat, kecuali lemak kelapa. Tapi sejelek-jelek kelapa, sebagaimana sumber lemak nabati lainnya, semua bebas kolesterol.

Lemak dalam satai hati memang cuma sepersepuluh lemak kelapa, tapi kandungan kolesterolnya sebanyak telur. Begitu juga dengan pepes otak, kandungan lemaknva cuma seperempat lemak kelapa, namun kolesterolnya tujuh kali kolesterol hati.

Kolesterol sendiri berisi kolesterol jahat lebih dua kali kolesterol bijak. Sedang lemak, hanya lemak jenuh yang menjadi musuh tubuh kita. Lemak jenuh kelapa enam kali lemak jenuh daging sapi, delapan kali daging kambing, dan 30 kali daging ayam.

Yang perlu kita petik dari menu lemak hanyalah lemak tak jenuh (tunggal maupun ganda), asam lemak esensial, yang semuanya perlu banyak sebab menyehatkan. Daging ayam rendah lemak jenuhnya, namun tinggi lemak tak jenuh. Sedang kelapa tinggi lemak jenuhnya, dan nyaris tiada lemak tak jenuhnya.

Jangan takut makan banyak durian dan avokad, sebab lemak dalam kedua buah itu tergolong lemak tak jenuh tunggal yang menyehatkan. Sama seperti lemak bijak dalam minyak zaitun, minyak wijen, dan lemak omega dalam minyak ikan.

Baca Juga Yang satu ini ...
Indikasi Pencernaan

Semua susu mengandung lemak separuh lemak daging putih (ayam, kelinci, ikan), tapi hanya susu sapi dan susu kaleng yang mengandung kolesterol selain kandungan lemaknya tinggi pula. Lemak dalam air susu ibu cuma sepersepuluh susu kaleng fullcream, demikian pula kandungan lemak jenuhnya. Jika air susu ibu dianggap menu bijak buat tubuh manusia, seharusnya manusia tidak minum susu sapi, susu kerbau (lemaknya 4 kali susu sapi), atau susu kaleng agar tubuh kita tidak semontok sapi atau kerbau.

Dalam menu harian kita sumber makanan berlemak bervariasi, baik lemak hewani maupun lemak nabati. Sumber makanan berlemak hewani umumnya selain mengandung lemak ada kolesterolnya juga. Semua sumber lemak nabati tidak mengandung kolesterol. Jika diamati sumber makanan berlemak hewani paling bijak hanya ikan, terutama ikan laut. Lemaknya cuma sepertiga daging sapi, lemak jenuhnya pun seperlimanya, dan kolesterolnya tidak lebih tinggi dari daging. Kelebihan ikan dibanding daging, kandungan lemak tak jenuhnya bermanfaat.

Di antara daging-dagingan, daging putih (bukan sapi, kambing, babi, kerbau), unggas khususnya yang paling bersahabat untuk terus dikonsumsi. Daging ayam, unggas umumnya, kendati tinggi lemaknya, namun rendah lemak jenuhnya, dan tinggi lemak tak jenuhnya, namun kolesterolnya lebih rendah dari daging sapi.

Banyak sumber makanan berlemak tidak tinggi, namun kolesterolnya tinggi. Bahan makanan tersebut berturut-turut, otak babi 35 kali daging sapi, otak sapi 30 kali daging sapi, ginjal sapi 10 kali daging sapi, jeroan 5 kali daging sapi, kuning telur 4 kali daging sapi.

Anda doyan makan udang rebus? Udang betul nyaris tidak mengandung lemak jenuh, namun kolesterolnya hampir dua kali kolesterol daging sapi. Lemak pada daging kambing lebih rendah dari daging sapi. Kandungan lemak jenuh minyak babi memang cuma sepertiga minyak kelapa, namun kolesterolnya lebih tinggi dari daging merah (sapi, kambing, dan kerbau).

Baca Juga Yang satu ini ...
Langkah-Langkah Memiliki Tidur Puas Dan Berkualitas

Bagaimana kalau doyan makan kacang rebus? Lemak dalam kacang tanah memang tinggi, sama tinggi dengan lemak jenuh minyak jagung, namun kandungan lemak tak jenuh yang menyehatkannya mengalahkan kacang kedele. Di antara minyak-minyak yang sehat, minyak jagung dan minyak bunga matahari rendah lemak jenuhnya, namun sangat tinggi lemak tak jenuhnya. Masalahnya buat kita minyak jagung akan berubah bisa menjadi lemak jenuh jika dipanaskan, atau dipakai berulang.

Menu yang bijak itu harus rendah lemak jenuh, rendah pula kolesterol. Jadi jenis menu harian yang perlu selalu kita pilih tentu yang lemak jenuh dan kolesterolnya minimal, dan seberapa dapat lemak tak jenuhnya tinggi. Lemak jenuh berkomplot dengan kolesterol menambah tebal karat lemak pembuluh darah tubuh. Karat pembuluh berbahaya jika menyumbat pembuluh koroner jantung, otak, mata, dan ginjal.

Agar tubuh sehat lemak tak jenuh, asam lemak esensial, perlu lebih banyak dikonsumsi. Oleh karena semua lemak nabati tidak mengandung kolesterol, maka pilihlah lemak nabati yang rendah kandungan lemak jenuhnya, dan tinggi lemak tak jenuhnya.

Kacang kedele paling rendah kandungan lemak jenuhnya, hanya seperlimabelas minyak kelapa, namun kandungan lemak tak jenuh kedele tak setinggi minyak zaitun, minyak bunga matahari, minyak kacang tanah, dan minyak jagung.

Perlu kita ingat, bahwa mesin tubuh kita tak cukup memperoleh lemak hanya dari lemak nabati. Supaya sehat tubuh membutuhkan lemak hewani juga. Maka jangan terlalu memusuhi lemak hewani, jangan pula menjadi rakus mengonsumsi lemak nabati seenak lidah. Namanya juga lemak, betapa bersahabat sekalipun, tak elok buat tubuh, kendati pasti betul lemak dalam kerupuk, jenang, dan kacang koro sudah bikin body jadi denok betul.

Sumber : Cara sehat

Oleh : Dr. Handrawan Nadesul

Baca artikel menarik lainnya : Pentingnya Minum Cukup Air

banner smartdetox bawah baru

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *