JANGAN DIET SEMBARANGAN!

JANGAN DIET SEMBARANGAN!

Wanita mana yang tak menginginkan bentuk tubuh ideal? Beragam cara pun ditempuh, yang paling popuier adalah diet. Hati-hati, jangan sembarangan memilih jenis diet.

Yakin dengan penampilannya memang mendongkrak kepercayaan diri seseorang dalam menjalankan aktivitas sehari-harinya. Tak heran jika salon kecantikan dan pusat kebugaran atau senam selalu menjadi tempat yang diminati.

Entah sejak kapan muncul gambaran bahwa wanita cantik adalah yang memiliki tubuh langsing ideal. Yang pasti, di era modern seperti sekarang ini banyak sekali penawaran menggiurkan untuk mendapatkannya. Tak sedikit yang kemudian rela menguras isi dompet untuk belanja peralatan atau berbagai produk penurun berat badan. Sebagian lagi, atas nama diet mereka rela kelaparan demi mengurangi jadwal dan porsi makannya. Lebih parahnya, ada yang berusaha memuntahkan seluruh makanan yang telah dikunyahnya.

“Itulah jika orang menyalahartikan diet,” ujar dr. Inge Permadhi, MS, SpGK. Menurut dia,

diet bukanlah tidak memberikan asupan makanan pada tubuh kita selama satu atau beberapa hari. Diet juga bukan salah satu alas an utama untuk menurunkan berat badan karena masih ada beberapa faktor pendukung seperti misalnya olahraga dan aktivitas fisik lainnya.

“Diet berarti pengaturan makanan, pengaturan di sini pun berbeda-beda makna tergantung dari konteksnya. Dalam beberapa pengertian, diet diartikan sebagai menjaga asupan makanan dan minuman sehingga asupan gizi setiap harinya terpenuhi. Karena diet tidak hanya berfungsi untuk menurunkan berat badan akan tetapi dapat juga untuk menambah berat badan atau untuk kesehatan tubuh kita,” katanya.

Diet yang dilakukan oleh setiap individu akan berbeda. Karenanya ketika hendak melakukan diet, seseorang harus memperhatikan usia, berat badan, kesehatan, suasana dan juga aktivitas yang setiap hari dilakukan.

HARUS SEIMBANG

Selain demi menjaga penampilan, diet juga menjadi alasan untuk menjaga kesehatan. Seperti misalnya untuk mengurangi obesitas yang memang dapat mengganggu kesehatan seperti rentan terkena penyakit jantung, pembuluh darah, dan penyakit lainnya.

“Ada juga diet untuk orang sakit diabetes, dan sakit lainnya karena diet bukan saja berarti orang gemuk ingin kurus. Diet yang seperti itu berarti diet obesitas atau diet overweight,” jelas dokter yang berpraktik di Brawijaya Hospital ini.

Menurutnya, dalam melakukan diet, siapa pun harus memperhatikan program pelangsingan yang tepat. Kuncinya, bagaimana mengonsumsi makanan yang sehat dan melakukan aktivitas fisik yang sehat pula.

“Orang yang ingin menurunkan berat badan dengan cara instan, misalnya beratnya dari 150 kg ingin menjadi 50 kg dalam 2 bulan, lalu dia pakai segala cara seperti obat pencahar atau obat-obat pelangsing. Tidak bisa seperti itu,” dr. Inge menegaskan dr. Inge membenarkan bahwa diet banyak macamnya. Dalam pelaksanaannya pun ada ketentuan-ketentuan yang harus

diperhatikan. Jika ingin melakukan diet obesitas misalnya, ada aturan rekomendasi untuk orang yang ingin menurunkan berat badannya.

“Diet itu banyak macamnya, tapi mesti dilihat, aman atau tidak? Yang baik adalah diet seimbang, misalnya mengonsumsi 500-1000 kalori tapi komposisi makanannya normal. Jika diet yang misalnya hanya dengan makan apel 7 buah, menurut saya tidak benar,” katanya. Hukumnya kata dia, makanan yang dikonsumsi harus seimbang dengan komposisi karbohidrat 50% – 60%, Protein 15 % -20%, baru sisanya lemak.

Dengan mengonsumsi 500-1000 kalori per hari maka dalam seminggu berat tubuh akan turun % -1 kg. Anda tetap membutuhkan kalori agar tubuh tetap prima. Hal ini karena jika metabolisme berjalan lambat, kesempatan lemak menimbun dalam tubuh pun makin besar. Bukannya langsing, malah penyakit yang datang.

“Sehari-hari jika kita biasanya makan sampai 5000 kalori lalu harus menurun langsung jadi 1500 kalori misalnya, tentu berat. Maka lakukan secara perlahan agar tidak merasa berat karena diet itu sifatnya kan long time, tetap harus terus dipertahankan,” jelasnya lagi.

Selain itu, hindarilah makanan tinggi kalori, tinggi gula, dan tinggi lemak. “Misalnya makanan berminyak, daging yang ada gajih, mentega, dan margarin. Makanan-makanan ini rasanya memang enak dan gurih sehingga bikin orang ketagihan tapi tak sehat,” ujar dr. Inge.

Untuk menjaga energi, Anda juga tetap membutuhkan karbohidrat, namun jaga juga jumlahnya.

Kesimpulan
JANGAN DIET SEMBARANGAN! Memang benar kalimat sepeti itu, karna sebelum Kita melakukan Diet, Kita harus tahu Metode yang benar.

JANGAN DIET SEMBARANGAN!

JANGAN DIET SEMBARANGAN!

Sumber : WANITA INDONESIA Tabloid
Artikel Lainnya : Hiasan di Bibir

banner smartdetox bawah baru

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *