Junk food adalah makanan sampah

 

Kesalahan pola makan selanjutnya adalah lebih suka mengonsumsi junk food. Secara harfiah Junk food adalah makanan sampah atau makanan rongsokan karena tidak mengandung gizi yang memadahi bagi tubuh, bahkan bisa menimbulkan penyakit. Biasanya, yang menjadi sasaran junk food adalah fast food (makanan cepat saji). Namun, banyak ahli gizi yang menyatakan bahwa tidak semua fast food itu termasuk junk food. Sebab, di antara makanan cepat saji ada yang masih mengandung gizi.

Fast food tidak sama dengan junk food. Sebab, bahan penyusun fast food termasuk golongan pangan bergizi. Adapun yang paling penting dalam hal ini ialah pengaturan frekuensi makan agar tidak mengonsumsinya secara berlebihan.

Ada sebuah asumsi bahwa maraknya penyakit-penyakit ganas yang melanda masyarakat saat ini karena dipicu oleh keberadaan junk food. Kesalahan pola makan yang lebih tertuju pada makanan-makanan junk food, seperti burger dan kentang goreng termasuk kategori makanan yang tinggi lemak, protein, dan kalori.

Junk food adalah makanan sampah

Junk food adalah makanan sampah

Sering kali mengonsumsi fast food membuat pasokan kalori meningkat sekaligus mudah mengalami kegemukan sehingga membahayakan kondisi tubuh. Kesalahan pola makan ke arah junk food tersebut merupakan cermin pergeseran pola hidup masyarakat yang diliputi oleh kesibukan, kecepatan, dan ketergesa-gesaan.

Fast food muncul sebagai jawaban bagi masyarakat modern yang dilanda oleh kecepatan dan kesibukan kerja. Mereka selalu membutuhkan waktu yang sangat efisien untuk makan. Kehadiran fast food tentu saja sangat disukai oleh mereka karena lebih praktis, efektif, dan efisien. Fast food ini bisa dikonsumsi di mana pun, baik sembari jalan, menulis, serta melakukan aktivitas lainnya.

Meskipun demikian, perlu dipahami bahwa tidak semua fast food merupakan junk food. Ada beberapa jenis makanan fast food yang masih mengandung banyak gizi, misalnya burger. Sebab, di dalamnya ada daging, sayur, roti, dan lain-lain.

Baca Juga Yang satu ini ...
Gejala awal penyakit ginjal dan pencegahannya

Sebenarnya, suatu makanan dianggap junk food jika menimbulkan berbagai problem penyakit lantaran mengandung lemak tinggi dan dikonsumsi secara berlebihan. Dengan demikian, setiap makanan, bukan hanya fast food, berpotensi sebagai junk food bila mengandung lemak yang tinggi dan dikonsumsi secara berlebihan.

Jadi, sebuah makanan bisa menjadi junk food bukan semata karena kandungan unsurnya, melainkan juga lanraran pola makan dan sikap hidup. Meskipun suatu makanan termasuk fast food, namun jika mengandung gizi yang seimbang dan dikonsumsi secara wajar, maka itu bukanlah junk food.

Jika dikonsumsi secara berlebihan, junk food bisa menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, seperti obesitas (kegemukan), diabetes mellitus, hipertensi (tekanan darah tinggi), pengerasan pembuluh darah, penyakit jantung koroner, stroke, kanker, dan lain sebagainya.

Junk food lebih banyak dikonsumsi oleh masyarakat menengah ke atas. Bagi masyarakat ini, jajan hamburger, pizza, atau fried chicken dapat berarti memasukkan “makanan rongsokan” ke dalam tubuh. Sebab, dalam kehidupan sehari-hari, mereka banyak mengonsumsi makanan berlemak, bahkan mungkin sudah berlebihan.

Lain halnya dengan masyarakat menengah ke bawah. Sebab, mereka lebih banyak mengonsumsi sayur-sayuran ketimbang protein dan lemak, sehingga konsumsi makanan fast food semacam hamburger atau pizza tidak sampai menjadi junk food.

Junk food adalah makanan sampah, Dengan demikian kesalahan mengonsumsi junk food adalah ketika Anda setiap hari mengonsumsi makanan yang mengandung lemak dan protein tinggi, tetapi masih saja suka mengonsumsi makanan fast food atau makanan tradisional yang kandungan lemak dan proteinnya tinggi.

Sumber :Kesalahan-kesalahan pola makan

Oleh : Ainun hidayah

Baca artikel menarik lainnya : Cara detoks sederhana

banner smartdetox bawah baru

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *