Kanker Dan Karsinogen

Kanker Lain, Karsinogen Lain

Baik, inilah pertanyaan puncaknya. Bagaimana penelitian ini berguna bagi kesehatan manusia, dan khususnya, kanker hati pada manusia? Cara untuk menginvestigasi pertanyaan ini adalah dengan meneliti spesies lain, karsinogen lain, dan organ lain. lika efek kawin di kanker konsisten untuk seluruh kategori, sudah jelas kesimpulan tersebut layak mendapat perhatian. )adi, cakupan penelitian pun bertambah luas, untuk melihat apakah penemuan-penemuan ini dapat menjawab keraguan.

Sementara penelitian kami dengan tikus masih berjalan, ada penelitian lain yang dipublikasikan mengklaim bahwa infeksi kronis akibat virus hepatitis B {hepatitis B virus/} IBV) adalah faktor risiko utama penyebab kanker hati pada manusia. Dipercaya bahwa orang yang kronis terinfeksi HBV memiliki 20-40 kali risiko terserang kanker hati.

Selama bertahun-tahun, banyak penelitian telah dilakukan untuk mengetahui bagaimana virus ini memengaruhi kanker hati. Hasilnya, satu bagian dari gen virus memasukkan dirinya ke dalam materi genetis hati tikus, yang kemudian memulai tahap inisiasi kanker hati. lika percobaan tersebut dilakukan dalam laboratorium dengan subjek hewan, hewan subjek itu disebut transgenik.

Secara harfiah, semua penelitian yang dilakukan di laboratorium lain mengenai tikus-tikus transgenik HBV terutama dilakukan untuk memahami mekanisme molekuler yang digunakan HBV. Tidak ada perhatian yang diberikan kepada nutrisi dan efeknya terhadap pertumbuhan tumor.

Kami pun ingin mengetahui tentang efek kasein terhadap kanker hati yang terinisiasi HBV di tikus putih. Salah seorang mahasiswa pascasarjana yang brilian dari China dalam kelompok penelitian saya, Jifan Hu, melaksanakan penelitian untuk menjawab pertanyaan ini. Penelitiannya dibantu oleh Dr. Zhiqiang Cheng. Kami membutuhkan sebuah koloni tikus putih transgenik. Terdapat dua tempat “pengembangbiakan” tikus-tikus semacam ini dan masing-masing habitat memiliki bagian HBV yang berbeda tertanam di gen hati mereka. Oleh sebab itu, tikus-tikus tersebut sangat rawan terhadap kanker hati. Saya menghubungi ilmuwan yang bertanggung jawab dan meminta bantuan sehingga kami dapat memiliki satu koloni tikus putih sendiri. Kedua ilmuwan tersebut menganggap mempelajari efek protein adalah hal bodoh. Saya juga mengajukan permohonan dana dan para penyelia tidak menerima ide efek nutrisi terhadap kanker yang diinduksi virus, terutama efek dari protein dalam makanan.

Akhirnya, kami berhasil mendapatkan pendanaan, meneliti kedua habitat tikus putih dan memperoleh hasil yang sangat sama dengan yang kami peroleh dari penelitian sebelumnya. Anda dapat melihat hasilnya. Kumpulan gambar (Gambar 3.10) menunjukkan potongan melintang dari hati tikus putih dilihat menggunakan mikroskop. Material berwarna gelap adalah indikasi pertumbuhan kanker (acuhkan “lubang”; itu hanyalah potongan melintang dari pembuluh vena) terdapat pembentukan awal kanker yang intens pada hewan dengan 22% kasein (D), jauh lebih sedikit pada hewan dengan 14% kasein (C), dan tidak ada pada hewan dengan 6% kasein (B). Sisa gambar (A) menunjukkan hati yang tidak memiliki gen virus (kelompok kontrol).

Kumpulan grafik (Grafik 3.11) menunjukkan ekspresi (aktivitas) dari kedua gen HBV penyebab kanker yang dimasukkan ke dalam hati tikus putih. Kedua gambar dan grafik menunjukkan hal sama. Pola makan 22% kasein mengaktifkan ekspresi gen virus untuk menyebabkan kanker, sementara pola makan 6% kasein menuniukkan hampir tidak ada aktivitas semacam itu.

Kanker Lain, Karsinogen Lain

Kanker Lain, Karsinogen Lain

Kanker Lain, Karsinogen Lain

Kanker Lain, Karsinogen Lain

 

Sekarang, kita telah memiliki informasi lebih dari cakup untuk menarik kesimpulan bahwa kasein. protein sakral yang terkandung dalam susu sapi, secara dramatis memicu kanker hati pada:

–        Tikus yang diberi dosis allatoxin dan

–       Tikus putih yang terinfeksi HBV.

Tidak hanya efek-efek tersebut yang penting, tetapi kami juga menemukan sebuah jaringan dan jalur pelengkap yang digunakan.

Pertanyaan berikutnya, dapatkah kita mengeneralisasikan penemuan ini dengan kanker lain dan karsinogen lain? Di University of Illinois Medical Center di Chicago, sekelompok peneliti lain meneliti kanker payudara pada tikus. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa peningkatan asupan kasein memicu perkembangan kanker payudara. Mereka menemukan bahwa asupan kasein lebih tinggi dapat:

• Memicu kanker payudara bagi tikusyangdiberidosisdua karsinogen eksperimental (7,12-diinethybcnz(a)anthracena (DBMA) dan N-nitroso-methylurea (NMU), beroperasi melalui sebuah jaringan reaksi yang berkombinasi untuk meningkatkan kanker, dan

• Beroperasi melalui sistem hormon wanita yang sama dengan yang beroperasi pada manusia.

 

KESIMPULAN
Kanker Dan Karsinogen bisa Anda kenali perbedaannya seperti Artikel diAtas.

SUMBER                               : RAHASIA ORANG CHINA
LIHAT ARTIKEL LAINNYA : Gejala Penyakit Wilson dan Penyembuhan

banner smartdetox bawah baru

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *