Kanker DiNegara China

Atlas Kanker

Pada awal 1970-an, Perdana Menteri China, Zhou Enlai, menderita kanker. Dalam cengkeraman penyakit mematikan tersebut, PM Zhou berinisiatif membuat survei berskala nasional untuk mengumpulkan informasi tentang penyakit yang belum banyak orang pahami. Itu sebuah survei monumental mengenai tingkat mortalitas dari 12 jenis kanker yang berbeda di lebih dari 2.400 distrik di China dan 880 juta (96%) penduduk mereka. Survei tersebut sangat menakjubkan. Dengan melibatkan 650.000 pekerja, sebuah proyek penelitian biomedis paling ambisius telah dilaksanakan. I lasil akhirnya sungguh indah, atlas dengan kode warna menunjukkan lokasi jenis kanker tertentu memiliki angka tinggi dan sebaliknya, lokasi kanker tersebut hampir tidak ada.’

GAMBAR 1

Alias ini sangat jelas menunjukkan bahwa di China, kanker secara geografis terlokalisasi. Beberapa kanker >auh lebih umum diiumpai di beberapa lokasi daripada lokasi lainnya. Penelitian-penelitian sebelumnya pun telah mengindikasikan pemikiran tersebut, memperlihatkan bahwa kejadian kanker bervariasi antara negara-negara yang berbeda ‘4Namun, data dari China ini jauh lebih menakiubkan karena variasi geografis dari tingkat kejadian kanker jauh lebih besar (Tabel 4.2). Hal itu |uga terjadi di negara yang 87% populasinya berasal dari kelompok etnik yang sama, yaitu orang-orang Man.

Gambar 2

Mengapa terdapat variasi yang begitu masif dalam tingkat kejadian kanker di antara distrik yang berbeda, sementara latar belakang genetis serupa? Mungkinkah ini dipengaruhi faktor lingkungan/gaya hidup dan bukan genetis? Beberapa peneliti terkemuka telah mencapai kesimpulan tersebut. Para penulis sebuah ulasan besar tentang pola makan dan kanker, yang dipresentasikan di hadapan Dewan Kongres Amerika Serikat pada tahun 1981, memperkirakan bahwa genetis hanya menentukan sekitar 2-3% dari seluruh risiko kanker *

Data di balik penelitian ini sungguh mencolok. Distrik dengan tingkat kejadian kanker tertentu angka tertingginya 100 kali lipat daripada distrik dengan angka terendah. Itu adalah angka yang sungguh menakjubkan. Sebagai perbandingan, kami memiliki data bahwa di Amerika, paling banyak hanya berbeda dua atau tiga kali lipat untuk kejadian kanker antarnegara bagian.

Bahkan, perbedaan yang sangat kecil dan relatif tidak penting dalam tingkat kanker selalu menyebabkan berita heboh, biaya besar, dan perubahan politik. Ada kisah yang cukup terkenal di New York mengenai peningkatan tingkat kejadian kanker payudara di Long Island. Sejumlah besar uang (sekitar US$30 juta5) dan waktu penelitian bertahun-tahun dihabiskan untuk menyelidiki masalah ini. Dua distrik di Long Island memiliki tingkat kanker payudara hanya sekitar 10-20% lebih tinggi dari rata-rata nasional. Perbedaan ini telah cukup menjadi berita di halaman muka, menakuti semua orang, dan memaksa para politisi bertindak. Berbanding kontras dengan penemuan di China, tempat sebagian distrik memiliki tingkat kanker 100 kali (10.000%) lebih tinggi dari distrik yang lain.

Karena China relatif bersilat homogen secara genetis, sudah jelas bahwa perbedaan tersebut dapat dijelaskan oleh sebab-sebab dari lingkungan. Hal ini menimbulkan pertanyaan kritis.

Mengapa kanker begitu tinggi di sebagian daerah rural (pedesaan) di China dan di sebagian lainnya tidak?

• Mengapa perbedaan tersebut sangat jauh?

• Mengapa jumlah keseluruhan kanker di China lebih sedikit daripada di Amerika?

Semakin dalam pembahasan saya dengan Dr. Chen, semakin besar pula keinginan kami untuk mendapatkan gambaran waktu dari kondisi pola makan dan lingkungan di daerah rural China. Seandainya saja kami dapat melihat ke dalam kehidupan orang-orang tersebut sehingga dapat mempelajarinya selama bertahun-tahun ke depan. |ika dapat melakukan hal itu, kami mungkin dapat menawarkan sebagian jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan di atas.

Menarik Kesimpulan

Kami membentuk sebuah tim kelas dunia. Di dalamnya ada Dr. Chen, seorang deputi direktur laboratorium diet dan kesehatan milik pemerintah yang paling penting di seluruh China. Kami mendaftarkan Dr. lunyao I.i, salah satu penulis Canccr Atlas Survey dan ilmuwan kunci di China’s Academy of Medical Sciences pada Kementerian Kesehatan. Anggota ketiga adalah Richard Peto dari Universitas Oxford. Dianggap sebagai salah satu ahli epidemiologi terbaik di dunia, Peto dianugerahi gelar kesatria dan menerima beberapa penghargaan untuk penelitian tentang kanker. Saya menggenapi tim tersebut sebagai Direktur Proyek.

Semuanya berialan sempurna. Penelitian ini adalah proyek penelitian besar pertama antara China dan Amerika. Kami menyelesaikan semua masalah dengan pendanaan, menyingkirkan gangguan dari ClA maupun kecurigaan pemerintah China. Kami memutuskan untuk meneliti sekomprehensaf mungkin. Dengan Atlas Kanker, kami memiliki akses ke tingkat mortalitas pada sekitar empat lusin jenis penyakit berbeda, termasuk kanker. penyakit jantung, dan penyakit-penyakit infeksi. Kami mengumpulkan data dari 367 variabel dan membandingkan setiap variabel. Kami mengunjungi 65 distrik di seluruh China serta melakukan wawancara dan uji darah terhadap 6.500 orang dewasa. Kami mengambil contoh urine serta mengukur secara langsung semua yang dikonsumsi oleh seluruh keluarga dalam periode tiga hari dan menganalisis contoh makanan dari pasar-pasar di seluruh negeri.

Distrik yang terpilih sebagai subjek penelitian terletak di daerah rural dan semi-rural di China karena kami ingin meneliti orang-orang yang umumnya hidup dan makan di daerah yang sama selama hampir sepanjang hidup mereka. Strategi ini sukses besar karena kami mendapati bahwa rata-rata 90-94% subjek orang dewasa di setiap distrik masih tinggal di distrik yang sama tempat mereka dilahirkan.

Saat selesai melakukan penelitian, kami memiliki lebih dart H.OCM) asosiasi yang memiliki signifikansi statistik antara variabel gaya hidup, pola makan, dan penyakit. Kami telah melakukan penelitian yang tiada duanya dalam hal kekomprehensifan. kualitas, dan keunikan. Kami telah melakukan apa yang disebut oleh New York Times sebagai Grand Prix of Epidemiology. Secara singkat, kami berhasil menciptakan gambaran waktu yang dulu pernah kami impikan.

Ini adalah kesempatan sempurna untuk menguji prinsip-prinsip yang kami temukan dalam percobaan dengan subjek hewan. Akankah hasil di laboratorium konsisten dengan pengalaman manusia di dunia nyata? Akankah penemuan kami mengenai kanker hati di tikus yang diinduksi atlatoxin dapat diaplikasikan ke kanker tipe lain dan jenis penyakit lain pada manusia?

KESIMPULAN
Kanker DiNegara China
klo dilihat digambar memang cukup menonjul. Jika Negara kita tidak mau seperti itu, Mulailah Hidup Sehat dari sekarang.

SUMBER                                  : RAHASIA ORANG CHINA
LIHAT ARTIKEL LAINNYA        : Indikasi Sistem Kekebalan Tubuh

banner smartdetox bawah baru

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *