Kanker Serviks atau Kanker Leher Rahim

KANKER SERVIKS

Para ahli mengatakan bahwa setiap organ dalam sistem reproduksi wanita dapat mengalami keganasan (kanker), yang tingkat kerentanannya bervariasi. Yang paling sering antara lain yaitu serviks (leher rahim), indung telur (ovarium) dan dinding rahim (endometrium). Usia merupakan faktor penting yang mempengaruhi peluang seorang wanita untuk menderita kanker. Risiko terbesar kanker serviks dijumpai pada usia 40-49 tahun. Dan setelah masa meopause, peluang untuk menderita kanker serviks dan kanker organ kandungan lainnya, semakin besar.

Gejala

> Pada tahap awal, kanker serviks seringkali tanpa gejala.

> Pada stadium lanjut, kanker serviks menyebabkan perdarahan vagina yang abnormal. Pendarahan dapat mulai dan berhenti diantara periode menstruasi yang teratur atau mungkin terjadi setelah melakukan hubungan seksual atau pemeriksaan kandungan

> Keluarnya cairan vagina yang berlebihan juga bisa menunjukkan bahwa kanker telah berkembang ke stadium lanjut.

Penyebab

> Studi menunjukkan bahwa kanker serviks lebih sering terjadi pada wanita yang pada usia muda telah melakukan hubungan intim, wanita yang berganti-ganti pasangan seksual atau wanita yang pasangan seksualnya melakukan hubungan seksual juga dengan banyak wanita lainnya. Kanker serviks juga bisa disebabkan oleh infeksi akibat virus papiloma manusia (HPV).

> Hormon juga berperan. Dibandingkan dengan pada pengguna kontrasepsi diafragma, kasus kanker serviks lebih banyak ditemukan pada wanita yang menggunakan pil KB.

> Diet dan gaya hidup juga diyakini memainkan peran kunci. Namun, ketika kaitan antara diet tertentu, gaya hidup dan risiko terjadinya kanker telah dipastikan, dinamika dibalik hubungan sebab-akibatnya belum diketahui sepenuhnya.

> Gen yang rusak telah dipersalahkan untuk segala sesuatu yang berkaitan dengan kejahatan kanker. Seseorang tidak mewarisi penyakit itu dengan sendirinya, tetapi sifat-sifat fisiologis dan psikologis yang menjadikannya cenderung menderita penyakit tersebut. Hal ini juga berlaku untuk kanker serviks.

Apa yang dapat Anda lakukan

> Jika Anda didiagnosis kanker serviks, berlapangdadalah. Pada tahap awal, biasanya dapat disembuhkan tanpa banyak kesulitan dan tanpa efek yang tak diinginkan.

> Peldjari. Selidiki. Ketahuilah apa yang Anda hadapi dan apa yang Anda alami untuk melawan penyakit ini. Perasaan tidak berdaya dan putus asa biasanya dapat dikesampingkan ketika rasa takut pada sesuatu yang tidak diketahui hilang.

> Aktif dalam mengambil keputusan. Perbaharui diri dengan pengetahuan perawatan terbaru. Baca, bicara dengan pasien lain dan dokter, cari informasi kanker serviks di internet. Pertimbangkan pro dan kontra pilihan pengobatan bersama dokter Anda.

> Ingat, pengobatan dapat mempengaruhi kemampuan dalam melakukan hubungan seksual dan memiliki anak. Kanker serviks stadium awal dapat disembuhkan tanpa efek samping, tetapi kanker stadium lanjut, mungkin memerlukan tindakan histerektomi-operasi pengangkatan rahim dan leher rahim-sehingga Anda tidak mungkin dapat memiliki anak. Jika menginginkan untuk memiliki anak, Anda mungkin dapat memilih tindakan yang tidak terlalu ekstrim, yang diikuti oleh pemeriksaan fisik dua kali dalam setahun.

Di sisi lain, jika Anda berusia lanjut atau memilih untuk tidak hamil, histerektomi akan menjadi pilihan terbaik bahkan walaupun kanker berada di tahap awal. Pertimbangkanlah pilihan Anda.

> Makanlah dengan baik dan benar, meskipun Anda tidak menyukai makanannya. Tetaplah mengonsumsi diet yang dianjurkan. Tubuh Anda membutuhkan makanan untuk memelihara dan membangun kembali jaringan agar mendapatkan kekuatan kembali.

> Berolah raga, jika memungkinkan, karena latihan fisik dapat menyingkirkan ketegangan atau kemarahan dan membangun selera makan Anda.

> Buatlah buku harian mengenai efek samping yang dialami saat pengobatan.

> Batasi aktivitas jika Anda mudah lelah, hindari kerumunan orang banyak dan hindari situasi yang memudakan Anda terinfeksi. Namun, jangan biarkan penyakit atau efek samping pengobatan mengambilalih kehidupan sosial Anda. Penting untuk mempertahankan sikap optimis untuk melawan penyakit.

> Sisihkan waktu untuk relaksasi setiap hari. Meditasi dan doa, khususnya, telah terbukti membantu.

> Melakukan pemeriksaan lanjut (misalnya CT scan, USG) untuk mengonfirmasi temuan awal dan mengesampingkan kemungkinan lain.

> Merujuk ke spesialis atau klinik khusus jika diperlukan.

> Merencanakan program perawatan individual untuk Anda. Pengobatan termasuk pembedahan minor, histerektomi (sebagian atau seluruhnya), membekukan bagian dari serviks dengan laser atau radioterapi, atau kombinasi dari semua terapi, tergantung pada temuan klinis. Dokter Anda akan melibatkan Anda dalam membuat pilihan terapi.

> Memantau kondisi Anda selama pengobatan, memastikan telah memberitahu Anda terlebih dahulu mengenai efek samping yang mungkin terjadi dan bagaimana untuk mengatasinya, serta tanda-tanda peringatan yang mengharuskan Anda mencari bantuan segera.

> Menjaga dari kekambuhan dengan penjadwalan check-up. meskipun Anda telah dinyatakan sembuh dan bebas kanker.

Tips Pencegahan

> Kanker serviks adalah jenis kanker yang paling dapat disembuhkan jika terdeteksi pada stadium dini. Oleh karena itu penting bagi seorang wanita berusia 20 tahun atau lebih atau wanita yang aktif secara seksual untuk menjalani tes Pap smear atau inspeksi visual dengan asam asetat (IVA) setiap tahun (jika wanita tersebut menikah atau melakukan hubungan seksual) atau setiap tiga tahun (jika wanita tersebut sama sekali tidak melakukan hubungan seksual). Pemeriksaan ini sederhana tanpa rasa sakit, murah dan peluang mendeteksi awal pertumbuhan kanker serviksnya mencapai 95%.

> Hindari pergaulan bebas Laklukan vaksinasi HPV.

> Makanlah banyak buah-buahan dan sayuran segar, agar Anda mendapat pasokan antioksidan-zat gizi yang dapat melindungi diri Anda terhadap kanker. Antioksidan yang paling terkenal untuk mencegah kanker adalah vitamin A, C dan E, serta flavonoid dan karotenoid. Semua anti oksidan tersebut terdapat dalam buah-buahan dan sayuran segar, kecuali vitamin E yang sebagian besar berasal dari lemak dan minyak. Oleh karena itu disarankan untuk mengonsumsi vitamin E dalam bentuk suplemen, sehingga kecukupan nutrisi sehari-hari yang dianjurkan (RDA) diperoleh tanpa meningkatkan kadar kolesterol.

 

Kesimpulan

Kanker Serviks dapat diHindari pada tahap awal saja, maka Anda Jika Mengalami Gejala diatas, Segera Hubungi Dokter sebelum Gejalanya Berlanjut. Jangan diBiarkan Gelaja yang terdapat di Atas.

Kanker Serviks atau Kanker Leher Rahim

Kanker Serviks atau Kanker Leher Rahim

Sumber : HEALTH GUIDE MAGAZINE
Artikel Lainnya : permen penghilang bau mulut

banner smartdetox bawah baru

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *