KEJANG

Kejang Kehilangan Kesadaran

Kejang dipicu oleh adanya reaksi bioelektrik yang tidak terkendali di dalam otak. Impuls listrik yang dihasilkan akan mengganggu aktivitas otak dan mengakibatkan orang menjadi hilang kesadaran dan kejang. Pada anak yang demam tinggi, demam harus diturunkan sesegera mungkin agar anak tidak menjadi kejang dan mengalami kerusakan otak.

Gejala

Hilang kesadaran, yang disertai dengan:

> Mata berputar ke atas

> Tiba-tiba jatuh, tubuh kaku dan gigi mengatup rapat

> Bibir kebiruan dan liur menetes, di beberapa kasus

> Gerakan menyentak berulang dari kepala dan tungkai/lengan selama 1-2 menit

> Napas hilang atau tidak teratur: mendengkur

> Inkontinensia urin (air seni keluar tanpa terkendalii) pada beberapa kasus

> Demam tinggi, misalnya pada penyakit meningitis atau ensefalitis (radang otak atau radang selaputt otak), atau kejang demam/stuip/step pada anak (Lihat topik Demam, Meningitis)

> Saat tersadar kembali, penderita biasanya mengalami kebingungan, pusing, sakit kepala, rewel atau muntah

Komplikasi

> Cedera fisik, misalnya kepala terbentur lantai pada saat jatuh kejang

> Tersedak oleh lidah atau muntahan

> Tenggelam, kecelakaan mobil

> Kematian janin (jika terjadi pada ibu hamil)

>  Kerusakan otak

> Kematian

Penyebab umum

> Demam tinggi (kejang demam/stuip/step pada anak)

> Tekanan darah yang sangat tinggi

> Epilepsi (penyakit ayan)

> Meningitis atau ensefalitis (radang otak) dan AIDS

> Cedera kepala, stroke, tumor otak

Pencegahan

> Jika anak demam minimal 38┬░C atau lebih, berikan segera obat penurun demam dan basuh seluruh tubuh anak dengan air hangat berulang kali hingga demamnya turun.

> Bagi penderita epilepsi (ayan), dianjurkan untuk minum obat anti epilepsi secara teratur dan menghindari aktivitas yang berisiko tinggi (seperti mengendarai mobil, berenang) kecuali jika kejang dalam kondisi terkendali dengan baik dan dokter memastikan penderita dapat melakukan aktivitas tersebut.

Apa yang dapat Anda lakukan

Pendamping/orang yang bersebelahan dengan penderita:

> Coba memegang saat orang tersebut mulai jatuh (kejang) dan baringkan secara perlahan agar tidak terjadi cedera kepala.

> Bersihkan area sekeliling dari benda-benda tajam atau memiliki pinggiran yang tajam agar tidak melukai orang tersebut.

> Jangan memaksakan segala sesuatu ke dalam mulutnya, karena orang yang sedang kejang kadang-kadang menggigit lidahnya.

> Jangan lakukan pernapasan buatan, kecuali jika setelah kejang usai, orang tersebut tidak bernapas.

> Segera setelah kejang berhenti, letakkan penderita dalam posisi pulih. Posisi ini dapat mencegah terjadinya tersedak lidah atau muntahan. Jangan berikan makanan atau minuman segera setelah kejang usai.

> Jika demam masih ada, usapkan air hangat dengan spon atau kain setelah kejang berhenti. Tindakan ini menjaga kelembaban tubuh dan tinggalkan spon mengering agar terjadi efek pendinginan. Tetap usap dengan spons sampai demam reda.

> Bawa ke dokter jika anak mengalami kejang.

> Bawa ke ruang gawat darurat di rumah sakit terdekat jika kejang berlangsung lebih dari 5 menit.

Apa yang dapat Dokter lakukan

> Mencari penyebab kejang dan mengatasinya.

> Memberikan obat anti kejang.

> Merujuk ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan dan pengobatan lebih lanjut

 

KESIMPULAN

Kejang bisa dibilang penyakit yang cukup serius. Jika Anda atau teman Anda mengalami hal seperti diatas. Tanggulangi dengan cara diatas sesuai dengan cirri-ciri/ gejalanya. Jika terjadi yang lebih serius, hunbungi Dokter.

kejang

kejang

Sumber : HEALTH GUIDE
Artikel Lainnya : Salah Satu Tahapan Diet

 

banner smartdetox bawah baru

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *