Kesehatan Keluarga

Menekan Demi Kualitas

Protein, lemak, karbohidrat, dan alkohol secara umum menyediakan semua kalori yang kita konsumsi. Lemak, karbohidrat, dan protein, sebagai nutrisi makro, membentuk hampir seluruh berat makanan, selain air. Di dalamnya juga terkandung vitamin dan mineral dalam jumlah kecil sebagai nutrisi mikro, lumlah nutrisi mikro hanya diperlukan dalam jumlah yang sangat kecil untuk mendapatkan kesehatan optimal.

Protein, unsur paling sakral dari semua nutrisi, adalah komponen vital tubuh dan terdiri dari ratusan atau ribuan jenis. Protein berfungsi sebadai enzim, hormon,

hidup. Protein adalah rantai panjang yang tersusun dari ratusan atau ribuan asam amino, yang terdiri atas 15-20 jenis berbeda. Protein selalu menghabiskan persediaan komponen penyusun dasarnya dan selalu harus diperbarui. Mal ini dapat dicapai dengan mengonsumsi makanan yang mengandung protein. Saat dicerna, protein-protein tersebut memberikan stok blok penyusun asam amino yang baru di tubuh untuk digunakan sehingga tubuh dapat membangun pengganti protein yang telah habis terpakai.

Proses mengurai dan menyusun kembali asam amino protein ini sama seperti menggantikan seuntai gelang manik beraneka warna untuk menggantikan gelang manik lama yang hilang. Namun, gelang manik berwarna yang kita peroleh tidak memiliki urutan yang sama dengan gelang kita yang hilang, ladi. kita putuskan untuk membuat gelang baru agar memiliki urutan warna yang sama. Namun, ternyata kita kekurangan manik warna biru, misalnya, sehingga proses membuat gelang baru kita melambat atau terhenti sampai kita berhasil mendapatkan manik berwarna biru. Ini adalah konsep yang sama dalam proses pembentukan jaringan protein agar sama dengan protein lama yang telah terpakai.

Sekitar 6 asam amino (“manik berwarna”) yang diperlukan untuk menyusun jaringan protein harus tersedia dari makanan yang kita konsumsi. Asam amino tersebut dikenal dengan “esensial” karena tubuh kita tidak dapat memproduksinya. |ika seperti gelang manik, makanan yang kita konsumsi kekurangan bahkan hanya I dari 8 asam amino “esensial”, sintesis protein baru akan melambat atau terhenti. Dari sinilah ide tentang kualitas protein berawal. Protein makanan yang memiliki kualitas terbaik adalah, sederhananya yang setelah dicerna dapat menyediakan jumlah

asam amino yang diperlukan untuk menyintesis jaringan protein yang haru dengan efektif. Ini adalah arti “kualitas” sesungguhnya, yaitu kemampuan protein makanan menyediakan jenis dan jumlah asam amino yang tepat untuk membentuk protein baru.

Protein hewan sangat mirip dengan protein manusia..karena umumnva. dapinp hewan memiliki jumlah yangmemadai untnk.srtiap it’nisa^.im amiimyjny dipi’r InLnn. Protein-protein tersebut dapat digunakan dengan efektif sehingga disebut “berkualitas baik” Di antara makanan hewani, protein dalam susu dan telur merepresentasikan kesamaan asam amino terbaik dengan protein kita dan dianggap berkualitas terbaik. Sementara protein nabati “berkualitas rendah” mungkin kurang mengandung satu atau lebih asam amino esensial, dibandingkan kelompok makanan yang mengandung semua asam amino.

Konsep kualitas sesungguhnya berarti efisiensi penggunaan protein makanan agar meningkatkan pertumbuhan. Ini akan sangat baik jika saja efisiensi terbaik sama dengan kesehatan terbaik. Namun, ternyata tidak! Itu sebabnya mengapa terminologi efisiensi dan kualitas disalahartikan. Kenyataannya, terdapat segunung penelitian meyakinkan yang menunjukkan bahwa protein nabati “berkualitas rendah” yang memungkinkan sintesis protein baru yang lambat, tetapi stabil, adalah jenis protein tersehat. Lambat, tetapi stabil memenangkan lomba lari! Kualitas protein yang ditemukan dalam jenis makanan tertentu ditentukan melalui seberapa cepat hewan tersebut tumbuh dengan mengonsumsinya. Beberapa makanan, yang berbasis hewani, muncul bersama nilai dan rasio efisiensi protein yang sangat tinggi.1

Fokus pada efisiensi pertumbuhan tubuh ini, seakan-akan artinya sama dengan kesehatan yang baik, mendorong konsumsi protein yang memiliki “kualitas” terbaik. Seperti yang setiap penjual akan katakan, sebuah produk yang didefinisikan sebagai kualitas wahid akan langsung mendapatkan kepercayaan konsumen. Selama lebih dari 100 tahun, kita telah tertawan oleh penyalahartian bahasa ini dan sering membuat kesalahan fatal dengan berpikir bahwa kualitas yang lebih baik sama dengan kesehatan yang lebih baik.

Dasar dari konsep kualitas protein ini tidak diketahui khayalak umum, tetapi dampaknya sangat signifikan. Misalnya, orang-orang yang memilih mengonsumsi pola makan berbasis nabati masih sering bertanya, “Dari mana saya mendapatkan protein?” Seakan-akan tumbuh-tumbuhan tidak memiliki protein. Bahkan, jika tahu bahwa tumbuh-tumbuhan mengandung protein, masih saja ada kekhawatiran mengenai pandangan kualitas buruk yang dimiliki protein nabati. Ini menyebabkan masyarakat percaya bahwa mereka harus mengombinasikan protein dari beragam sumber nabati sehingga tubuh dapat mengompensasi setiap defisit asam amino dari masing-masing tumbuhan. Sesungguhnya, semua itu hanya dibesar-besarkan. Kita mengetahui bahwa dengan sistem metabolisme yang luar biasa kompleks, tubuh dapat mengurai semua asam amino esensial dari protein nabati alami yang kita jumpai setiap hari. Tidak perlu mengonsumsi protein nabati berkualitas lebih baik atau dengan sangat cermat merencanakan setiap hidangan. Sayangnya, konsep kualitas protein yang berkembang selama ini telah menghalangi informasi tersebut.

KESIMPULAN
Kesehatan Keluarga sangat penting kita perhatiakan, khususnya dari segi Protein, karbohidrat dll.

 

SUMBER                               : RAHASIA ORANG CHINA
LIHAT ARTIKEL LAINNYA  : Cara Mengatasi Racun Dalam Tubuh

banner smartdetox bawah baru

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *