Kesimpulan “Nurses Health Study” Bernilai US$100 Juta (Lebih)

 

 

Jadi, sekarang Anda mengetahui bagaimana saya menginterpretasikan Nurses’ Health Study dan kecacatannya. Setelah lebih dari US$100 juta dan berdekade waktu penelitian, penelitian tersebut memiliki banyak kesimpulan. ladi, apa saja kesimpulannya? Tempat logis untuk memulai adalah, tentu saja, pertanyaan apakah asupan lemak benar-benar terkait dengan kanker payudara. Berikut ini beberapa kesimpulannya, dikutip sesuai teks aslinya.

• “data-data tersebut menyediakan bukti bertentangan, baik pengaruh asupan lemak yang memperburuk maupun efek perlindungan dari konsumsi serat oleh perempuan paruh baya terhadap tingkat kejadian kanker payudara selama 8 tahun”24

Terjemahan: Nurses’ Health Study tidak mendeteksi adanya hubungan antara lemak dalam makanan, serat, dan risiko kanker payudara.

• “kami tidak menemukan bukti bahwa asupan yang lebih rendah dari total lemak atau jenis lemak umum tertentu lainnya memiliki asosiasi dengan penurunan risiko kanker payudara”10

Terjemahan: Nurses’ Health Study tidak mendeteksi adanya hubungan antara mengurangi lemak, haik itu total lemak atau jenis lemak tertentu, dengan risiko kanker payudara.

• “data yang tersedia. menyediakan sedikit dukungan terhadap hipotesis bahwa penurunan komposisi lemak dalam makanan, bahkan mencapai 20% dari energi selama masa dewasa, akan menyebabkan penurunan substansial kanker payudara di kebudayaan Barat””

Terjemahan: Nurses Health Study tidak mendeteksi adanya asosiasi antara kanker payudara dengan lemak, bahkan jika perempuan menurunkan konsumsi lemaknya hingga 20% dari kalori.

• “risiko relatif untuk lemak tunggal-tak-jenuh dan lemak poly-tak-jenuh nyaris merupakan kesatuan

Terjemahan: Nurses’ Health Study tidak mendeteksi adanya hubungan antara lemak-lemak “baik” dengan risiko kanker payudara.

• “kami tidak menemukan asosiasi yang signifikan antara asupan daging dan produk susu dengan risiko kanker payudara”*

Terjemahan: Nurses’ Health Study tidak mendeteksi adanya hubungan antara konsumsi daging dan susu dengan risiko kanker payudara

• “temuan kami tidak mendukung hubungan antara aktivitas hsik. pada masa rema|a atau baru-baru ini. dengan risiko kanker payudara di antara perempuan dewasa muda”

Terjemahan: Nurses’ Health Study tidak mendeteksi adanya hubungan antara olahraga dengan risiko kanker payudara.

• “data-data tersebut hanya menunjukkan asosiasi positif yang lemah dengan substitusi konsumsi lemak jenuh untuk karbohidrat; tidak ada jenis lainnya dari lemak yang diuji memiliki hubungan signifikan dengan risiko kanker payudara yang sebanding dengan penurunan konsumsi karbohidrat”‘

Terjemahan: Nurses’ Health Study mendeteksi sedikit atau tidak ada efek sama sekali terhadap kanker payudara saat /ferempuan menyubstitusikah lemak dengan karltohidrat.

• “asupan selenium pada usia lanjut tampaknya bukan merupakan faktor penting dalam etiologi kanker payudara'”‘

Terjemahan: Nurses’ Health Study tidak mendeteksi efek perlindungan dari selenium terhadap kanker payudara.

• “hasil-hasil tersebut menemukan bahwa konsumsi buah dan sayuran selama usia dewasa tidak berasosiasi signifikan dengan penurunan risiko kanker payudara”‘” Terjemahan: Nurses’ Health Study tidak mendeteksi adanya hubungan antara buah, sayuran, ilan risiko kanker payudara.

Jadi, dengan kata lain, kita sama saja menyimpulkan bahwa pola makan sama sekali tidak berhubungan dengan kanker payudara.

Saya dapat mengerti kefrustrasian yang dirasakan oleh Profesor Meir Stanipfer, salah satu peneliti utama dalam kelompok ini, saat mengatakan, “Ini merupakan kegagalan dan kekecewaan kami yang terbesar—kami tidak dapat mengetahui lebih banyak apa yang dapat orang lakukan untuk menurunkan risiko mereka.”‘ Beliau mengatakan komentarnya tersebut sebagai respons terhadap sebuah pendapat yang mengatakan, “Satu-satunya tantangan terbesar untuk masa depan adalah menyeleksi kekacauan dari temuan yang saling berkontradiksi dan kurangnya informasi tentang kanker payudara.”” Saya salut akan sikap dan permohonan maaf Profesor Stampfer, tetapi sangat disayangkan bahwa begitu banyak dana yang telah dihabiskan hanya untuk mendapatkan hasil yang sangat sedikit. Mungkin, temuan yang paling berharga, ironisnya, adalah menunjukkan bahwa memusatkan perhatian pada satu nutrisi dalam sekali waktu, sambil mempertahankan pola makan yang sama secara keseluruhan, tidak akan menghasilkan kesehatan atau memberikan informasi kesehatan yang lebih baik.

Dari penelitian yang fatal tersebut, berikut ini beberapa temuan yang saya anggap merupakan kontradiksi saat membandingkan risiko penyakit untuk laki-laki dan perempuan.

Laki-laki yang mengonsumsi alkohol 3-4 kali dalam seminggu memiliki risiko serangan jantung yang lebih rendah.

• Laki-laki penderita diabetes Tipe 2 yang mengonsumsi alkohol dalam jumlah sedang memiliki risiko penyakit jantung koroner lebih rendah.”

Dan masih ada lagi …

• Perempuan yang mengonsumsi alkohol 30-60 g/hari mengalami peningkatan kejadian kanker payudara hingga 41% dibandingkan perempuan yang tidak mengonsumsi alkohol.”

Tampaknya, alkohol baik untuk penyakit jantung dan buruk bagi kanker payudara. Para suami boleh minum alkohol saat santap malam, tetapi tidak boleh berbagi dengan istrinya. Apakah ini perbedaan antara laki-laki dan perempuan, atau ini adalah perbedaan respons antara penyakit jantung dan kanker? Apakah Anda merasa lebih tercerahkan atau lebih bingung?

Kemudian, kita memiliki asam lemak omega-3 yang mengagumkan. Beberapa jenis ikan mengandung lemak ini dalam jumlah relatif banyak dan mendapat banyak publikasi bagus dari media. Jika Anda mendengar apa pun tentang asam lemak omega 3. artinya Anda memerlukan nutrisi tersebut lebih banyak agar meniadi what. I agi lagi. temuan dan Harvard menyimpulkan:

• “… bertentangan dengan hipotesis sebelumnya, kami menemukan bahwa peningkatan risiko kanker payudara berkaitan dengan asam omega-3 dari ikan (Peningkatan ini memiliki sigmlikansi statistik dan diasosiasikan dengan peningkatan hanya 0.1% dari total energi dalam makanan.)1

• temuan kami menuniukkan bahwa mengonsumsi ikan satu kali atau lebih dalam sebulan dapat menurunkan risiko stroke iskemik (tersumbatnya /H’inhuluh darah yang menyebabkan terhentinya aliran darah ke otak seltagian atau keseluruhan) pada laki-laki”‘*

• “data menunjukkan bahwa mengonsumsi ikan paling tidak satu kali per minggu dapat menurunkan risiko keinatian kardial mendadak pada pria, tetapi tidak menurunkan risiko dari total pembentukan mtark miokardial, kematian kardial tidak-mendadak, atau tingkat kematian total kardiovaskular”” (Dengan kata lain. ikan dapat mencegah beberapa aspek penyakit jantung, tetapi set ara keseluruhan tidak memiliki efek pada kematian akibat penyakit lantung. atau bahkan pada risiko serangan lantung.)

Berikut saya kisahkan sebuah cerita lama. Warga Amerika telah sejak lama diperingatkan untuk memangkas asupan kolesterol. Dan karena alasan tersebut maka konsumsi telur telah dipertanyakan. Satu butir telur memiliki 200 mg kolesterol.” yang memakan sebagian besar jatah rekomendasi harian kita yang hanya 300 mg/ hari. ladi, apa yang dikatakan oleh para peneliti Harvard mengenai masalah klasik ini?

… konsumsi hingga satu butir telur per hari tampaknya tidak memiliki dampak substansial terhadap risikoCHD (penyakit jantung kronis) atau stroke di antara laki-laki dan perempuan sehat

Namun, untuk kanker payudara,

Temuan kami. mewakili delapan penelitian prospektif, menuniukkan adanya sedikit peningkatan risiko kanker payudara akibat konsumsi telur. Risiko kanker payudara ditemukan meningkat hingga 22% setiap peningkatan konsumsi telur sebanyak 100 g/hari (sekitar 2 butir telur).* Terdapat peningkatan sebanyak 67% pada risiko ini dalam Nurses’ Health Study.-‘

Namun sebelumnya, para peneliti Harvard mengambil posisi yang agak berbeda: … di antara laki-laki dan perempuan sehat, konsumsi telur dalam tingkat sedang dapat meniadi bagian dari pola makan bergizi dan seimbang’*

Yang paling terkini. Nurses’ Health Study dikutip karena memberi kesimpulan yang paling kuat dalam mendukung telur.

Mengonsumsi telur pada masa remaja dapat melindungi perempuan dari kanker payudara

Artikel tersebut lalu melanjutkannya dengan mengutip perkataan Harvard:

Perempuan yang selama masa remajanya mengonsumsi lebih banyak telur memiliki risiko kanker payudara yang lebih rendah

Kebanyakan orang yang membaca artikel tersebut hampir dapat dipastikan akan kembali mendukung telur—bahkan walaupun mereka tidak tahu berapa butir telur per hari yang baik atau apakah ada kekecualian dalam generalisasi tersebut. Telur hanya akan tampak lebih sehat jika industri ayam petelur menambahkan kata bijak mereka. Namun, tunggu dulu. Bukti mengatakan bahwa konsumsi telur pada gadis remaja adalah baik baik saja, bahkan mungkin bagus, tetapi bukti juga mengatakan bahwa konsumsi telur secara keseluruhan meningkatkan risiko kanker payudara. Selain itu, masih ada lagi yang patut dipertimbangkan. Banyak penelitian secara konsisten menumukkan bahwa konsumsi telur dapat meningkatkan risiko kanker colon, lebih berbahaya bagi perempuan daripada laki-laki.”

Apa yang harus kita percaya? Satu saat asupan alkohol dapat menurunkan risiko penyakit, saat berikutnya alkohol dapat meningkatkan risiko yang sama. Satu saat konsumsi ikan dapat membantu menurunkan risiko penyakit, saat berikutnya ikan membahayakan. Satu saat telur adalah buruk, saat berikutnya telur dapat menyehatkan. Bagi saya, di sini tampaknya ada sesuatu yang hilang pada konteks besarnya dan menambah kebingungan.

KESIMPULAN
Kesimpulan “Nurses Health Study”
bisa Anda Lihat DiArtikel diatas.

SUMBER                                          : RAHASIA SEHAT ORANG CHINA
LIHAT ARTIKEL LAINNYA        : Senam Hamil

 

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *