Kolesterol Darah dan Pola Makan

Kolesterol Darah dan Pola Makan

Kolesterol darah jelas sebuah indikator penting bagi risiko penyakit. Pertanyaan besarnya adalah bagaimana dampak yang akan ditimbulkan makanan terhadap kolesterol darah? Secara singkat, makanan berbasis hewani dikorelasikan dengan peningkatan kolesterol darah (Tabel 4.5). Hampir tanpa pengecualian, nutrisi dari makanan berbasis nabati diasosiasikan dengan penurunan kadar kolesterol darah.

Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa konsumsi protein yang berasal dari hewani meningkatkan kadar kolesterol darah.1”Lemak jenuh dan kolesterol dalam makanan juga meningkatkan kolesterol darah, walaupun nutrisi-nutrisi tersebut tidak seefektif peningkatan yang disebabkan oleh protein hewani. Pada sisi berlawanan, makanan berbasis nabati tidak mengandung kolesterol, dan dalam berbagai cara, membantu menurunkan jumlah kolesterol yang dibentuk dalam tubuh. Semua ini konsisten dengan apa yang kami temukan di China Study.

Kolesterol Darah dan Pola Makan

Kolesterol Darah dan Pola Makan

 

Asosiasi penyakit-penyakit ini dengan kolesterol darah sungguh luar biasa karena baik kolesterol darah maupun konsumsi makanan berbasis hewani begitu rendah iika dibandingkan standar Amerika. Di daerah rural China, asupan protein hewani (untuk individu yang sama) rata-rata hanya 7.1 g/hari. sementara di Amerika rata-ratanya menggembung hingga 70 g/hari. Sebagai gambaran. 7 g protein hewani dapat diperoleh dari 3 potong chicken nugget McDonald. Kami memperkirakan bahwa saat konsumsi protein hewani dan kadar kolesterol darah begitu rendah, seperti yang terdapat di daerah rural China, tidak akan ada asosiasi lebih jauh dengan penyakit Barat. N’amun. kami salah. Bahkan, hanya dengan |umlah makanan berbasis hewani yang sangat sedikit tersebut di daerah rural China, ternyata meningkatkan risiko tenangku penyakit Barat.

Kami mempelajari dampak pola makan terhadap jenis-jenis kolesterol darah yang berbeda. Dampak dramatis yang sama kembali muncul. Konsumsi protein hewani pada laki-laki diasosiasikan dengan peningkatan kadar kolesterol daiah “jahat”111 sementara konsumsi protein nabati diasosiasikan dengan penurunan kadar jenis kolesterol yang sama.

Pergilah ke dokter mana pun dan tanyakan faktor pola makan apa yang memengaruhi kadar kolesterol darah. Dokter Anda pasti akan menjawab lemak jenuh dan kolesterol dalam makanan. Pada beberapa dekade terakhir, beberapa dokter juga akan menyinggung efek penurun kolesterol yang dimiliki kacang kedelai atau produk-produk berserat tinggi. Namun, hanya sedikit yang akan mengatakan bahwa protein hewani memiliki sangkut-paut dengan kadar kolesterol darah.

Pada satu kesempatan di Universitas Oxford, saya menghadiri sebuah kuliah untuk mahasiswa kedokteran tentang penyebab penyebab penyakit jantung dari makanan. Kuliah tersebut diberikan oleh salah satu profesor obat-obatan ternama. Beliau menjelaskan efek buruk yang disebabkan oleh lemak jenuh dan asupan kolesterol terhadap penyakit jantung koroner, seakan faktor pola makan itulah satu-satunya yang penting. Dia tidak bersedia mengakui bahwa konsumsi protein hewani memiliki andil terhadap kadar kolesterol darah, walaupun bukti yang tersedia dengan jelas menunjukkan protein hewani memiliki korelasi yang jauh lebih kuat dengan kadar kolesterol darah daripada lemak jenuh dan kolesterol dalam makanan. Keyakinan profesor tersebut akan status quo membuatnya tidak bersedia menjadi seorang berpikiran terbuka. Bersamaan dengan penemuan ini. saya mulai menyadari bahwa menjadi seorang yang berpikiran terbuka bukanlah sebuah keistimewaan, tetapi keharusan.

 

KESIMPULAN
Kolesterol Darah dan Pola Makan, sebuah indikator penting bagi risiko penyakit jika Anda Tidak menjaga kesehatan dengan sangat baik & teratur.

 

SUMBER                                  : RAHASIA ORANG CHINA
LIHAT ARTIKEL LAINNYA        : Indikasi Ginjal

 

banner smartdetox bawah baru

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *