Kurang Tidur dan Serangan Jantung

 

Salah satu syarat agar hidup bugar dan panjang umur, dokter menyarankan tidur sekurang-kurangnya 7-8 jam sehari, termasuk tidur siang. Seperti makan dan minum, tidur juga tergolong kebutuhan dasar tubuh. Mesin tubuh perlu waktu jeda dan mengendurkan segenap aktivitas rutin selama dibawa tidur.

Namun pola kehidupan orang sekarang cenderung kurang tidur. Mungkin karena tuntutan pekerjaan. Lebih banyak sebab demi meniknati hidup. Dugem dan nonton pertandingan sepak bola dinihari makin menjadi permintaan tak terelakkan  kebanyakan orang sekarang. Demi yang satu itu bahkan berani begadang malam-malam.

Kita tahu, tak ubahnya mesin mobil yang terus menerus tak mengenal jeda, akan lebih cepat aus, dan rusakbila digenjot terus. Seperti halnya tubuh manusia. Tubuh meraka yang membanting tulang habis-habisan selagi usia muda, dan kurang waktu tidurnya, menjadi lebih ringkih cepat tua, dan mengalami gangguan, kelemahan organ, sebelum tiba pada usia lanjut.

Bahkan belakangan dipastikan kalau tidur siangsajapun amat besar manfaatnya terhadap kebugaran.Orang yang membiasakan tidur siang, sekadar barang beberapa puluh menit sajapun, meningkatkan produktivitas kerja, selain lebih bugar dibandingkan mereka yang seharian suntuk bekerja atau beraktivitas tanpa jeda. Bukti betapa pentingnya tidur.

Kurang Tidur dan Serangan Jantung

Kurang Tidur dan Serangan Jantung

Terlebih yang darah tinggi

Penelitian belakangan ini (Archieve Internal Medicine, November 2008) mengungkapkan bahaya kurang tidur pada lansia yang mengidap darah tinggi.Tergolong kurang tidur apabila lama tidur kurang dari 7,5 jam dan dinilai darah tinggi bila diatas 140/90 mmHg. Maka perlu waspada bila seseorang tergolong dalam kelompok ini, karena beresiko untuk terserang penyakit jantung lebih besar.

Kita tahu semakin bertambah umur, kemampuan mekanisme pengaturan (otoregulasi) tekanan darah tubuh kian menurun. Baroreseptor yang ada di pembuluh darah leher carotid yang mengatur agar tekanan darah tubuh terjaga dalam batas normal. Dengan bertambahnya umur, fungsi baroreseptor kian menurun. Maka tekanan darah berfluktuasi lebih tak terkandali dari waktu kewaktu.

Kita juga mengenal irama biologis harian (sirkadian). Dari jam ke jam seperti faal tubuh lainnya, Tekanan darah pun berfluktuasi kadang naik, kasang turun. Demikian pula yang terjadi selama tidur malam. Fenomena serangan jantung sering terjadi pada waktu dinihari, misalnya, diduga kuat terkait dengan sirkadian ini.

Matinya Sel Otot Jantung

Jantung berfungsi normal apabila selalu mendapatkan kecukupan darah. Pasokan darah yang memadai yang akan mencukupi kebutuhan darah otot jantung. Darah sendiri memasok zat gizi dan oksigen agar otot jantung berfungsi normal.

Pasokan darah ke jantung dilayani oleh seperangkat pembuluh darah koroner yang melekat pada dinding jantung . Pipa pembuluh darah koroner ini perlu dipelihara agar tidak tersumbat, dan aliran darahnya lancar. Membiarkan kelebihan lemak dalam darah (kolesterol, trigliserida) yang dalam proses puluhan tahun yang akan menyumbat pembuluh darah.

Umur kita ditentuka oleh pembuluh darah juga. Maka kondisi pembuluh darah, termasuk koroner dan pembuluh darah, termasuk koroner dan pembuluh darah otak, harus senantiasa dibuat sehat. Untuk itu menu harian perlu berisikan zat gizi yang lengkap. Sejumlah vitamin dan mineral dibutuhkan untuk merawat pipa pembuluh darah.

Otot jantung amat peka terhadap kekurangan oksigen. Bila pipa pembuluh darah koroner pemasok makanan bagi otot jantung terganggu melayaninya, maka otot jantung akan menjerit. Jeritan otot jantung itulah yang muncul sebagai kaluhan nyeri dada (agina). Makin besar otot jantung kekurangan oksigen, makin keras jeritannya.

Bila sumbatan lemak penyebab berkurangnya pasokan makanan otot jantung, penyebab terbentuknya sumbatan pembuluh darah yang harus segera dihentikan. Sumbatan yang terlanjur terbentuk tak mungkin diluruhkan dengan cara apapun, melainkan hanya menghentikan prosesnya saja agar tidak bertambah menyumbat. Caranya, dengan minum obat penurun lemak darah, rutin berolah raga, dan senan tiasa memilih menu seimbang (membatasi lemak, menambah serat, dan memperbanyak sayur dan buah-buahan)

Susah tidur

Makin bertambah umur, biasanya makin tidak lancar tidur. Tidur terlampau pagi, dan terjaga lebih dini, sehingga lama tidur rata-rata berkurang. Padahal, kecukupan tidur perlu dipenuhi. Penyebabnya sering karena badan kurang dibuat berkeringat.

Sebagian usia lanjut susah tidur karena ada hambatan dalam jatuh tidur. Sebagian lain lantaran masa tidur tidak terpelihara dengan baik, sehingga gampang terjaga. Tidur tidak lelap karena fase tidur REM (rapid eyemovenent) kurang, sehingga tidur menjadi kurang berkualitas.

Dalam hal tidur, bukan saja durasinya yang perlu dicukupi, melainkan fase tidur REM harus dipenuhi pula. Selama tidur malam memasuki empat-lima kali fase REM. Maka dengan membuat tubuh lebih banyak bergiat , otak lebih aktif melakukan  banyak kegiatan (mengisi teka-teki silang, membaca, berdiskusi) yang akan menguras kalori tubuh lebih banyak, sehingga membutuhkan masa jeda lebih banyak ketimbang tubuh yang secara fisik dan mental kurang dibuat bergiat

Pola aktivitas keseharian yang dibuat tertip juga ikut menentukan kualitas tidur, selain membantu mesin tubuh bekerja secara terkondisikan. Jadwal makan, jadwal tidur, jadwal jeda, dan bergiat senan tiasa tertip dan tepat waktu, membuat mesin tubuh bekerja efisien. Sebaliknya, makan malam berlebihan, dan tidur lewat jadwalnya itu yang justru merongrong mesin tubuh. Bahwa proses detoksifikasi alami dikerjakan tubuh selama tidur malam. Proses ini terganggu bila waktu tidur dirampas untuk kegiatan lain.

Visit : www.smartdetoxsynergy.com

Sumber : Cara sehat oleh Dr.Handrawan Nadesul

Baca artikel menarik lainnya : Beresiko Jantung Koroner, Tak Cukup Terapi Herbal

 

banner smartdetox bawah baru

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *