Langsing Tapi Sehat

SEHAT TAPI LANGSING

Banyak mitos dan provokasi negative yang membuat kita terlena dan segan menurunkan berat badan walaupun kita gemuk.

Waspadalah! Kenyamanan tersebut membuat para penderita obesitas terjebak dalam kondisi dan berbahaya.

Gemuk itu cantik. Meskipun gemuk, saya sehat. Gemuk itu bos. Banyak mitos dan provokasi negatif yang mem-buat kita terlena hingga segan berusaha menurunkan berat badan walaupun kita gemuk. Konsep berat badan ideal sudah berge-ser. Kenyamanan karena provokasi yang salah membuat penderita kegemukan (obesitas) semakin terjebak dalam satu kondisi yang ber-bahaya.

Gemuk, Antara Penampilan dan Kesehatan

Kegemukan tidak hanya terkait dengan masalah penampilan, melainkan juga berkaitan erat dengan masalah kesehatan. Anda harus paham bahwa mengurangi berat badan bukan hanya masalah penampilan yang baik, ini juga tentang bagaimana Anda merasa lebih baik dengan menjadi lebih sehat, lebih produktif, dan nyaman dengan lingkungan Anda. Di atas semuanya, ini adalah tentang menghindari risiko kesehatan yang mengerikan ketika Anda gemuk. Semakin banyak bukti menunjukkan bahwa jika Anda gemuk, Anda lebih

mungkin mengalami masalah kesehatan, seperti penyakit jantung, stroke, diabetes, beberapa jenis kanker, gout (nyeri sendi yang disebabkan oleh asam urat berlebihan), dan penyakit kandungempedu. Kegemukan juga dapat menyebabkan masalah lain, seperti sleep apnea (pernapasan terganggu saat tidur) dan osteoartritis (radang sendi). Semakin Anda gemuk, semakin serius Anda mengalami masalah kesehatan. Sebagai perbandingan, mengurangi berat badan yang sehat dapat membantu mengurangi efek berbahaya dari kegemukan. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa dengan kehilangan 5-10 kg berarti Anda dapat secara dramatis meningkatkan status kesehatan Anda secara keseluruhan, sementara secara signifikan mengurangi risiko penyakit.

Gemuk Lebih Berisiko Terhadap Penyakit Jantung dan Stroke

Penyakit jantung dan stroke adalah salah satu penyebab utama kematian dan cacat bagi masyarakat dunia. Kegemukan lebih cenderung berefek tekanan darah tinggi, salah satu faktor utama untuk penyakit jantung dan stroke, dibanding dengan orang yang tidak kelebihan berat badan. Tingginya kadar kolesterol dan trigliserida juga dapat menyebabkan penyakit jantung dan sering dikaitkan dengan kegemukan. Kelebihan berat badan juga berkontribusi terhadap nyeri dada dan kematian mendadak akibat penyakit jantung atau stroke. Kabar baiknya adalah kehilangan sejumlah berat badan bisa mengurangi risiko Anda terkena penyakit jantung dan stroke.

Gemuk Lebih Berisiko Terhadap Diabetes

Noninsulin-dependent diabetes mellitus (diabetes tipe 2) adalah jenis yang paling umum dari diabetes di dunia barat. Diabetes tipe 2 mengurangi kemampuan tubuh Anda untuk mengontrol gula darah. Ini adalah penyebab utama kematian dini, penyakit jantung, ginjal, stroke, dan kebutaan. Secara statistik terlihat bahwa orang dengan kegemukan memiliki risiko dua kali lipat menderita diabetes mellitus tipe 2 daripada orang yang tidak gemuk.

Gemuk Lebih Berisiko Terhadap Kanker

Beberapa kanker mempunyai hubungan dengan kegemukan. Pada wanita, termasuk kanker rahim, kanker empedu, leher rahim, indung telur, payudara, dan usus besar. Sedangkan pria yang gemuk berisiko terkena kanker rektum, kolon, dan prostat. Untuk beberapa jenis kanker, seperti kanker payudara dan kanker kolon, tidak jelas apakah peningkatan risiko ini disebabkan oleh berat badan atau diet tinggi lemak dan kalori. Namun yang jelas, keduanya sangat berkaitan dengan kegemukan.

Gemuk Lebih Berisiko Terkena Sleep Apnea

Sleep apnea adalah kondisi serius yang terkait erat dengan kelebihan berat badan. Apnea dapat menyebabkan seseorang berhenti bernafas dalam jangka waktu singkat selama tidur dan mendengkur berat. Risiko apnea meningkat dengan kegemukan. Sekali lagi, penurunan berat badan akan membalikkan risiko ini.

Gemuk Meningkatkan Risiko Terkena Osteoartritis

Osteoartritis adalah gangguan sendi umum yang paling sering me-mengaruhi sendi di lutut, pinggul, dan punggung bawah. Kegemuk-an rupanya meningkatkan risiko osteoartritis dengan menempatkan tekanan ekstra pada sendi ini dan berpotensi mengikis tulang rawan (jaringan bantal sendi) yang biasanya melindungi sendi.

Beberapa penyakit lain selain yang disebutkan di atas juga berkaitan dengan kegemukan, di antaranya encok dan penyakil kandung empedu.

Pintar Menurunkan Berat Badan

Pintar Menghitung Berat Badan Ideal

Tidak hanya mereka yang ingin menurunkan berat badan saja yang harus mengatur menu makanan sehari-hari, semua orang pun harus melakukannya. Terlalu banyak makan dapat menyebabkan kelebihan berat badan, dan sebaliknya, terlalu sedikit makan dapat menyebabkan kekurangan gizi.

Bagi yang sudah terlanjur memiliki berat badan berlebih, sesegera mungkin susun menu diet agar tetap mencukupi kebutuhan metabolisme sehari-hari, namun tidak menyebabkan penumpukan makanan berlebih dalam tubuh. Begitu juga bagi mereka yang kekurangan gizi.

Oleh karena itu, pengaturan menu diet sebaiknya diterapkan pada semua orang, dengan memerhatikan proporsi karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral, serta zat-zat lain dalam tubuh, sehingga seluruhnya berada dalam porsi yang seimbang.

Lalu, bagaimana caranya mengatur sendiri menu diet? Sebelumnya, mari hitung dulu kebutuhan kalori Anda. Untuk menghitung kebutuhan kalori basal/KKB (kalori yang Anda butuhkan untuk kegiatan sehari-hari), lihat rumus sebagai berikut:

LAKI-LAKI = 66 + (13,7 x BB) + (5 x TB) – (6,8 x U) WANITA = 65,5 + (9,6 x BB) + (1,7 x TB) – (4,7 x U)

Keterangan:

BB = Berat Badan ideal (kg)
TB = Tinggi Badan (cm)
U = Umur (tahun)

Dengan perhitungan KKB di atas, baik kelebihan maupun kekurangan berat badan dapat diatasi dengan mengonsumsi makanan yang sesuai dengan kebutuhan kalorinya untuk berat badan yang ideal.

Selain itu, di Indonesia juga sering digunakan perhitungan Kebutuhan Kalori Basal yang lebih simpel, yaitu:

KKB = 40 x (TB -100)

Dengan faktor koreksi:

Stress ringan (1): 1.3 x KKB
Stress sedang (2): 1.5 x KKB
Stress berat (3): 2.0 x KKB

Sementara itu, ada dua cara sederhana menghitumg berat badan ideal:

Cara 1:

BB ideal = (TB – 100) – (0.1 x (TB – 100))

Cara 2:

Menggunakan Body Mass Index (BMI) atau Indeks Massa Tubuh

(IMT) = Berat badan(kg)
            TB(m) x TB(m)

IMT ideal pada pria dan wanita:

Pria

14-18 : di bawah ideal
20-24 : IDEAL
25-28 : Kelebihan BB (overweight)
29-33 : Kegemukan (obesitas)

Wanita

13-17 : di bawah ideal (terlalu kurus/anoreksia)
19-24 : IDEAL
25-27 : Kelebihan BB (overweight)
28-31 : Kegemukan (obesitas)

Kesimpulan
Anda mau Sehat Tapi Langsing, Anda harus punya rumus ideal dari metode waktu diatas.

Langsing Tapi Sehat

Sumber : SEHAT ITU PILIHAN
Artikel Lainnya : Sakit kepala terus menerus

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *