Lemak Versus Makanan Hewani


Saat perempuan Amerika menurunkan asupan lemak mereka, seperti halnya kasus perempuan dalam Nurses’ Health Study dan Percobaan Kesehatan Perempuan” yang menghabiskan miliaran dolar4, mereka tidak melakukannya dengan mengurangi konsumsi makanan berbasis hewani. Alih-alih. mereka menggunakan produk hewani rendah-lcmak dan non lemak, sambil juga mengurangi penggunaan lemak saat proses memasak dan penyajian. Dengan demikian, mereka tidak mengadopsi pola makan yang menunjukkan asosiasi dengan tingkat kanker payudara yang lebih sedikit, seperti yang ditunjukkan dalam penelitian korelasi internasional dan penelitian di daerah rural China.

Ini merupakan perbedaan yang penting dan menggambarkan korelasi antara konsumsi protein hewanidalammakanandanlemakdalam makananuntuksekelompok negara (Grafik 14.6). “Perbandingan yang paling dapat diandalkan diterbitkan tahun 1975/ Perbandingan tersebut menunjukkan korelasi sangat meyakinkan, yaitu lebih dari 90%. Ini berarti saat asupan lemak meningkat di berbagai negara, protein hewani juga meningkat pada pola yang nyaris pararel. Demikian pula halnya pada China Study, asupan lemak dan protein hewani juga menunjukkan korelasi serupa sebesar 84%.

Namun, bukan ini yang terjadi dalam Nurses’s Health Study. Korelasi antara protein hewani dan total asupan lemak hanya sekitar 16%.” Dalam Percobaan Kesehatan Perempuan, juga melibatkan perempuan Amerika, korelasi tersebut bahkan lebih buruk, yaitu – Saat lemak menurun, protein hewani meningkat.

Secara praktis, ini adalah pola makan khas perempuan Amerika yang telah dibuat memercayai bahwa dengan menurunkan asupan lemak, pola makan mereka menjadi lebih sehat. Seorang perawat yang mengonsumsi pola makan “rendah-lemak” dalam penelitian yang dilakukan oleh Universitas Harvard, seperti perempuan Amerika di mana pun, hampir dipastikan terus mengonsumsi protein hewani dalam jumlah banyak, seperti yang diperlihatkan dalam hidangan nomor 1 (Tabel 14.4).

Sangat disayangkan, bukti efek makanan berbasis hewani terhadap kanker dan penyakit kemakmuran lainnya ini telah diacuhkan, bahkan dititnah. saat kita terus berfokus kepada lemak dan nutrisi-nutrisi lain secara terisolasi. Oleh sebab itu, Nurses’ Health Study dan hampir semua penelitian epidemiologis dengan subjek manusia yang dipublikasikan hingga hari ini telah mengalami perubahan serius dalam investigasinya terhadap asosiasi pola makan dan penyakit. Kenyataannya, setiap subjek dalam penelitian tersebut mengonsumsi pola makan yang menyebabkan penyakit kemakmuran. Jika salah satu jenis makanan berbasis hewani disubstitusikan oleh jenis makanan berbasis hewani lainnya, saat diperbandingkan dengan makanan berbasis nabati, efek merugikan dari kedua makanan berbasis hewani tersebut akan sangat mudah terlihat. Untuk membuat masalah bertambah buruk, penelitian-penelitian tersebut sering hanya terfokus kepada konsumsi satu jenis nutrisi, seperti lemak. Dikarenakan kecacatan tersebut, penelitian-penelitian ini merupakan bencana dalam usaha menemukan efek pola makan yang sesungguhnya terhadap penyakit.

Lemak Versus Makanan Hewani

Lemak Versus Makanan Hewani

 

 

 

KESIMPULAN
Lemak Versus Makanan Hewani,
persentasenya bisa Anda lihat diTabel diatas ini.

SUMBER                                  : RAHASIA SEHAT ORANG CHINA
LIHAT ARTIKEL LAINNYA        : Apa yang Dimaksud dengan Naturopati?

 

banner smartdetox bawah baru

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *