Makanan yang dipengaruhi oleh mood

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan oleh The Journal of Neurosaente, disebutkan bahwa rasa dan suatu makanan yang dipengaruhi oleh mood atau perasaan, kita pilih dan kita alami pada suatu masa. Misalnya, jika kita mengalami perasaan kecewa atau cemas, kemampuan kita dalam merasakan makanan pahit atau asin akan jauh berkurang. Sebaliknya, pada saat senang, indra perasa kita akan sangat peka dalam merasakan berbagai rasa makanan.

Makanan yang dipengaruhi oleh mood

Makanan yang dipengaruhi oleh mood

Secara tidak langsung, kita tidak menyadari bahwa selera makan kita pun mengikuti apa yang kita rasakan dari waktu ke waktu. Dr. Jan Melichar, psikiater yang terlibat dalam studi itu, mengatakan: “Kami menemukan bahwa orang-orang yang mengalami perasaan cemas dalam be berapa bulan menjadi tidak berselera ketika memilih rasa yang asin ataupun pahit”. Jadi, saat seseorang sedang dalam perasaan kecewa, mereka cenderung akan menambahkan banyak garam di makanannya.

Rasa atau selera dipengaruhi oleh dua hormon otak, yaitu serotonin dan noradrenalin. Pada orang yang depresi, kedua hormon ini dimiliki dalam jumlah yang sangat rendah. Jika kita meningkatkan level serotonin, kita lebih sensitif merasakan rasa manis dan pahit. Sebaliknya, jika noradrenalin yang ditingkatkan maka lebih sensitif merasakan rasa pahit dan asam. Pendeknya, dari hubungan antara mood dan rasa ini dapat ditemukan pemulihan lebih cepat pada orang yang mengalami depresi, yaitu dengan menguji apakah mereka kekurangan serotonin atau noradrenalin.

Dalam sebuah penelitian, seseorang pada suatu mood tertentu diminta untuk merasakan suatu minuman manis dan memberikan penilaian kuantitatif. Beberapa minggu kemudian, pada mood yang berbeda, dilakukan pengujian kembali terhadap orang itu dengan produk minuman manis yang sama. Hasilnya, orang tersebut merasakan minuman itu jauh lebih manis daripada sebelumnya menurut penilaian kuantitatif yang diberikan. Hal ini dapat disimpulkan bahwa serotonin pada saat pengukuran berikutnya lebih tinggi dan orang tersebut berada dalam perasaan senang, sehingga indra perasanya lebih peka.

Baca Juga Yang satu ini ...
tahapan dalam smart detox

Dalam kasus overeating yang dijumpai pada sebagian besar orang yang mengalami depresi, ada banyak faktor yang memengaruhi. Salah satu teori mengenai penyebab orang yang mengalami overeating, khususnva dalam mengonsumsi karbohidrat atau gula, menyebutkan bahwa mereka tidak lagi peka terhadap rasa manis, sehingga mengonsumsinya dalam jumlah berlebih.

Mood sangat berpengaruh terhadap selera makan. Sebagian besar orang yang berada dalam keadaan stres terdorong untuk mengonsumsi makanan kayarasa dan berlemak, asin ataupun manis.

Sumber : Rahasia Diet 2

Oleh : The Home Gym

Baca artikel menarik lainnya : Kebiasaan Buruk Merokok sehabis Makan

banner smartdetox bawah baru

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *