Manfaat Olahraga

 

Pemeriksaan untuk Mencari Masalah

Manfaat olahraga mengingatkan saya kembali kepada Presiden George W. Bush. Beliau dikenal meniaga kebugaran secara fisik dengan berlari secara rutin. Itu tidak diragukan lagi adalah salah satu alasan beliau mendapat hasil yang bersih saat melakukan colonoscopy. Namun, apa sebenarnya colonoscopy, dan apakah benar- benar perlu untuk melakukan pemeriksaan tersebut? Saat melakukan colonoscopy, dokter akan memeriksa usus besar Anda dengan menggunakan kamera yang dimasukkan melalui dubur untuk melihat apakah ada pertumbuhan jaringan yang tidak normal. Ketidaknormalan yang paling sering ditemui adalah polyp. Walaupun masih belum jelas bagaimana tumor terkait dengan polyp, sebagian besar ilmuwan sepakat”* “‘bahwa keduanya memiliki asosiasi pola makan dan karakteristik genetis yang serupa. Mereka yang sering mengalami masalah nonkanker di usus besar, seperti polyp, adalah mereka yang akhirnya menderita tumor dan berkembang menjadi kanker.

ladi, memeriksa untuk melihat apakah ada polyp atau masalah lain adalah langkah masuk akal untuk mengantisipasi kanker usus besar pada masa mendatang. Namun, bagaimana jika ternyata Anda memiliki polyp? Apa yang sebaiknya Anda lakukan? Apakah tindakan bedah mengangkat polyp tersebut dapat mengurangi risiko kanker colon? Sebuah penelitian berskala nasional telah menunjukkan bahwa jika polyp diangkat, terdapat 76-90% penurunan dalam kasus kanker colon/*”*’ Ini jelas mendukung ide melakukan pemeriksaan rutin.”**'” Secara umum direkomendasikan untuk melakukan colonoscopy setiap 10 tahun, dimulai saat usia 50 tahun, lika memiliki risiko kanker colorectal yang lebih tinggi, direkomendasikan untuk mengawali masa pemeriksaan pada usia 40 tahun dan memeriksakan diri dengan frekuensi lebih sering.

Bagaimana mengetahui apakah Anda berisiko tinggi terkena kanker colorectal? Kita dapat meraba risiko genetis masing-masing secara umum melalui beberapa cara. Kita dapat mempertimbangkan kemungkinan terserang kanker colon berdasarkan jumlah keluarga dekat yang telah mengidap penyakit tersebut terlebih dulu, kita dapat melakukan pemeriksaan untuk mencari ada atau tidaknya polyp, dan sekarang kita dapat meminta uji klinis untuk kehadiran gen yang mencurigakan.”-‘

Ini adalah contoh sangat baik bagaimana penelitian genetis dapat memberi pemahaman yang lebih baik tentang penyakit kompleks. Meski demikian, dalam antusiasme meneliti dasar genetis untuk kanker ini, dua hal sering terabaikan. Pertama, proporsi kasus kanker colon yang disebabkan warisan gen hanya sekitar 1-3%””‘ dan sejumlah 10-30%”” kasus kanker colon lainnya cenderung terjadi pada beberapa keluarga (disebut kelompok keluarga), sebuah efek yang mungkin mencerminkan kontribusi genetis yang signifikan. Namun, angka-angka tersebut hanya membesar-besarkan kasus kanker yang benar-benar terjadi “akibat gen”.

Sebagian besar keluarga, yang terhubung dengan kasus kanker colon (yaitu tambahan 10-30%), faktor risikonya tetap tergantung pada faktor lingkungan dan pola makan. Lagi pula. tempat tinggal dan pola makan soring serupa dalam beberapa keluarga.

Walaupun Anda memiliki risiko tinggi karena faktor genetis, pola makan berbasis nabati yang sehat mampu menihilkan sebagian besar, jika tidak seluruhnya, risiko kanker colon dengan mengontrol perilaku gen tersebut. Karena pola makan kaya serat hanya dapat mencegah kanker colon—ekstra serat tidak akan pernah mempromosikan kanker colon—rekomendasi pola makan seharusnya tetap sama. tidak peduli risiko genetis seseorang.

 

KESIMPULAN
Manfaat  Olahraga,
sangat berguna bagi kesehatan tubuh Kita termasuk mencegah Kanker Colon

SUMBER                                         : RAHASIA SEHAT ORANG CHINA
LIHAT ARTIKEL LAINNYA        : Apakah menderita penyakit apa pun, perlukah saya melakukan detoks?

 

banner smartdetox bawah baru

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *