MASALAH BERAT BADAN

MASALAH BERAT BADAN

Pada zaman dahulu tubuh gemuk diartikan sebagai tanda kemakmuran, keberlimpahan, dan bebas dari penyakit. Berbeda dengan sekarang, seiring kemajuan zaman dan perkembangan pengetahuan di bidang medis, terjadi pergeseran paradigma bahwa tubuh yang gemuk apalagi kege-mukan bukanlah tanda kemakmuran lagi. Dalam berbagai riset, orang gemuk memiliki potensi terserang penyakit lebih tinggi. Gemuk merupakan awal dari munculnya penyakit-penyakit degeneratif seperti diabetes, kolesterol, dan hipertensi.

Di Amerika Serikat sekitar 300.000 penduduk berkurang setiap tahunnya akibat kondisi yang berkaitan dengan obesitas (kelebihan berat badan). Obesitas berada di peringkat kedua sebagai penyebab kematian menyusul kematian akibat rokok yang menduduki peringkat paling atas. Kondisi ini sebenarnya dapat dicegah. Berbagai penelitian menunjuk kan, obesitas menghabiskan biaya lebih dari USS 100 miliar tiap tahunnya.

Obesitas dalam banyak kasus diduga diakibatkan oleh pola konsumsi makanan yang berlebihan dan kurangnya aktivitas. Restoran cepat saji selalu menyediakan makanan berukuran besar, tinggi lemak, dan tinggi garam. Gaya hidup yang sibuk pun kerap membuat kita makan di luar rumah sehingga mengonsumsi makanan cepat saji dan tidak sehat terus terjadi.

Kemajuan teknologi pun sepertinya ikut andil dalam hal ini. Sekarang semuanya serba praktis, ingin menghidupkan TV atau AC tinggal menggunakan remote control. Tidak perlu susah-susah lagi menaiki tangga, tinggal naik eskalator atau lift saja. Hal ini membuat aktivitas fisik menjadi berkurang.

Dari gambaran di atas, sebenarnya kita sudah dapat membuat jawaban dari pertanyaan: Mengapa berat badan kita bisa naik? Secara sederhana semuanya akibat dari kebiasaan yang kita lakukan dalam rentang waktu tertentu. Sebagai contoh, orang yang memiliki masalah jantung koroner disebabkan kebiasaan merokok selama bertahun-tahun. Artinya, orang tidak langsung terkena masalah jantung koroner hari ini karena menghisap satu batang rokok kemarin. Kalau kita merokok satu batang rokok kemudian langsung terkena jantung koroner, kita pasti akan berhenti merokok dengan segera.

Begitu pun dengan kenaikan berat badan. Badan kita terdiri dari milyaran sel yang pada dasarnya membutuhkan nutrisi atau gizi yang terbaik supaya bisa menjalankan fungsinya dengan baik pula. Analoginya seperti mobil, Anda akan memberikan bensin yang terbaik, oli yang terbaik, dan lain sebagainya. Akan tetapi, berbeda dengan mobil, badan kita tidak ada spare part atau suku cadangnya. Jika ginjal kita rusak, tidak ada yang menjualnya di toko.

Pada kenyataannya pola makan sehari-hari kita banyak mengabaikan hal ini. Apa yang kita makan sehari-hari biasan-ya terlalu banyak lemak, tinggi kolesterol, terlalu banyak gula, terlalu banyak garam, terlalu banyak protein hewani, kurang vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh, kurang air pu-tih, kurang aktivitas, dan lain sebagainya.

Dalam keseharian kita lebih memilih makanan berdasarkan rasa saja, bukan kandungan nutrisinya. Sebagai contoh kita selalu bertanya kepada orang, “Restoran yang enak di mana ya?” Bukannya, “Restoran yang bergizi di mana ya?” Makanan yang enak biasanya memiliki kadar nutrisi yang rendah. Ditambah lagi dengan faktor lingkungan, seperti buah-buahan dipetik sebelum matang yang membuat nilai nutrisinya belum sempurna, terlalu banyak pemupukan, pestisida, dan polusi. Intinya adalah apa yang kita makan tidak memiliki keseimbangan nutrisi yang dibutuhkan. Dalam jangka panjang orang akan memiliki masalah dengan berat badan dan kesehatan.

Kesimpulan
Masalah Berat Badan, memang banyak ditemui oleh Kita Semuanya, khususnya Anda yang menderita Obesitas. Maka itu, pintarlah memilih Makanan & Metode olahraga yang tepat

MASALAH BERAT BADAN

MASALAH BERAT BADAN

Sumber : CARA CEPAT & SEHAT TURUNKAN BERAT BADAN
Artikel Lainnya : Penyebab Tekanan Darah Tinggi

banner smartdetox bawah baru

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *