Masalah Nutrisi Pada Anak

MASALAH NUTRISI PADA ANAK

Makanan sehat merupakan sumber kebugaran pada setiap tingkat kehidupan. Anak yang bergizi baik, akan tumbuh, berkembang dan belajar lebih baik.

Kebutuhan nutrisi seorang anak berbeda dengan kebutuhan orang dewasa, baik dalam jumlah dan proporsi, dan akan bervariasi sesuai dengan tahap pertumbuhan anak. Anak harus mendapatkan nutrisi yang tepat untuk setiap tahap perkembangannya. tahun pertumbuhannya, konsultasikan dengan dokter Anda.

Apa yang dapat Anda lakukan

Berikan anak Anda nutnsi seimbang, yang terdiri dari makanan yang merupakan sumber karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral yang baik. Untuk mengetahui vitamin dan mineral yang paling dibutuhkan oleh bayi, terutama dalam beberapa

Apa yang dapat Dokter lakukan

> Merekomendasikan suplemen vitamin dan mineral, terutama jika anak Anda terbukti mengalami kekurangan nutrisi esensial.

CATATAN …
Bayi Usia 4 – 6 bulan

Pada 4-6 bulan pertama kehidupan. bayi membutuhkan susu untuk memenuhi semua kebuluhan gizinya. ASI merupakan metode pemberian makan yang dianjurkan untuk bayi selama 6 bulan pertama. Seorang bayi baru lahir mungkin perlu disusui sebanyak 8-12 kali/hari (setiap 2-4 am), atau sesuai permintaan. Memasuki usia 4 bulan, pemberian ASI mungkin berkurang menjadi 4-6 kali per hari. meskipun jumlah ASI yang dikonsumsi setiap menyusu akan meningkat.

Jika ibu tidak dapal memberikan ASI oleh karena suatu alasan kuat. maka dapat diberikan susu formula bayi. Susu formula bayi mungkin perlu diberikan sekitar 6-8 kali per hari, dimulai dengan 60-150 cc/kali (total 480-1050 cc/hari). Seperti halnya menyusui ASI. frekuensi pemberian susu formula akan berkurang sejalan dengan pertambahan usia bayi, meskipun |umlahnya akan meningkat menjadi sekitar 180-240 cc/kali. Seorang bayi mungkin akan tidur sepanjang malam. tapi ibu dapat membangunkannya untuk minum susu bila pada siang hari bayi tidak cukup makan atau jika dia memiliki berat badan yang kurang. Bayi berusia 4-6 bulan. hendaknya mengkonsumsi 840-1350 cc susu formula.

Pada usia 4-6 bulan, awali masa transisi ke makanan padat Seorang bayi siap untuk makan makanan padat jika berat badannya telah mencapai dua kali lipat berat badan saat lahir. dapat mengontrol leher dan kepalanya dengan baik. dapat duduk dengan disangga. dapat menunjukkan rawa kenyang dengan cara memalingkan kepalanya atau tidak mau membuka mulutnya. dan mulai menunjukkan minatnya terhadap makanan ketika melihat orang lain sedang makan.

Awali pemberian makanan padat dengan bubur susu sereal yang diperkaya dengan zat besi, yang dicampur dengan ASI atau susu formula dalam konsistensi cair. Ketika bayi mulai belajar untuk mengendalikan makanan dalam mulutnya. dapat diberikan konsistensi yang lebih kental. Awalnya, tawarkan 1 atau 2 sendok makan sereal (jumlah kering, sebelum dicampur dengan susu), 2 kali sehari. Secara bertahap tmgkatkan menjadi 3 atau 4 sendok makan sereal. Setelah bayi makan bubur susu atau bubur beras secara rutin, perkenalkanlah dengan makanan lain yang diperkaya zat besi seperti sereal instan satu per satu untuk mengamati adanya alergi makanan.

Periode ini juga merupakan usia penyapihan, dimana anak membutuhkan suplemen, biasanya dalam bentuk drops (obat tetes) atau sirup. Suplemen menyediakan vitamin, mineral, dan nutrisi lain yang dibutuhkan oleh anak yang sedang tumbuh yang tidak dapat ditemukan dalam makanan padat sehari-hari.

Bayi Usia 8 – 12 bulan

Pada usia 8-12 bulan, bayi akan siap untuk mencoba daging cincang saring atau halus. Untuk bayi yang disusui, mulailah memberikan daging pada usia 8 bulan (ASI bukan merupakan sumber yang kaya besi, tapi bayi memiliki simpanan zat besi yang cukup untuk berlahan sampai 8 bulan). Dianjurkan agar anak-anak mengonsumsi berbagai kelompok makanan yang berbeda untuk memastikan anak mendapatkan jumlah kalori dan nutrisi penting yang cukup. termasuk karbohidrat, protein, lemak, serat, vitamin, dan mineral. Namun. ada kalanya anak-anak tidak mendapatkan nutrisi tersebut hanya dan makanan. Oleh karena itu, anak mungkin memerlukan suplemen mineral dan vitamin untuk mencegah gangguan pertumbuhan atau penyakit akibat kekurangan nutrisi. Berikut ini adalah daftar vitamin dan mineral yang dibutuhkan untuk pertumbuhan anak, sumber makanan dan manfaat yang sesuai dalam tubuh.

Perkenalkan buah dan sayuran saring satu per satu. tunggulah 2-3 hari untuk memeriksa apakah terjadi reaksi alergi atau tidak. Mulailah dengan memberikan sayuran dan buah-buahan polos 2-3 sendok makan, 4 porsi per hari. Jumlah buah dan sayuran yang dikonsumsi per hari akan bervariasi antara 2 sendok makan dan 2 cangkir tergantung pada ukuran anak Anda dan seberapa baik dia makan buah dan sayuran.

Jika anak suka. secara bertahap tingkatkan jumlah dan konsistensi makanan yang Anda tawarkan. Berikan makanan berukuran kecil, tetapi hindari menyajikan makanan yang dapat menyebabkan tersedak. Makanan untuk pertumbuhan gigi juga dapat diperkenalkan pada saat ini. Makanan asin dan / atau manis tidak dianjurkan.

Ketika bayi mencapai usia 6-8 bulan, lanjutkan pemberian ASI atau susu formula 3-5 kali sehari. Konsumsi ASI atau susu formula, akan mulai berkurang dengan adanya pemberian makanan padat sebagai sumber nutrisi. Setelah mencoba memberikan berbagai sereal bayi yang berbeda. cobalah jus buah bayi tanpa pemams yang kaya akan vitamin C, buah-buahan dan sayuran saring.

Kesimpulan
Untuk Menghindari Masalah Nutrisi Pada Anak Anda harus mengkonsumsi Harus melihat dari Katagori Usia Anak tersebut.

Masalah Nutrisi Pada Anak

Masalah Nutrisi Pada Anak

Sumber : HEALTH GUIDE MAGAZINE
Artikel Lainnya : keterampilan memilih makanan dan minuman yang sehat

banner smartdetox bawah baru

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *