Masalah Penglihatan

Orang-orang yang dapat melihat dengan jelas sering meremehkan penglihatan mereka. Kita memperlakukan mata lebih sebagai sebuah teknologi daripada sebuah organ tubuh yang hidup, dan kita lebih meyakini bahwa laser adalah jalan terbaik untuk mempertahankan mata yang sehat. Namun, selama dua dekade terakhir, penelitian telah menunjukkan bahwa “teknologi” ini sesungguhnya sangat dipengaruhi makanan yang kita konsumsi. Sarapan, makan siang, dan makan malam memiliki dampak tertentu pada dua tenis penyakit mata yang umum. katarak dan degenerasi macula (bintik kuning). Kedua penyakit ini menjangkiti jutaan manula di Amerika.

Benar, saya akan mengatakan bahwa jika Anda mengonsumsi makanan yang banyak mengandung daging, dan bukan tumbuhan. Anda mungkin saja akan meniadi buta.

Degenerasi macula adalah penyebab utama dari kebutaan yang tidak dapat disembuhkan pada orang-orang di atas tahun. Lebih dari 1.6 juta penduduk Amerika menderita penyakit ini, dan banyak di antaranya meniadi buta.” Seperti yang dapat Anda tangkap dari namanya, penyakit ini pada dasarnya adalah rusaknya bintik kuning. Bintik kuning adalah persimpangan biokimia di dalam mata. tempat energi tahaya yang masuk ditransformasikan meniadi sinyal saraf Dapat dikatakan macula adalah hal yang paling utama dan harus berfungsi agar penglihatan dapat terjadi.

Di sekitar macula terdapat asam lemak. Asam lemak tersebut, jika terkena cahaya yang masuk dari retina, akan bereaksi dan memproduksi radikal bebas yang sangat reaktif dalam jumlah yang sedikit. Radikal bebas ini (lihat Bab 4) dapat merusak, atau mendegenerasikan. jaringan-jaringan di sekitarnya, termasuk macula. Namun untunglah, kerusakan akibat radikal bebas ini dapat ditekan oleh antioksidan yang ditemukan dalam buah dan sayuran.

Dua penelitian menyediakan bukti kuat bahwa makanan dapat melindungi kita dari degenerasi macula. Salah satu penelitian tersebut mengevaluasi pola makan41 dan penelitian lain meneliti nutrisi dalam darah ‘ Temuan dari kedua penelitian tersebut menemukan bahwa sekitar 70-88% kebutaan yang disebabkan degenerasi macula dapat dicegah |ika kita mengonsumsi jenis makanan yang benar.

Penelitian terhadap asupan makanan” membandingkan 356 individu usia antara 55-80 tahun yang telah didiagnosis menderita degenerasi macula tahap lanjut (kelompok uii) dengan 520 individu yang menderita masalah mata lain (kelompok kontrol). Lima pusat medis optalmologi (ilmu pengobatan mata) bekerja sama dalam penelitian tersebut.

Para peneliti menemukan bahwa asupan karotenoid yang lebih tinggi diasosiasikan dengan lebih rendahnya frekuensi degenerasi macula. Karotenoid adalah antioksidan yang ditemukan dalam buah dan sayuran berwarna. Saat tingkat asupan karotenoid disusun dalam peringkat, individu yang mengonsumsi terbanyak memiliki 43% lebih sedikit penyakit daripada individu yang mengonsumsi paling sedikit. Tidak mengejutkan, 5 dari 6 makanan berbasis tumbuhan yang diukur juga diasosiasikan dengan tingkat degenerasi macula yang lebih rendah (brokoli, wortel, bayam, winter squash, dan kentang). Bayam adalah yang paling banyak memberikan perlindungan. Tercatat 88% lebih sedikit penyakit menyerang individu yang mengonsumsi bayam lima kali atau lebih dalam seminggu, jika dibandingkan dengan mereka yang mengonsumsi bayam kurang dari satu kali dalam sebulan. Satu-satunya kelompok makanan yang tidak memperlihatkan efek perlindungan adalah kelompok sawi/ kembang kol/kecambah brussel, yang berwarna paling pucat dari seluruh kelompok makanan nabati yang diuji.”

Para peneliti juga mencari potensi perlindungan dari penyakit yang diperoleh dengan mengonsumsi karotenoid yang terkandung dalam kelima makanan tersebut secara terpisah. Hanya ada satu dari kelima jenis tumbuhan tersebut yang tidak menunjukkan efek perlindungan yang signifikan. Efek tertinggi diberikan oleh karotenoid yang terkandung dalam sayuran berdaun hijau tua. Di lain pihak, beberapa suplemen vitamin, termasuk retinol (bentuk awal “vitamin” A), vitamin C, dan vitamin E menunjukkan sedikit, bahkan tidak sama sekali, manfaat yang menguntungkan. Sekali lagi kita melihat bahwa suplemen mungkin dapat memberikan kekayaan yang luar biasa untuk produsen suplemen, tetapi tidak mampu memberikan kesehatan yang luar biasa untuk tubuh kita.

Saat semua telah selesai, penelitian tersebut berkesimpulan bahwa risiko degenerasi macula dapat diturunkan 88% hanya dengan mengonsumsi makanan yang benar.

Pada titik ini mungkin Anda bertanya-tanya, “Di mana saya dapat memperoleh karotenoid tersebut?” Sayuran berdaun hijau tua, wortel, dan jeruk adalah sumber-sumber yang baik. Namun, di sinilah letak masalahnya. Di antara ratusan (mungkin ribuan) antioksidan karotenoid dalam makanan-makanan tersebut, baru sekitar selusin yang telah diteliti hubungan efek biologisnya. Kemampuan unsur kimia tersebut dalam menyerang dan menurunkan radikal bebas telah sangat diketahui, tetapi aktivitas masing-masing karotenoid sangat bervariasi, bergantung pada kondisi pola makan dan gaya hidup. Variasi tersebut menyebabkan hampir tidak mungkin untuk dapat memprediksi aktivitas individual mereka, bisa saja menguntungkan atau bahkan merugikan. Ixtgika untuk mengonsumsi antioksidan karotenoid dalam bentuk suplemen masih terlalu dini dan dangkal. Ini membuat kita mengabaikan dinamika alam itu sendiri. |auh lebih aman mengonsumsi karotenoid dalam bentuknya yang alami, yaitu dalam buah dan sayuran berwarna.

Penelitian kedua” membandingkan 421 pasien degenerasi macula (kelompok uji) dengan 615 orang dalam kelompok kontrol. Lima pusat medis ternama yang mengkhususkan pada pengobatan mata ikut berpartisipasi dalam penelitian ini. Para peneliti membandingkan tingkat antioksidan dalam darah, dan bukan antioksidan yang dikonsumsi. F.mpat jenis antioksidan diuji, yaitu karotenoid, vitamin C. selenium, dan vitamin E. Kecuali pada selenium, setiap antioksidan diasosiasikan dengan lebih sedikitnya kasus degenerasi macula, walaupun hanya karotenoid yang memiliki hasil signifikansi statistik. Risiko degenerasi macula dapat ditekan dua per tiganya pada pasien yang memiliki tingkat karotenoid paling tinggi dalam darahnya, jika dibandingkan dengan kelompok yang rendah.

Penurunan sekitar 65-70% ini serupa dengan penurunan yang mencapai 88% pada penelitian pertama. Kedua penelitian ini konsisten menunjukkan manfaat antioksidan karotenoid yang dikonsumsi sebagai makanan. Karena keterbatasan percobaan, kita hanya dapat mengira-ngira proporsi degenerasi macula yang disebabkan kebiasaan makan yang buruk, dan tidak mungkin mengetahui antioksidan mana yang terlibat. Namun, satu hal yang dapat kita petik adalah mengonsumsi makanan yang mengandung antioksidan, terutama yang mengandung karotenoid, akan mencegah kebanyakan kasus kebutaan yang disebabkan oleh degenerasi macula. Ini merupakan sebuah rekomendasi yang sangat menggembirakan.

Katarak sedikit lebih ringan dibandingkan degenerasi macula karena tersedia tindakan operasi yang efektif untuk mengembalikan penglihatan yang hilang akibat penyakit ini. Namun, jika Anda memperhatikan angka-angkanya, katarak adalah beban yang jauh lebih besar bagi masyarakat. Pada usia 80, setengah penduduk Amerika akan menderita katarak.19 Saat ini, terdapat 20 juta warga Amerika usia 40 tahun ke atas yang menderita katarak.

Pembentukan katarak melibatkan mengeruhnya lensa mata. Tindakan operasi yang dilakukan adalah membuang lensa yang keruh dan menggantinya dengan lensa buatan. Perkembangan kondisi yang suram ini. seperti halnya degenerasi macula dan banyak kondisi penyakit lainnya dalam tubuh, sangat terkait dengan kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas reaktif yang berlebihan.” Sekali lagi, sangat masuk akal untuk mengasumsikan bahwa mengonsumsi makanan yang mengandung antioksidan dapat sangat bermanfaat.

Diawali pada tahun 1988, para peneliti di Wisconsin mulai menyelidiki kesehatan mata dan asupan makan pada lebih dari 1.300 orang. Sepuluh tahun kemudian, mereka melaporkan hasil temuannya.4‘ Orang yang mengonsumsi lutein, salah satu jenis antioksidan yang spesifik, dalam jumlah paling banyak memiliki tingkat katarak hanya setengah daripada mereka yang paling sedikit mengonsumsi lutein. Lutein adalah unsur kimia yang sangat menarik. Selain kandungannya mudah ditemukan dalam bayam dan sayuran berdaun hijau tua lainnya, lutein juga merupakan bagian integral dari jaringan lensa itu sendiri.” ‘”Serupa dengan temuan di atas, subjek yang mengonsumsi bayam dalam jumlah yang paling banyak memiliki 40% lebih sedikit katarak.

Kedua kondisi mata ini, degenerasi macula dan katarak, keduanya terjadi saat kita tidak cukup mengonsumsi buah-buahan berwarna cerah dan sayuran berdaun. Dampak radikal bebas, yang diperparah oleh makanan berbasis hewani dan ditekan oleh makanan berbasis nabati, sangat mungkin menjadi penyebabnya.

KESIMPULAN
Masalah Penglihatan, Penelitian membuktikan bahwa makan dapat melindungi kita dari degenerasi macula (bintik kuning)

SUMBER                                           : RAHASIA SEHAT ORANG CHINA 

LIHAT ARTIKEL LAINNYA        : Jus Sayuran dan Buah

 

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *