Membersihkan Racun Tubuh

Racun Eksternal:

Racun pada makanan & minuman

1. Alkohol

Mengonsumsi alkohol secara berlebihan dapal meningkatkan risiko terkena kanker dan stroke. Minum alkohol sccara rutin hiingga 4 kali sehari dapat menyebabkan kerusakan sel otak, jantung. dan penglihatan.

2. Kafein

Mengonsumsi Kafein lebih dari 600 mg per hari (6 cangkir) dapat meningkatkan jumlah hormon stres.

3. Nikotin

Pada setiap isapan rokok, Anda menghirup 4.000 jenis gas termasuk karbon monoksida  dan moncerna racun seperti lead, arsenik dan sianida. Ketika merokok. Tubuh akan memproduksi zat kimiawi bernama nitrosamine vang dapat menimbulkan kanker.

4. Pestisida

Kandungan senyawa dalam produk pestisida tidak selalu sama. Namun, zat kimiawi yang umumnva terdapat dalam pestisida di antaranya: antimikrob (untuk membunuh bakteri dan virus), atraktan (untuk menarik perhatian serangga), defolian (untuk menggugurkan daun), desikan (untuk membasmi mikroorganisme). repellent (untuk menghalau serangga dan hama lainnva). inhibitor (untuk menekan pertumbuban batang dan tunas), pengawet kayu, dan stimulan tanaman (untuk menguatkan pertumbuhan buah).

Terpapar insektisida dalam jangka waktu lama, meski dalam dosis rendah, dapat menimbulkan masalah pada kesehatan manusia zat beracun yang terkandung di dalamnya dapat mempengaruhi sistem sarat, pernapasan, organ

Ketika merokok, tubuh akan memproduksi zat kimiawi bernama nitrosamine yang dapat menimbulkan kanker

reproduksl. kerusakan ginial. kankcr. hingga mutasi gen.

–       Sektiar 80.000 pestisida dan bahan-bahan kimia yang dipakai sekarang, 10% dikenal sebagai karsinogenik -bahan bahan yang dapat menyebabkan kanker. Di Amerika Serikat, angka kematian akibat kanker meningkat dari 331.000 kasus (1970) menjadi 521.000 kasus (1992). dengan rata-rata kematian 30.000 kasus akibat bahan-bahan kimiawi.

 

–       Penilitian di Inggris menunjukkan setiap orang menelan sekilar 4.5 liter ( 1 galon) pestisida setiap tahun melalui makanan yang dikonsumsi.

 

Secara global, penggunaan pestisida untuk pertanian berkembang dari 50-juta kg/tahun (1945) menjadi rata-rata 2.5-miliar kg/tahun. Kebanvakan pestisida modern mengandung racun 10 kali lebih linggi dibandingkan dengan yang dipakai pada 1950.

DEET adalah bahan aktif  repellent yang saat ini paling banyak digunakan di dunia. Terpapar zat itu dapat menyebabkan iritasi kulit hingga gangguan ginjal.

–       Hampir setiap rumah langga menggunakan produk-produk bertanam dan penyemprot pembasmi serangga berbahan kimia. Biasanya untuk membunuh nyamuk, semut, lalat, dan hama lain yang banyak terdapat di taman alau halaman. Indonesia adalah salah satu contoh negara berkembang dengan pemakaian pestisida sangat banyak, termasuk calir (lotion) anti nyamuk. Padahal, pemakaian pestisida jenis itu sebenarnya cukup berbahaya. karena produk-produk yang dijual di Indonesia mengandung zat beracun yang disebut DHET (diethyl-toluamidc). DEET adalah bahan aktif repellent yang saat ini paling banyak digunakan di dunia. Terpapar zat itu dapat menyebabkan iritasi kulit hingga gangguan ginjal.

 

–        Gejala yang kerap muncul akibat konsumsi pestisida tingkat tinggi antara lain: kelelahan, alergi, iritasi kulit, dan beberapa jenis kanker.

 

–        Tubuh manusia sulit uniuk mendetoks pesiisida sccara alami. Oleh karcna iiu, mengurangi kcberadaan pesiisida menjadi lebih penling dibandingkan dengan melakukan diet kciat uniuk mcnghilangkan racun ilu di dalam tubuh.

 

  1. 5.    Lemak jenuh dan lemak jahat lainnya

 

–        Daging merah. produk berbahan dasar susu berleniak tinggi. Mentega,. Kue, biskuit dan roti meniiliki kadar lemak jenuh tinggi.

 

–        Lemak jenis itu harus di proses melalui lever/ hati. dan jika lever harus terus memproses lemak, maka lever tidak dapat menangani racun yang sesungguhnya pada tubuh manusia sccara total (seperti pesiisida). Lemak-lemak jahat dapat meningkatkan jumlah radikal bebas dalam tubuh

 

–        AHA (American Heart Association) menyatakan bahwa mengonsumsi lebih dari 20% (3/4 oils) lemak jahat per hari dapat merusak tubuh.

  1. 6.    Gula tersembunyi

–       Riset di Universitas New York, Buffalo. Amerika Serikal, menyebutkan makanan yang memproduksi asupan radikal bebas tertinggi dalam tubuh adalah gula.

Gula bisa menjadi racun bila dikonsumsi lebih dari 8 sendok teh per hari.

 

 

KESIMPULAN
Membersihkan Racun Tubuh dari faktor luar bisa Anda Ketahui dari Jenis, Gejalanya. Ketahui Jenis Racun Dari luar tubuh dari Artikel diAtas

 

SUMBER                                : THE DETOX LIFESTYLE  “Natural Ways To Be Healthy”
LIHAT ARTIKEL LAINNYA  : Pola Makan Yang Sehat

banner smartdetox bawah baru

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *