Mitos- Mitos Tentang Daging Kambing

Inilah Beberapa Mitos Daging Kambing

Menurut dokter spesialis penyakit dalam Ari Fahrial Syam. mitos perlama. masyarakat yang kebetulan diketahui tekanan darahnya (TD) rcndab atau hipotensi flD < atau = 90/60) akhirnya meningkatkan makan daging kambing agar tensinya naik. Padahal. tekanan darah rendah bisa disebabkan oleh berbagal hal. Bisa karena perdarahan, kurang minum sampai dehidrasi karena berbagai sebab. kelelahan atau kurang Udur.

Selain itu, tensi yang rendah juga dapat disebabkan karena gangguan pada jantung. Baik karena kelalnan katup atau serangan Jantung bahkan gagal Jantung. Tapi pada sebagian masyarakat tanpa melihat ke-napa TD-nya rendah langsung mengonsumsi daging kambing secara berlebihan.

Mitos - Mitos Daging KAmbing

Mitos – Mitos Daging KAmbing

“Kalau tensi turun karena gangguan jantung, konsumsi daging kambing berlebihan justru akan fatal dan memperbu-ruk keadaan.” ujar dr Ari kepada WariaKota, Minggu (13/10). Dampak langsung akibat mengonsumsi daging kambing berlebihan adalah sembelit. Kalau kebetulan mempunyai penyakit GERD (penyakit asam atau isi lambung balik arah keatas). maka GERD-nya akan bertambah parah. Belum lagi efek Jangka panjang berupa peningkatan kadar lemak dan kolesterol darah.

Mitos kedua. “torpedo” atau testis kambing akan meningkatkan gairah seksual. Sate kambing setengah matang meningkatkan gairah seksual. Ternyata hal ini pun tidak sepenuhnya benar. Memang. testis kambing banyak meng-andung testosteron yang dapat mrninijkatkan gairah seksual. Tetapi sebenarnya peningkatan gairah seksual terjadi karena multifaktor dan tidak semata-mata berhubungan dengan makanan.

Daging kambing juga daging sapi mengandung tlnggi lemak Lemak hewani biasanya mengandung lemak jenuh. Lemak jenuh ini banyak mengandung LDL lemak Jahat yang bisa menumpuk pada dinding pembuluh darah kita. Daging kambing juga mengandung protein hewani. Protein kita butuhkan untuk menggantikansel-sel yang rusak dan sebagai zat pembangim. “Daging kambing termasuk juga daging sapi mengandung zat gizi yang memang kita butuhkan. Tetapi kalau jumlahnya berlebihan akan mengganggu kesehatan kita. Imbangi banyak makan buah dan sayur untuk mengurangi .
efek samping dari makan daging berlebihan.” kata staf pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo ini.
Menurut Dokter Spesialis Penyakit Dalam Aru Sudoyo. tidak ada bukti ilmiah bahwa daging kambing secara langsung menaikkan tekanan darah atau meningkatkan kolestcrol melebihi daging merah lainnya.
“Hal yang lebih benar adalah. daging merah merupakan faktor risiko dari hipertensi. Daging sapi bahkan memiliki kadar kolesterol lebih tinggi dibandingkan daging kambing,” ujar dr Aru.
Mengonsumsi daging merah sebaiknya secukupnya dan bukan untuk mendapatkan khasiat tertentu yang diketahui berdasarkan mulut ke mulut (mitos) saja. Sebaiknya dalam kondisi apapun. termasuk saat Idul Adha. disarankan untuk mcnmirangl semua jenis daging merah.
“Bukan menghilangkan dari menu tapi mengurangi saja,” katanya. Karena di dalam daging merah terdapat protein yang penting untuk tubuh.

Baca Juga Yang satu ini ...
Tips langsing artis hollywood

 

Terima kasih warta kota = )

 

banner smartdetox bawah baru

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *