MUNTAH

Muntah Mengeluarkan Darah

Muntah biasanya diakibatkan oleh suatu infeksi atau gangguan yang berlokasi di antara lambung dan usus besar. Namun kadang-kadang muntah disebabkan oleh infeksi bakteri atau suatu penyakit yang memer-lukan pemeriksaan lebih lanjut dan pengobatan serius. Kebanyakan gangguan lambung ini «fr*r»babkan oleh virus dan akan sembuh dengan sendirinya dijiiam beberapa hari.

Apa yang dapat Anda lakukan

Orang dewasa:

> Istirahatkan lambung Anda. Jangan makan apapun seama 1-2 jam. Berikan minum sedikit-sedikit tetapi sering Setelah rasa mual hilang, barulah asupan cairan (minuman) ini ditingkatkan secara bertahap

> Tetap mengonsumsi cairan selama 8 jam pertama setelah muntah. Coba air putih, agar-agar, sup ayam atau sup bening. Teguk sedikit demi sedikit.

> Hindari minuman berkafein, produk susu, jus jeruk, alkohol, aspirin dan ibuprofen (pereda demam dan nyeri).

> Tambahkan makanan tawar setelah 8 jam, seperti sup, biskuit kraker, ayam atau nasi. Makanlah dalam porsi kecil sebanyak yang Anda sanggup.

> Hindari makanan yang digoreng, pedas, atau padat bumbu selama 1-2 hari.

Anak:

> Berikan cairan rehidrasi oral (oralit) satu sendok teh setiap 1-2 menit untuk mencegah dehidrasi (kekurangan cairan). Tingkatkan jumlah dan frekuensi pemberiannya sesuai dengan kemampuan masing-masing anak. Anak yang muntah tidak mudah mengalami dehidrasi (kekurangan cairan) jik.i dia cukup minum dan dapat buang air kecil secara berkala.

> Jika anak muntah, hentikan pemberian minum (istirahatkan lambung) selama setengah jam, Ialu berikan minum lagi.

> Minuman seperti soda atau jus apel bukan merupakan cairan pengganti yang tepat untuk mengatasi kondisi dehidrasi (kekurangan cairan) pada anak. Minuman berkadar gula twroggi ini akan menarik cairan dari sel, sehingga menambah riKitao dehidrasi. Minuman yang mengandung kadar garam tinggi juga memiliki efek sama. Jadi, hindari pemberian cairan kaldu yang terlalu asam.

> Air putih bukanlah satu-satunya cairan untuk mengatasi dehidrasi. Berikan dalam jumlah sedikit sebagai cairan tambahan terhadap larutan oralit.

> Berikan cairan dalam jumlah sedikit -sedikit untuk menghindari terjadinya iritasi lambung. Konsumsi cairan yang terlalu banyak justru dapat memperbanyak muntah.

> Jika anak dapat minum secara berkala, walaupun da’am jumlah sedikit, dia dapat diberikan makanan seperti biasa (normal). Anjurkan anak untuk makan daging tanpa lemak, yogurt, pisang, sayuran, dan karbohidrat kompleks seperti nasi, kentang, roti dan sereal.

> Merupakan hal yang wajar bila nafsu makan anak cenderung menurun sesudah muntah. Namun demikian, pastikan anak cukup minum (berikan minum sedikit-sedikit, tetapi sering).

> Jangan berikan obat untuk menqatay mual dan muntah tanpa saran dokter. Muntah biasanya berhenti sendiri dalam waktu 12-24 jam.

Penyebab

Gangguan lambung dan usus (infeksi, cedera, iritasi makanan)

> Gangguan telmga bagian dalam (pusing, mabuk kendaraan/mofion sickness)

> Gangguan pada otak (cedera kepala, infeksi otak, tumor, atau migren)

Tips pencegahan

Orang dewasa:

> Minum sedikit cairan jernih dan manis seperti jus buah (jangan jus jeruk karena kadar keasamannya terlalu tinggi). Minuman bergula ini dapat menenangkan perut dibandingkan dengan air putih atau cairan I‘amnya.

> Istirahat, baik dalam posisi duduk, berbaring, atau setengah duduk. Jangan beraktivitas dahulu karena aktivitas dapat menambah gejala mual dan muntah.

Anak:

> Saat berkendaraan, dudukan anak di kursi yang cukup tinggi sehingga ia dapat melihat pemandangan di depan mobil. Tutupi pemandangan di sisi kanan atau kiri mobil dengan tirai atau benda lain. Gerakan mobil, ataupun aktivitas melihat gerakan yang cepat di luar jendela kanan atau kiri mobil, dapat menyebabkan anak mabuk dan muntah.

> Atasi batuk dan demam di atas 38.8″C dengan obat bebas yang tepat karena keduanya (batuk tan demam) merupakan faktor pemicu timbulnya mntah pada anak berusia di baw.ih 6 tahun.

> Knsumsi permen, minuman ringan, dan bermain terlalu aktif bila digabungkan dapat menyebabkan muntah pada anak. Batasi konsumsi camilan,

misalnya hanya 1 batang coklat dalam satu kali makan. jangan lebih. Jika camilan berupa berupa permen atau makanan cepat saji, biasakan anak minum dengan air putih, jangan soda (soft drink) setiap kali sesudah mengonsumsinya. Jika anak sudah minum minuman ringan/toft drink, terutama minuman berkarbonasi, jangan berikan lagi camilan yang manis-manis.

> Jangan biarkan anak makan sambil bermain

KESIMPULAN

Muntah, jika anak muntah hentikan pemberian minum (istirahatkan lambung) selama setengah jam, lalu berikan minum lagi.

Muntah

Muntah

 

Sumber : HEALTH GUIDE
Artikel Lainnya : Berpikir lebih & cepat

banner smartdetox bawah baru

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *