Neuro Meridian Kinestetik

PENTINGNYA STIMULASI NEURO KINESTETIK

Tahukah Anda? Banyak gerak pada anak dapat membuat fungsi otak anak tertatih dan semakin lama semakin berkembang yang akan membuat anak menjadi cerdas.

 

Fiska, 10 bulan, sangat aktif bergerak ke sana ke mari. Tubuhnya yang padat berisi pun bergoyang ketika mendengar suara musik dan celotehan pun tak henti keluar dari mulutnya meski baru yang jelas terdengar hanya gumaman menyebut “mama mama mama”. Ya, itulah beberapa contoh stimulasi sederhana yang coba diterapkan kedua orang Fiska untuk melatih kecerdasan kinestetik sang anak. Mulai dari mengajak anaknya menari, bernyanyi, atau kegiatan lain yang membuat anaknya banyak bergerak sedari kecil.

Mungkin, ada orang tua yang kebingungan atau keletihan jika mengawasi anaknya yang tidak bisa diam atau gemar bergerak. Tapi, ternyata banyak manfaat yang didapat bagi anak bila mereka ternyata senang bergerak.

Sebab, faktanya banyak bergerak justru membuat anak makin cerdas khususnya kegiatan yang berhubungan dengan fungsi motorik anak.

RAIH 8 KECERDASAN MAJEMUK

Neuro kinestetik adalah bagian dari terapan neuroscience yang merupakan salah satu bentuk stimulasi. Rangsangan atau stimulasi neuro kinestetik dapat merangsang sel-sel otak anak untuk berkembang dengan baik dan membentuk kecerdasan kinestetik sehingga dapat mendukung berkembangnya kecerdasan majemuk anak.

Menurut data, ada delapan kecerdasan majemuk yang dapat berkembang melalui stimulasi neuro kinestetik. Adalah cerdas bahasa, cerdas matematika, cerdas spasial,  cerdas fisik, cerdas musik, j cerdas interpersonal, cerdas intrapersonal, dan cerdas alam yang dapat berkembang dengan aktivitas fisik untuk melihat kemampuan anak mempertahankan keseimbangan dan kesempurnaan gerakan mereka.

Kecerdasan kinestetik juga merupakan kemampuan kematangan saraf yang mematangkan gerak refleks menjadi gerak yang terkendali dan terkoordinasi, memiliki integrasi yang baik antara proses berpikir dan tubuh secara stimulan pada akhirnya menjadi gerak yang mempunyai tujuan, gerak yang indah. Hal ini terkait erat dengan lima panca indera dan dua sistem keseimbangan sebagai penerima rangsang.

Pada anak usia 0 hingga 8 tahun, sel-sel otak anak dapat berkembang dan berkoneksi dengan sangat cepat bahkan hingga 80% bagiannya. Di masa ini, peran orang tua dalam memberikan stimulasi ataupun rangsangan yang tepat sangat dibutuhkan. Stimulasi juga mampu membentuk karakter anak sejak dini dan mengasah kecerdasan majemuk lainnya.

Dengan aktivitas gerak yang sesuai dengan umurnya, kecerdasan otak, intelegensia, daya imaginasi serta emosional anak dapat membantu mengembangkan kecerdasan majemuk. Semua rangkaian kegiatan ini pada akhirnya dapat membentuk percaya diri anak untuk mempersiapkan kemandirian mereka di masa yang akan datang.

Setelah perkembangan otak sudah maksimal dengan stimulasi neuro kinetik untuk gerakan motoriknya, perkembangan otak tak hanya berhenti sampai di situ. Perkembangan kecerdasan akan terus berlanjut dengan perkembangan kognitifnya yang juga sangat berguna.

Anak yang mencapai kemampuan npotorik secara maksimal bisa ditandai dari keseimbangan tubuhnya, karena pada dasarnya perkembangan otak anak dimulai dari perkembangan motorik terlebih dahulu.

Kita dapat memberikan stimulus pada anak mulai dari bagian tubuh bagian atas hingga ke bawah. Mulai dari hal-hal yang menurut kita sederhana, sesederhana mendongakkan atau mengangkat kepala. Mungkin untuk beberapa anak, hal ini sulit dilakukan. Tugas kitalah sebagai orang tua dapat melatih dan memberikan rangsangan karena hal itu dapat membantunya belajar di kelas, misalnya untuk mendongakkan kepala ke papan tulis dan untuk aktivitas lainnya. Konsultan saraf, dr. Diatri Marilastri, membenarkan jika kinestik anak dilatih dengan baik maka anak akan mempunyai kemampuan rasa percaya diri yang tinggi dan tubuhnya juga akan lebih bagus posturnya. “Kita dapat melihat tubuh kita saat ini dari cara duduk dan cara berjalan. Ini akan terlihat apakah di masa kecil kita dahulu, kinestik kita dilatih dengan baik atau tidak,” terang dr. Diatri.

STIMULASI TERARAH

Stimulasi dapat dilakukan mulai dari lahir hingga kapanpun karena otak kita bersifat plastisitas atau memiliki kemampuan atau kapasitas dari sistem saraf pusat untuk beradaptasi terhadap kebutuhan fungsional. Jadi jika digambarkan, sirkuit otak kita akan terbentuk sesuai stimulus yang diberikan dan respon dari individu itu sendiri. Itulah mengapa stimulasi harus terus ada untuk otak, tidak berhenti hanya pada usia anak tapi harus terus berkelanjutan.

Memberikan stimulasi memang lebih baik dimulai dari lingkungan keluarga. Jika di dalam keluarga atau dalam arti orang tua tidak memberikan stimulasi secara aktif, anak-anak akan mendapatkan stimulasi dari orang-orang di sekitarnya dengan hasil yang kurang lebih bisa sama.

“Tapi yang diharapkan tentu stimulasi yang terarah bukan stimulasi apa adanya, yang memengaruhi perkembangan otaknya sehingga jadi lebih bagus ” dr. Diatri menegaskan.

Mengajarkan anak menyanyi dan menari merupakan salah satu bentuk sederhana stimulasi kinestetik. Semakin banyak kita berikan stimulasi hasilnya akan lebih bagus. Jika Anda mendengar kasus pada beberapa anak yang mengalami gangguan belajar, mungkin jika diperiksa lebih lanjut, anak ini memang banyak yang belum optimal pada setiap gerakannya. Menurut dr. Diatri yang harus diperbaiki dahulu adalah gerakan-gerakannya.

“Jadi bukan remedial hasil belajarnya dulu, bukan mengajarkan anak bisa belajar hitung-hitungan dan sebagainya. Tapi kita ajarkan dasarnya apa yang belum beres,” jelasnya.

Ya, stimulasi yang tepat memang menjadi tujuan agar mencapai hasil yang optimal. Untuk itu, dr. Diatri kembali mengatakan, hasil yang optimal adalah yang sesuai dengan perkembangan anak tapi bukan berarti menunggu.

“Kita mesti tepat misalnya pada umur sekian anak bisa merangkak dia nantinya akan merangkak, tapi menyiapkan anak merangkak itulah yang namanya stimulasi”, tutup dr. Diatri.

 

KESIMPULAN
PENTINGNYA STIMULASI NEURO KINESTETIK bagi kepentingan & kesehatan anak Anda.

 

 

Neuro Meridian Kinestetik

Neuro Meridian Kinestetik

 

Sumber : WANITA INDONESIA Tabloid
Artikel Lainnya :
Menopause Dini

banner smartdetox bawah baru

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *