Nutrisi yang Tidak Didanai


Pemerintah tidak hanya gagal mempromosikan kesehatan melalui rekomendasi-rekomendasi dan laporan-laporannya, tetapi pemerintah lelah mengacaukan kesempatan untuk mempromosikan kesehatan publik melalui penelitian ilmiah. U.S. National Institute of Health (NIH) telah menjadi pihak yang memberikan pendanaan untuk paling tidak 80-90% dari semua penelitian yang terkait dengan bidang biomedis dan nutrisi, yang dipublikasikan dalam jurnal-jurnal ilmiah. Untuk dapat mencakup berbagai bidang, NIH merangkul 27 institusi dan organisasi yang berbeda. Dua yang terbesar di antaranya adalah National Cancer Institute (NCI) dan National Heart, Lung and Blood Institute.” Dengan pengajuan dana pada tahun 200:> hampir mencapai USS29 triliun,1‘ NIH adalah pusat upaya penelitian medis terbesar yang dimiliki pemerintah.

Namun, tidak satu pun dari ke-27 institusi dan organisasi yang berada di bawah NIH memfokuskan diri pada nutrisi, meskipun nutrisi berfungsi penting bagi kesehatan dan publik sangat tertarik terhadap topik tersebut. Salah satu argumen yang menentang menggandeng institusi yang secara khusus memfokuskan pada nutrisi adalah institusi-institusi yang sekarang ada dan berada di bawah NIH yang juga telah memiliki perhatian terhadap nutrisi. Namun, itu tidak terjadi. Grafik 16.3 menunjukkan prioritas pendanaan untuk berbagai topik kesehatan pada NIH.1

Nutrisi yang Tidak Didanai

Nutrisi yang Tidak Didanai

 

Hampir seluruh anggaran pendanaan pencegahan dan nutrisi sama sekali tidak berhubungan dengan pencegahan dan nutrisi, seperti yang saya tuliskan dalam buku ini. Kita tidak akan mendengar penelitian yang menarik tentang pola makan atau adanya upaya serius untuk mengatakan kepada masyarakat bagaimana pola makan dapat memengaruhi kesehatan. Alih-alih. anggaran pencegahan dan nutrisi digunakan untuk mengembangkan obat-obatan dan suplemen nutrisi. Beberapa tahun yang lalu, direktur NCI, institusi NIH tertua, menggambarkan pencegahan sebagai “upaya untuk secara langsung mencegah dan/atau menghalangi transformasi yang membahayakan, untuk mengidentifikasi, mengarakterisasi, dan memanipulasi faktor-faktor yang mungkin akan efektif dalam mencapai penghalangan dan upaya tersebut untuk mempromosikan ukuran-ukuran preventatif?” Yang disebut dengan pencegahan ini .idalah memanipulasi atau mengisolasi unsur kinna.”Mengidentifikasi, mengarakterisasi, dan memanipulasi faktor faktor” adalah istilah lain dari penemuan obat-obatan.

Mari kita lihat dari perspektif berbeda. NCI (bagian dari NIH) pada tahun 1999 memiliki anggaran sebesar USS2.93 triliun.”‘ NCI menghabiskan dana sebesar US$500.0(H) hingga L’SSl juta untuk salah satu program utamanya, yaitu program makanan S-A Pav. i’rogram ini bertuiuan mengedukasi publik untuk mengonsumsi lima atau lebih sajian buah dan sayuran per liari. Ini hanya satu per tiga ratus persen (0.0256%) d.in total anggarannya. Itu artinya sekitar USS2.56 untuk setiap USSI0.000! |ika program mi disebut program utama, bagaimana nasib program program NCI yang dikategorikan kecil.

NCI |uga ikut mendanai dua penelitian yang dilakukan selama bertahun-tahun, termasuk Nurses’ Health Study di !lai\ard (telah didiskusikan pada Bab 12) dan Inisiatif Kesehatan Perempuan (Women’s Health Initiative W III). Program W III ini sebagian besar difokuskan kepada uii coba terapi penggantian hormon, suplemen vitamin I) dan kalsium, serta efek pola makan rendah-lemak terhadap pencegahan kanker payudara dan colon. Penelitian-penelitian yang terkait dengan nutrisi ini. selain jarang dilakukan, juga memiliki kecacatan uji coba seperti yang kita bahas pada Bab 14. Penelitian-penelitian tersebut hampir selalu didesain untuk terfokus dengan satu nutrisi pada satu waktu dan dilakukan dengan populasi yang semuanya mengonsumsi pola makan berbasis hewani yang berisiko tinggi. Penelitian-penelitian tersebut sangat tinggi kemungkinannya menghasilkan kesimpulan yang akan sangat membingungkan kita, dan kita tidak memerlukan kebingungan.

Jika bagian dari uang hasil pajak yang disetorkan sangat sedikit yang digunakan untuk penelitian nutrisi, lantas penelitian apa yang mereka danai? Hampir seluruh anggaran tersebut dihabiskan oleh N’IH setiap tahunnya untuk mendanai proyek-proyek pengembangan obat-obatan, suplemen, dan alat-alat mekanik. Intinya, sebagian besar penelitian biomedis yang warga Amerika bayar melalui pajak adalah penelitian penelitian mendasar untuk menemukan produk yang dapat dikembangkan dan dipasarkan oleh perusahaan farmasi. Pada tahun 2002, l)r. Marcia Angell, seorang mantan editor New England Journal of Medicine, mengungkapkan kenyataan itu dengan sangat baik.1

… industri farmasi menikmati perlindungan dan subsidi pemerintah yang luar biasa. Banyak dari penelitian awal dan mendasar yang mungkin menghasilkan pengembangan obat obatan didanai oleh National Institutes of Health (referensi dikutip). Biasanya kemudian, saat penelitian telah menunjukkan hasil yang menjanjikan secara praktis, perusahaan obat-obatan akan ikut melibatkan diri. Kelompok industri juga menikmati keringanan paiak yang menguntungkan. Tidak hanya biaya penelitian dan pengembangan yang mereka lakukan dapat dideduksi, tetapi juga demikian dengan biaya pemasarannya. Rata-rata tingkat paiak yang dikenakan pada industri-industri besar di Amerika dari tahun 1993 hingga 1996 adalah 27,3% dari pendapatan. Selama periode yang sama, industri farmasi dilaporkan wajib menyetor pajak hanya sebesar 16,2% (referensi dikutip). Yang paling penting, perusahaan obat-obatan menikmati monopoli selama 17 tahun yang diberikan pemerintah untuk produk obat mereka yang baru—yaitu perlindungan hak paten. Seketika setelah sebuah produk dipatenkan, tidak seorang pun boleh menjualnya dan perusahaan obat-obatan diperbolehkan mengenakan biaya untuk penggunaan obat tersebut dengan cara apa pun.

Uang paiak digunakan untuk membuat perusahaan farmasi lebih untung. Orang bisa berargumen bahwa hal ini dapat dibenarkan karena manfaat kesehatan yang kita peroleh. Namun, kenyataannya adalah semua itu hanyalah proses penelitian untuk menemukan obat-obatan, gen, alat. dan teknologi yang tidak tikan pernah menyembuhkan penyakit kronis yang kita derita. Penyakit kronis yang kita alami merupakan hasil dari serangan yang teramat kompleks terhadap tubuh karena kita mengonsumsi makanan yang tidak sehat. Tidak ada satu intervensi unsur kimia pun yang dapat menandingi kekuatan dari mengonsumsi makanan menyehatkan. National Cancer Institute sendiri pernah menyatakan, “Satu hal yang jelas adalah sebagian besar dari metode perawatan yang kita miliki sedikit-banyak memiliki efek samping yang merugikan.”11 Mengonsumsi pola makan menyehatkan sama sekali tidak berbahaya. Selain itu. manfaatnya jauh lebih banyak, termasuk sangat mengurangi biaya yang harus dikeluarkan, baik di bagian hulu. yaitu pencegahan penyakit, maupun di bagian hilir, yaitu merawat dan mengobati penyakit. Jadi. mengapa pemerintah mengabaikan segunung bukti yang mendukung pendekatan makanan, tetapi bahkan mendukung intervensi obat-obatan dan alat yang tidak efektif dan memiliki potensi bahaya?

KESIMPULAN
Nutrisi yang Tidak Didanai, bisa Anda lihat diartkel Kami diatas  yaitu dibawah NIH

SUMBER                                   : RAHASIA SEHAT ORANG CHINA
LIHAT ARTIKEL LAINNYA        : Apakah menjalankan program detoks sama saja dengan menjadi vegetarian?

 

banner smartdetox bawah baru

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *