Operasi

Tindakan Operasi: Sang Penyelamat Bayangan

Intervensi mekanis yang digunakan di Amerika sangat tidak seefektif seperti yang kebanyakan orang duga. Undakan operasi bypass menjadi sangat populer. Sebanyak 380.000 tindakan operasi bypass dilakukan pada tahun 1990.”‘ Itu berarti sekitar 1 dari 750 penduduk Amerika menjalani tindakan operasi besar tersebut. Selama proses operasi, dada pasien dibuka, aliran darah diubah arahnya dengan menggunakan serangkaian penjepit, pompa, dan mesin, kemudian pembuluh vena di kaki atau dada dipotong dan dijahit di atas bagian jantung yang bermasalah. Dengan begitu, darah -dimungkinkan untuk melewati pembuluh arteri yang paling tersumbat.

Biayanya sangat mahal. Satu dari 50 pasien akan meninggal karena komplikasi” selama prosedur yang memakan biaya US$46.000(sekitar Rp427.800.000.00). Efek samping lainnya adalah serangan jantung, komplikasi pernapasan, komplikasi perdarahan, infeksi, tekanan darah tinggi, dan stroke. Saat saluran di sekitar jantung ditutup dengan penjepit selama tindakan operasi, plak lepas dari dinding bagian dalam. Kemudian, darah akan membawa sisa-sisa pecahannya ke otak, yang akan menyebabkan banyak serangan stroke “mini”. Para peneliti telah membandingkan kemampuan intelektual pasien sebelum dan sesudah operasi, dan mendapatkan bahwa 79% pasien “menunjukkan kelumpuhan dalam beberapa aspek funnsi kognitif” tujuh hari setelah operasi.” Teminsvyung sungguh mencengangkan.

Mengapa kita membiarkan diri kita melalui semua ini? Manfaat yang paling didengung-dengungkan dari prosedur ini adalah hilangnya angina atau rasa sakit di dada. Sekitar 70-80% pasien yang menjalani tindakan operasi bypass terbebas dari rasa sakit yang menyiksa tersebut selama 1 tahun.u Namun, manfaat ini tidak bertahan selamanya. Tiga tahun setelah tindakan operasi, sekitar sepertiga pasien akan mengalami rasa sakit lagi* Dalam 10 tahun, setengah dari pasien bypass meninggal, mendapatkan serangan jantung, atau kembali mengalami rasa nyeri di dada.16 Penelitian jangka panjang mengindikasikan bahwa hanya pada kondisi tertentu seorang pasien dapat hidup lebih lama karena tindakan operasi bypass.” Terlebih lagi, penelitian ini membuktikan bahwa pasien yang menjalani tindakan operasi bypass tidak mengalami penurunan serangan jantung dibandingkan mereka yang tidak memilih tindakan operasi.”

Ingatkah Anda. timbunan plak yang menyebabkan serangan untung? Timbunan yang mematikan adalah timbunan plak yang kecil dan tidak stabil, yang cenderung pecah. Sementara itu. tindakan operasi bypass menargetkan plak yang paling besar dan yang paling terlihat, yang mungkin bertanggung jawab untuk rasa nyeri di dada. tetapi bukan untuk serangan jantung.

Undakan angioplasti juga tidak jauh berbeda. Prosedurnya mahal dan memiliki risiko signifikan. Setelah mengindentifikasi penyumbatan pada pembuluh arteri jantung, sebuah balon dimasukkan ke dalam pembuluh arteri dan ditiup hingga mengembang. Balon tersebut akan menekan plak ke dinding pembuluh sehingga memungkinkan lebih banyak darah yang mengalir. Sekitar 1 dari 16 pasien akan mengalami “abrupt irssel closure’ (penutupan pembuluh darah tiba tiba) selama prosedur ini. yang dapat menyebabkan kematian. serangan gantung, atau tindakan operasi bypass darurat.’ Dengan asumsi hal itu tidak teriadi. masih ada kemungkinan besar prosedur tersebut gagal. Dalam waktu 4 bulan setelah prosedur. 40% pembuluh arteri yang “dipaksa” terbuka akan tertutup lagi. ini artinya menihilkan prosedur tersebut.1” Meskipun demikian, di luar hasil yang tidak menyenangkan tersebut, angioplasti sangat membantu menghilangkan rasa nyeri di dada untuk sementara. Tentu saja, angioplasti tidak begitu berguna untuk merawat sumbatan sumbatan kecil yang paling mungkin menyebabkan serangan jantung.

ladi. setelah ditelaah lebih dekat, yang kita duga manlaat dari kemaluan mekanik di bidang penyakit jantung ternyata sangat mengecewakan. Tindakan ofterasi bypass dan angioplasti tidak menghilangkan ftenyebab /fenyakit;antung, memegah serangan jantung, atau memperpan/ang hidup sia/>a pun, kecuali pasien yang memiliki /antung yang paling parah kerusakannya.

Apa yang terjadi di sini? Dengan semua pencitraan positif yang membungkus penelitian jantung selama 50 tahun terakhir, ternyata kita masih harus bertanya pada diri sendiri: apakah kita memenangkan perang ini? Mungkin kita harus bertanya apakah kita memang benar-benar telah melakukan perubahan? Sebagai contoh, apa yang terjadi dengan pelajaran pola makan yang kita dapat !>0 tahun lalu? Apa yang terjadi dengan perawatan melalui pola makan yang ditemukan oleh Dr. Lester Morrison, seperti yang kita bahas di awal?

Penemuan penemuan itu secara garis besar menghilang. Saya pun mengetahui tentang penelitian di era 1940 an dan 1950-an baru baru sa|a Saya terheran heran karena para profesional yang saya kagumi di masa nusa kuliah sekitar akhir 1950 an dengan semangat menyangkal penelitian semacam itu pernah dilakukan, atau bahkan pernah dipikirkan, di Amerika. Sementara itu, kebiasaan makan warga Amerika menjadi jauh lebih buruk. Menurut U.S. Department of Agriculture, warga Amerika sekarang secara signifikan mengonsumsi lebih banyak daging dan lemak tambahan daripada 30 tahun lalu. ” lelas sekali mereka tidak berjalan ke arah yang benar.

Saat informasi ini kembali muncul ke permukaan pada dua dekade terakhir, perlawanan terhadap status quo kembali memanas. Beberapa dokter yang sangat langka membuktikan bahwa ada cara yang lebih baik untuk mengatasi penyakit jantung. Mereka memperlihatkan kesuksesan yang revolusioner dengan hanya menggunakan perawatan yang paling sederhana, yaitu makanan.

KESIMPULAN
Operasi, banyak orang yang tidak menginginkannya karna sangat mengerikan. Jika Anda tidak ingin diOperasi, jagalah kesehatan Anda.

 

SUMBER                                  : RAHASIA ORANG CHINA
LIHAT ARTIKEL LAINNYA        : Indikasi Wasir

 

banner smartdetox bawah baru

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *