Pendapat Pribadi Mengenai Kebijakan Nutrisi


Dalam hal kebiiakan nutrisi publik, saya ingin berbagi sebuah kisah pendek yang menggambarkan prioritas pemerintah. Salah satu mantan mahasiswa program pasca sarjana yang saya bimbing di Cornell, Antonia Demas (sekarang Dr. Antonia Demas). melakukan penelitian untuk disertasi doktoralnya dalam bidang edukasi, la mengaiarkan kurikulum yang berbasis makanan dan nutrisi sehat” pada anak-anak sekolah dasar dan kemudian, mengintegrasikan makanan sehat tersebut ke dalam program School Lunch, la melakukan penelitian ini sebagai seorang sukarelawan dan seorang ibu di sekolah anaknya selama 17 tahun sebelum kelulusan studi doktoralnya. Saya merupakan pembimbing bidang nutrisinya untuk penelitian disertasi yang ia lakukan.

U.S Department of Agriculture menerapkan program School Lunch kepada 28 juta anak-anak dan sangat bergantung kepada makanan yang disubsidi pemerintah. Program pemerintah, seperti yang sekarang berjalan, sebagian besar menggunakan produk produk hewani dan bahkan meminta sekolah yang berpartisipasi untuk ikut menyediakan susu sapi. Pada tingkat lokal, hal ini biasanya diartikan bahwa konsumsi susu merupakan suatu kewajiban.

Penelitian inovatif Dr. Demas pada pogram School Lunch meraih kesuksesan luar biasa. Anak-anak menyukai cara mengajarnya dan bersemangat mengonsumsi makanan schal saat mereka mengunjungi kantin pada jam istirahat. Anak-anak tersebut bahkan meyakinkan orangtua mereka di rumah untuk ikut mengonsumsi makanan sehat. Program Dr. Demas memenangkan penghargaan nasional untuk kategori “penerapan panduan makanan yang paling kreatif” dan “edukasi nutrisi yang luar biasa” Program tersebut terbukti menarik perhatian lebih dari 300 sekolah dan program program rehabilitasi perilaku di seluruh Amerika Serikat, termasuk sekolah-sekolah yang memiliki kultur yang sangat beragam, seperti di Hawaii, Florida, Indiana, New England, California, dan New Mexico. Dalam upayanya tersebut. Dr. Demas telah mengorganisasi sebuah lembaga nirlaba (Food Studies Institute, Trumansburg, New York) dan menulis sebuah kurikulum (“Makanan adalah Dasar”). Dan yang paling penting adalah program Dr. Demas seluruhnya berbasis nabati.

Saya mendapat kesempatan mengunjungi Washington dan berdiskusi dengan Dr. Eileen Kennedy, yang pada saat itu memabat sebagai Direktur Center for Nutrition Policy and Promotion (Pusat Kebijakan dan Promosi Nutrisi) di USDA. Dr. Kennedy terlibat baik dalam program School Lunch maupun komite panduan makanan. Saat bergabung dalam komite tersebut, ia telah “terpaksa” mengungkapkan keterkaitannya dengan industri susu. Sekarang, Dr. Kennedy menjabat sebagai Deputy Undersecretary untuk Divisi Penelitian, Edukasi, dan Ekonomi USDA. Tema diskusi kami adalah program School Lunch Dr. Demas yang inovatif dan bagaimana program tersebut mendapatkan banyak perhatian secara nasional. Pada akhir diskusi, saya mengatakan,

“Anda tahu bahwa program tersebut seluruhnya berbasis nabati.” la memandang lurus ke saya. menggoyang-govangkan jarinya, seakan akan saya adalah seorang anak yang telah berlaku nakal, dan berkata, “Kita tidak bisa menggunakannya”

Saya berhasil menarik kesimpulan bahwa ketika tiba saatnya suatu hal menyangkut tentang kesehatan, pemerintah tidak berada di pihak rakyat. Pemerintah berpihak kepada industri makanan dan farmasi dengan mengorbankan rakyat. Ini merupakan sebuah permasalahan yang problematis ketika kelompok industri, akademisi, dan pemerintah bergabung untuk menentukan apa yang sehat bagi negeri ini. Ini merupakan sistem yang dibuat oleh orang-orang yang memainkan peran mereka tersendiri dan sistem ini menghambur hamburkan uang paiak dan iuga merusak kesehatan kita.

KESIMPULAN
Pendapat Pribadi Mengenai Kebijakan Nutrisi,
contohnya bisa And abaca diArtikel Kami diatas ini.

SUMBER                                   : RAHASIA SEHAT ORANG CHINA
LIHAT ARTIKEL LAINNYA        : Apakah suplemen yang dikonsumsi selama menjalankan dengan aman bagi tubuh?

 

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *