Pengalaman Pribadi Terjerat Obat-Obatan


John memiliki pengalaman di bidang lain, bidang yang membual profesi medis kehilangan kredibilitasnya. Hidang tersebut berhubungan dengan industri obat-obatan. Pendidikan medis dan perusahaan obat telah bersanding bersama untuk waktu yang cukup lama John berbicara beberapa tentang betapa krusialnya masalah ini dan betapa sistem pendidikan telah sedemikian rusaknya. Ia berkala:

Masalah dengan dokter dimulai dari pendidikan kita. Seluruh sistem dibayar oleh industri obat; mulai dari pendidikan hingga dengan penelitian. Industri obat lelah membeli pikiran profesi medis. Hal ini telah dimulai sejak hari pertama Anda menginjakkan kaki di fakultas kedokteran. Sepanjang jalan yang Anda lalui di fakultas kedokteran didukung oleh industri obat.

John tidak sendirian dalam mengkritik cara institusi medis bermitra dengan industri obat. Banyak ilmuwan ternama telah mengeluarkan pernyataan pedas untuk menunjukkan betapa sistem kita telah rusak. Berikut ini berapa pernyataan mereka.

• Industri obat mengambil hati para mahasiswa kedokteran dengan menyediakan hadiah gratis, termasuk makanan, hiburan, dan liburan. Setiap perhelatan yang berhubungan dengan pendidikan, termasuk ceramah, tidak lebih dari sekadar iklan obat-obatan; dan konferensi-konferensi mengundang pembicara yang tidak lebih dari sekadar juru bicara perusahaan obat-obatan.11

• Mahasiswa kedokteran program pascasarjana (dokter residen) dan tenaga medis lainnya benar benar mengubah kebiasaan pemberian resep mereka karena informasi yang diberikan oleh orang-orang pemasaran perusahaan obat,'” walaupun informasi ini dikenal dengan “terlalu dinilai positif dan akibatnya adalah kebiasaan pemberian resep yang kurang tepat”.1 11

• Penelitian dan pengobatan akademis hanya melaksanakan keinginan industri farmasi. Ini bisa terjadi karena beberapa alasan. Pertama, pihak yang boleh merancang sebuah penelitian adalah perusahaan obat-obatan, dan bukan si peneliti. Hal ini memungkinkan perusahaan obat dapat “memperdaya” hasil penelitian.”

Kedua, para peneliti diperbolehkan memiliki kepentingan finansial secara langsung dalam sebuah perusahaan obat yang produknya sedang mereka teliti.

Ketiga, perusahaan obat diperbolehkan menjadi pihak yang bertanggung jawab untuk mengumpulkan dan menyusun data mentah, dan kemudian diperbolehkan secara selektif memilih peneliti untuk melihat data tersebut/ ‘

Keempat, perusahaan obat memiliki hak veto alas keputusan apakah suatu temuan akan dipublikasikan atau tidak, dan diperbolehkan memiliki hak-hak editorial atas setiap publikasi ilmiah yang dihasilkan dari penelitian tersebut.” n,r Kelima, perusahaan obat diperbolehkan menyewa firma komunikasi untuk menulis artikel ilmiah, dan kemudian mencari peneliti yang bersedia dicatut sebagai penulis artikel ilmiah yang telah selesai ditulis.

• Jurnal-jurnal ilmiah utama telah berubah menjadi alat pemasaran perusahaan obat. lurnal-jurnal kedokteran terkemuka memperoleh penghasilan utama mereka dari iklan obat. Iklan-iklan tersebut tidak dikaji dengan cukup dan perusahaan obat sering kali menghadirkan klaim yang menyesatkan tentang obat. Mungkin yang lebih membingungkan adalah sebagian besar penelitian uji klinis yang dilaporkan dalam jurnal didanai oleh perusahaan obat. dan kepentingan keuangan para peneliti yang terlibat tidak sepenuhnya diketahui oleh umum.’4

Dalam beberapa tahun terakhir, telah ada beberapa skandal yang terjadi di berbagai pusat kesehatan yang terpublikasikan dengan baik. Pada satu kasus, integritas seorang ilmuwan difitnah dalam berbagai cara, baik oleh perusahaan obat maupun administrasi universitasnya sendiri, setelah ia menemukan bahwa obat yang sedang dikaji memiliki efek samping yang berbahaya dan kehilangan keefektifannya.-‘ Dalam kasus lain, seorang ilmuwan kehilangan kesempatan bekerja di Universitas Toronto karena berbicara tentang kemungkinan efek samping dari salah satu antidepresan* Dan masih banyak contoh lainnya.

Dr. Marcia Angell, mantan editor New England Journal of Medicine, menulis editorial bernada pedas dengan judul. “Apakah Pengobatan Akademik Diobral?””

Hubungan antara peneliti klinis dan industri tidak hanya meliputi penyediaan dukungan, tetapi juga serangkaian pengaturan finansial lainnya. Para peneliti bertindak sebagai konsultan untuk perusahaan yang produknya sedang mereka teliti. Mereka bergabung dengan dewan penasihat dan biro juru bicara. Mereka terlibat dalam perjanjian hak paten dan royalti, setuju namanya digunakan untuk menjadi penulis artikel yang telah ditulis sebelumnya sesuai dengan kepentingan perusahaan. Mereka juga mempromosikan obat-obatan dan perangkat medis di berbagai simposium yang disponsori perusahaan dan mengizinkan diri mereka untuk dihujani hadiah mahal, tiket perjalanan, dan berbagai kemewahan lainnya. Banyak juga dari mereka yang dilimpahi kepemilikan saham dalam perusahaan.

Dr. Angell melanjutkan dengan mengatakan bahwa hubungan yang bersifat finansial tersebut sering menyebabkan “penelitian yang bias. baik dalam metode pengerjaan maupun metode pelaporannya”

Bahkan, kenyataannya adalah satu-satunya ienis penelitian yang didanai dan diakui adalah penelitian obat-obatan, dan ini lebih berbahaya daripada ancaman hasil penelitian palsu. Penelitian terhadap penyebab penyakit dan intervensi tanpa penggunaan obat-obatan sama sekali tidak pernah dilakukan dalam institusi medis. Sebagai contoh, para peneliti akademis bisa jadi sangat bersemangat berusaha menemukan obat yang akan menyembuhkan gejala obesitas, tetapi tidak akan meluangkan waktu atau uang sedikit pun untuk mengajarkan masyarakat cara hidup yang lebih sehat. Dr. Angell menulis:1

Dalam istilah pendidikan, di bawah pengawasan konstan dari perwakilan industri, mahasiswa kedokteran dan pejabat fakultas belajar untuk terlalu bergantung kepada obat-obatan dan peralatan medis daripada yang seharusnya. Seperti tuduhan para kritikus medis, dokter-dokter muda Majar bahwa selalu ada pil untuk setiap masalah (dan seorang perwakilan perusahaan obat untuk menjelaskannya). Mereka juga menjadi terbiasa menerima hadiah dan bantuan dari sebuah industri yang menggunakan cara-cara tersebut untuk memengaruhi kelanjutan pendidikan mereka. Pusat-pusat akademis medis membiarkan diri mereka menjadi pos penelitian industri, berkontribusi untuk terlalu menekankan obat-obatan dan peralatan medis.

Di dalam lingkungan seperti ini. apakah mungkin bagi nutrisi untuk memperoleh pengakuan yang adil dan jujur? Di luar kenyataan bahwa penyebab kematian kita yang tertinggi dapat dicegah, dan bahkan disembuhkan, dengan menggunakan nutrisi yang baik. akankah Anda mendengar tentang semua ini dari dokter Anda? Tidak, selama lingkungan ini masih ada dalam sekolah kedokteran dan rumah sakit. Tidak, kecuali dokter Anda memutuskan bahwa praktik medis standar yang diajarkan kepadanya tidak lagi berguna dan memutuskan untuk meluangkan segenap waktunya untuk mendidik dirinya sendiri tentang nutrisi yang baik. Ini hanya terjadi pada individu-individu yang langka.

Situasi ini telah berubah menjadi begitu buruk sehingga Dr. John McDougall berkata. “Sava tidak tahu lagi apa yang harus saya percaya. Saat mengambil surat kabar, saya membaca bahwa seharusnya saya memberikan penghambat beta dan ACE kepada pasien yang menderita penyakit jantung. Itu adalah dua obat jantung paling umum. Saya tidak tahu apakah hal itu benar. Jujur, saya benar-benar tidak tahu apakah itu benar karena (penelitian obat-obatan) telah sedemikian tercemar.” Apakah menurut Anda berbagai tajuk berita berikut ini ada kaitannya?

“Penelitian laporan sekolah-sekolah memicu konflik” (antara perusahaan obat-obatan dan peneliti)28

“Menurut penelitian, resep yang digunakan anak-anak semakin berlipat”2‘ “Survei: Banyak panduan ditulis oleh dokter yang terlibat dengan perusahaan”*1 “Obat-Obatan Resep yang Benar Merenggut Korban Jiwa: Ribuan Orang IVrken* Reaksi Racun””

Kita telah membayar terlalu mahal untuk membiarkan bias penelitian semacam ini. Sebuah penelitian baru-baru ini menemukan bahwa satu dari lima obat yang baru akan memperoleh “peringatan kotak hitam”. Peringatan ini mengindikasikan reaksi berbahaya yang sebelumnya tidak diketahui yang mungkin dapat menyebabkan kematian atau kerusakan parah, (ika tidak, obat-obatan baru tersebut akan ditarik dari pasaran dalam waktu 25 tahun.” Dua puluh persen dari obat-obatan baru memiliki efek samping serius yang belum diketahui, dan lebih dari 100.000 penduduk Amerika meninggal setiap tahunnya akibat obat-obatan tersebut. Padahal, obat-obatan tersebut diresepkan dengan benar dan dikonsumsi sesuai anjuranIni merupakan salah satu penyebab utama kematian di Amerika!

KESIMPULAN
Pengalaman Pribadi Terjerat Obat-Obatan, diatas dilakukan melalui pengalam pribadi oleh Mahasiswa.

SUMBER                                          : RAHASIA SEHAT ORANG CHINA
LIHAT ARTIKEL LAINNYA        : Bolehkah ibu hamil dan menyusui menjalankan program detoks?

 

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *