Pentingnya Antioksidan

Antioksidan, Sebuah Koleksi yang Indah

Salah satu karakteristik tumbuh-tumbuhan yang sangat jelas adalah memiliki banyak warna, lika Anda orang yang mengagumi bagaimana sebuah hidangan disajikan, sangat sulit untuk mengalahkan keindahan sepiring buah dan sayuran. Warna tumbuhan yang merah, hijau, kuning, ungu, dan oranye sungguh menggoda dan sangat sehat. Hubungan antara sayuran berwarna segar dan manfaat kesehatan yang luar biasa telah sering dibicarakan. Ternyata, ada sebuah kisah indah nan ilmiah di balik hubungan warna/kesehatan tersebut.

Warna-warni buah dan sayuran terbagi atas berbagai varietas unsur kimia yang disebut antioksidan yang hampir secara eksklusif hanya dapat ditemukan dalam tumbuh-tumbuhan. Antioksidan hanya terdapat dalam makanan berbasis hewani seba ‘ ngan tangan dari hewan yang memakan tumbuhan dan tersimpan dalam jumlah yang sedikit dijaringan tubuh mereka

Tumbuhan hidup meuggambai kan kt’lmlahtm-alam, baik dari segi warna maupun kimiawi. Tumbuhan mengambil energi matahari dan mengubahnya menjadi sebuah bentuk kehidupan melalui proses fotosintesis. Dalam proses ini, energi matahari pertama-tama diubah menjadi gula sederhana, kemudian menjadi karbohidrat yang lebih kompleks, lemak, dan protein.

Proses yang rumit ini terjadi melalui aktivitas bertenaga tinggi di dalam tubuh tumbuhan, melibatkan pertukaran elektron di antara molekul-molekul. Tempat proses fotosintesis terjadi sedikit mirip dengan reaktor nuklir. Elektron-elektron yang berdcsmgan di seluruh bagian tumbuhan yang mengubah cahaya matahari menjadi energi kimia harus ditangani dengan sangat hati-hati. Jika elektron tersebut terlempar dari tempat yang seharusnya saat melakukan proses fotosintesis, elektron tersebut dapat menciptakan radikal bebas, yang sangat merusak bagi tanaman. Hal itu mirip dengan inti reaktor nuklir yang mengalami kebocoran dan mengeluarkan material radioaktif (radikal bebas) yang sangat berbahaya bagi lingkungan sekitarnya.

Jadi, bagaimana tumbuhan dapat menangani reaksi runut seperti ini dan melindungi dirinya dari elektron yang berseliweran dan radikal bebas? Tumbuhan membangun sebuah perisai di sekitar reaksi yang memiliki potensi bahaya dan menyerap substansi-substansi yang sangat reaktif tersebut. Perisai tersebut terbuat dan antioksidan. Tugasnya adalah melakukan intervensi dan menangkap elektron yang mungkin akan melenceng dari lalurnya.

Antioksidan biasanya berwarna karena unsur kimia yang menyerap limbah elektron yang juga biasanya menghasilkan warna yang dapat terlihat mata. Beberapa antioksidan tersebut dikenal dengan karotenoid. yang terdiri atas ratusan Jenis, karotenoid memiliki aneka warna, mulai dari kuning seperti pada beta-karoten (labu), merah seperti pada lycopene (tomat), sampai ke oranye crytoxanthin (jeruk). Antioksidan lain mungkin tidak memiliki warna, seperti asam askorbat (vitamin C) dan vitamin E. yang bertugas sebagai antioksidan di bagian lain tumbuhan yang memerlukan perlindungan dari ancaman elektron tersasar.

Yang membuat proses menakjubkan ini relevan adalah kita memproduksi radikal bebas. Bahkan, hanya dengan terpapar sinar matahari hingga terkena polusi industri tertentu serta asupan nutrisi yang tidak berimbang akan menghasilkan kerusakan akibat radikal bebas yang tidak diinginkan. Radikal bebas sangat |ahat. Radikal bebas dapat menyebabkan lanngan kita mengeras dan membatasi fungsinya. Mungkin kita dapat menganalogikannya dengan usia senja, saat tubuh kita menjadi renta dan kaku. Nyatanya, inilah arti sesungguhnya dari menua. Kerusakan yang disebabkan radikal bebas yang tidak terkontrol juga merupakan bagian dari proses yang menyebabkan penebalan pada katarak, pengerasan pembuluh arteri, kanker, emphysema, nyeri sendi, dan keluhan lain yang biasa terjadi seiring bertambahnya usia.

Namun, ada yang lain. Tubuh kita tidak secara alami memproduksi perisai untuk melawan radikal bebas. Karena bukan keluarga tumbuh tumbuhan, kita tidak melakukan proses fotosintesis dan memproduksi antioksidan sendiri. Untunglah, antioksidan tumbuh-tumbuhan dapat bekerja dalam tubuh kita. sama seperti mereka bekerja di tanaman. Ini adalah keselarasan yang sungguh indah. Tumbuhan menghasilkan perisai antioksidan. Pada saat bersamaan, antioksidan iuga membuat tumbuhan tampak memesona dengan warna yang indah dan menggugah selera. Kemudian, kita tertarik pada tumbuhan dan memakannya, mcminiam perisai antioksidan demi kesehatan kita. Lntah apakah Anda memercayai Tuhan, evolusi, atau kebetulan semata. Anda tetap harus mengakui bahwa ini adalah sebuah contoh dari kebiiaksanaan alam yang sungguh indah, bahkan spiritual.

Dalam China Study, kami mengikuti status antioksidan dengan mencatat asupan vitamin C dan beta karoten, serta mengukur kandungan vitamin C, vitamin E, dan karotenoid dalam darah. Di antara biontarker antioksidan ini. vitamin C menyediakan bukti yang sungguh impresif.

Asosiasi yang paling signifikan antara vitamin C dan kanker adalah hubungannya dengan jumlah keluarga yang rawan kanker di masing-masing daerah.” Saat kadar vitamin C di dalam darah rendah, keluarga-keluarga tersebut sangat mungkin mengalami kejadian kanker.1” Vitamin C yang rendah berasosiasi dengan risiko kanker esophagus yang lebih tinggi.”1 leukemia dan kanker nasofaring, payudara, lambung, hati. rektum, usus, dan paru. Kanker nasofaring-lah yang pertama kali menarik perhatian produser acara televisi NOVA untuk melaporkan kematian akibat kanker di China. Acara televisi itulah yang menggelitik kami untuk mengadakan survei untuk melihat yang sesungguhnya terjadi. Vitamin C terutama berasal dari buah dan mengonsumsi buah juga berasosiasi menurunkan kanker esofagus.” ” Asupan vitamin C dari buah sangat jelas menunjukkan kekuatan perlindungan yang sangat kuat terhadap berbagai penyakit.

Ukuran lain yang digunakan untuk mengukur antioksidan adalah kandungan alpa- dan beta-karoten dalam darah (sebuah unsur pembentuk vitamin), serta alpha-dan gamma-tocopherol (vitamin F). Semuanya adalah indikator yang buruk untuk mengetahui efek antioksidan. Antioksidan ditransportasikan dalam darah oleh lipoprotein, yang juga membawa kolesterol “jahat” Jadi, setiap kali kami berusaha menghitung antioksidan tersebut, kami selalu mengukur biomarker yang tidak sehat. Ini adalah sebuah percobaan yang menghilangkan kemampuan kami dalam mendeteksi efek bermanfaat dari karotenoid dan tocopherol, meskipun kami tahu bahwa manfaat tersebut benar-benar ada.M Namun, kami berhasil menemukan bahwa kanker lambung memiliki kemungkinan yang lebih tinggi saat kandungan beta-karoten dalam darah lebih rendah.*5

Dapatkah kita mengatakan bahwa vitamin C, beta-karoten, dan serat dalam makanan adalah satu satunya yang bertanggung jawab dalam mencegah kanker-kanker tersebut? Dengan kata lain, dapatkah sebuah pil yang mengandung vitamin C dan beta-karoten atau suplemen serat menciptakan efek menyehatkan tersebut? Tidak Kejayaan kesehatan tidak terletak di nutrisi individual, tetapi di keseluruhan makanan yang mengandung nutrisi-nutrisi tersebut: makanan berbasis nabati. Misalnya, dalam semangkuk bayam kita mendapatkan serat, antioksidan, dan berbagai nutrisi yang tak terhitung, yang membentuk sebuah simfoni kesehatan nan indah saat mereka mengadakan konser dalam tubuh Pesan yang disampaikan tidak mungkin lebih gamblang lagi: makan sebanyak mungkin buah, sayuran, dan padi-padian utuh, dan mungkin Anda akan dapat meraup seluruh kebaikan yang tertulis tersebut.

Saya telah menyadari nilai kesehatan dari makanan berbasis tumbuhan utuh ini sejak suplemen vitamin diperkenalkan ke pasar skala besar. Saya miris menyaksikan bagaimana kalangan industri dan media telah meyakinkan begitu banyak warga Amerika bahwa produk-produk tersebut merepresentasikan nutrisi yang sama baiknya dengan makanan berbasis tumbuhan utuh. Pesan ‘yang dapat Anda camkan”: jika Anda menginginkan vitamin C atau beta-karoten, jangan mengulurkan tangan Anda ke arah botol pil—raihlah buah-buahan dan sayuran hijau.

 

KESIMPULAN
Pentingnya Antioksidan,
contohnya Saat kadar Vitamin C di dalam darah rendah, Anda sangat mungkin terkena Kanker. Jika Anda mrnginginkan Vitamin C atau beta-karoten, jangan mengulurkan tanagn Anda kearah botol pil. Namun, raihlah buah-buahan dan sayuran hijau.

SUMBER                                  : RAHASIA ORANG CHINA
LIHAT ARTIKEL LAINNYA        : 

Antioksidan, Sebuah Koleksi yang Indah

Salah satu karakteristik tumbuh-tumbuhan yang sangat jelas adalah memiliki banyak warna, lika Anda orang yang mengagumi bagaimana sebuah hidangan disajikan, sangat sulit untuk mengalahkan keindahan sepiring buah dan sayuran. Warna tumbuhan yang merah, hijau, kuning, ungu, dan oranye sungguh menggoda dan sangat sehat. Hubungan antara sayuran berwarna segar dan manfaat kesehatan yang luar biasa telah sering dibicarakan. Ternyata, ada sebuah kisah indah nan ilmiah di balik hubungan warna/kesehatan tersebut.

Warna-warni buah dan sayuran terbagi atas berbagai varietas unsur kimia yang disebut antioksidan yang hampir secara eksklusif hanya dapat ditemukan dalam tumbuh-tumbuhan. Antioksidan hanya terdapat dalam makanan berbasis hewani seba ‘ ngan tangan dari hewan yang memakan tumbuhan dan tersimpan dalam jumlah yang sedikit dijaringan tubuh mereka

Tumbuhan hidup meuggambai kan kt’lmlahtm-alam, baik dari segi warna maupun kimiawi. Tumbuhan mengambil energi matahari dan mengubahnya menjadi sebuah bentuk kehidupan melalui proses fotosintesis. Dalam proses ini, energi matahari pertama-tama diubah menjadi gula sederhana, kemudian menjadi karbohidrat yang lebih kompleks, lemak, dan protein.

Proses yang rumit ini terjadi melalui aktivitas bertenaga tinggi di dalam tubuh tumbuhan, melibatkan pertukaran elektron di antara molekul-molekul. Tempat proses fotosintesis terjadi sedikit mirip dengan reaktor nuklir. Elektron-elektron yang berdcsmgan di seluruh bagian tumbuhan yang mengubah cahaya matahari menjadi energi kimia harus ditangani dengan sangat hati-hati. Jika elektron tersebut terlempar dari tempat yang seharusnya saat melakukan proses fotosintesis, elektron tersebut dapat menciptakan radikal bebas, yang sangat merusak bagi tanaman. Hal itu mirip dengan inti reaktor nuklir yang mengalami kebocoran dan mengeluarkan material radioaktif (radikal bebas) yang sangat berbahaya bagi lingkungan sekitarnya.

Jadi, bagaimana tumbuhan dapat menangani reaksi runut seperti ini dan melindungi dirinya dari elektron yang berseliweran dan radikal bebas? Tumbuhan membangun sebuah perisai di sekitar reaksi yang memiliki potensi bahaya dan menyerap substansi-substansi yang sangat reaktif tersebut. Perisai tersebut terbuat dan antioksidan. Tugasnya adalah melakukan intervensi dan menangkap elektron yang mungkin akan melenceng dari lalurnya.

Antioksidan biasanya berwarna karena unsur kimia yang menyerap limbah elektron yang juga biasanya menghasilkan warna yang dapat terlihat mata. Beberapa antioksidan tersebut dikenal dengan karotenoid. yang terdiri atas ratusan Jenis, karotenoid memiliki aneka warna, mulai dari kuning seperti pada beta-karoten (labu), merah seperti pada lycopene (tomat), sampai ke oranye crytoxanthin (jeruk). Antioksidan lain mungkin tidak memiliki warna, seperti asam askorbat (vitamin C) dan vitamin E. yang bertugas sebagai antioksidan di bagian lain tumbuhan yang memerlukan perlindungan dari ancaman elektron tersasar.

Yang membuat proses menakjubkan ini relevan adalah kita memproduksi radikal bebas. Bahkan, hanya dengan terpapar sinar matahari hingga terkena polusi industri tertentu serta asupan nutrisi yang tidak berimbang akan menghasilkan kerusakan akibat radikal bebas yang tidak diinginkan. Radikal bebas sangat |ahat. Radikal bebas dapat menyebabkan lanngan kita mengeras dan membatasi fungsinya. Mungkin kita dapat menganalogikannya dengan usia senja, saat tubuh kita menjadi renta dan kaku. Nyatanya, inilah arti sesungguhnya dari menua. Kerusakan yang disebabkan radikal bebas yang tidak terkontrol juga merupakan bagian dari proses yang menyebabkan penebalan pada katarak, pengerasan pembuluh arteri, kanker, emphysema, nyeri sendi, dan keluhan lain yang biasa terjadi seiring bertambahnya usia.

Namun, ada yang lain. Tubuh kita tidak secara alami memproduksi perisai untuk melawan radikal bebas. Karena bukan keluarga tumbuh tumbuhan, kita tidak melakukan proses fotosintesis dan memproduksi antioksidan sendiri. Untunglah, antioksidan tumbuh-tumbuhan dapat bekerja dalam tubuh kita. sama seperti mereka bekerja di tanaman. Ini adalah keselarasan yang sungguh indah. Tumbuhan menghasilkan perisai antioksidan. Pada saat bersamaan, antioksidan iuga membuat tumbuhan tampak memesona dengan warna yang indah dan menggugah selera. Kemudian, kita tertarik pada tumbuhan dan memakannya, mcminiam perisai antioksidan demi kesehatan kita. Lntah apakah Anda memercayai Tuhan, evolusi, atau kebetulan semata. Anda tetap harus mengakui bahwa ini adalah sebuah contoh dari kebiiaksanaan alam yang sungguh indah, bahkan spiritual.

Dalam China Study, kami mengikuti status antioksidan dengan mencatat asupan vitamin C dan beta karoten, serta mengukur kandungan vitamin C, vitamin E, dan karotenoid dalam darah. Di antara biontarker antioksidan ini. vitamin C menyediakan bukti yang sungguh impresif.

Asosiasi yang paling signifikan antara vitamin C dan kanker adalah hubungannya dengan jumlah keluarga yang rawan kanker di masing-masing daerah.” Saat kadar vitamin C di dalam darah rendah, keluarga-keluarga tersebut sangat mungkin mengalami kejadian kanker.1” Vitamin C yang rendah berasosiasi dengan risiko kanker esophagus yang lebih tinggi.”1 leukemia dan kanker nasofaring, payudara, lambung, hati. rektum, usus, dan paru. Kanker nasofaring-lah yang pertama kali menarik perhatian produser acara televisi NOVA untuk melaporkan kematian akibat kanker di China. Acara televisi itulah yang menggelitik kami untuk mengadakan survei untuk melihat yang sesungguhnya terjadi. Vitamin C terutama berasal dari buah dan mengonsumsi buah juga berasosiasi menurunkan kanker esofagus.” ” Asupan vitamin C dari buah sangat jelas menunjukkan kekuatan perlindungan yang sangat kuat terhadap berbagai penyakit.

Ukuran lain yang digunakan untuk mengukur antioksidan adalah kandungan alpa- dan beta-karoten dalam darah (sebuah unsur pembentuk vitamin), serta alpha-dan gamma-tocopherol (vitamin F). Semuanya adalah indikator yang buruk untuk mengetahui efek antioksidan. Antioksidan ditransportasikan dalam darah oleh lipoprotein, yang juga membawa kolesterol “jahat” Jadi, setiap kali kami berusaha menghitung antioksidan tersebut, kami selalu mengukur biomarker yang tidak sehat. Ini adalah sebuah percobaan yang menghilangkan kemampuan kami dalam mendeteksi efek bermanfaat dari karotenoid dan tocopherol, meskipun kami tahu bahwa manfaat tersebut benar-benar ada.M Namun, kami berhasil menemukan bahwa kanker lambung memiliki kemungkinan yang lebih tinggi saat kandungan beta-karoten dalam darah lebih rendah.*5

Dapatkah kita mengatakan bahwa vitamin C, beta-karoten, dan serat dalam makanan adalah satu satunya yang bertanggung jawab dalam mencegah kanker-kanker tersebut? Dengan kata lain, dapatkah sebuah pil yang mengandung vitamin C dan beta-karoten atau suplemen serat menciptakan efek menyehatkan tersebut? Tidak Kejayaan kesehatan tidak terletak di nutrisi individual, tetapi di keseluruhan makanan yang mengandung nutrisi-nutrisi tersebut: makanan berbasis nabati. Misalnya, dalam semangkuk bayam kita mendapatkan serat, antioksidan, dan berbagai nutrisi yang tak terhitung, yang membentuk sebuah simfoni kesehatan nan indah saat mereka mengadakan konser dalam tubuh Pesan yang disampaikan tidak mungkin lebih gamblang lagi: makan sebanyak mungkin buah, sayuran, dan padi-padian utuh, dan mungkin Anda akan dapat meraup seluruh kebaikan yang tertulis tersebut.

Saya telah menyadari nilai kesehatan dari makanan berbasis tumbuhan utuh ini sejak suplemen vitamin diperkenalkan ke pasar skala besar. Saya miris menyaksikan bagaimana kalangan industri dan media telah meyakinkan begitu banyak warga Amerika bahwa produk-produk tersebut merepresentasikan nutrisi yang sama baiknya dengan makanan berbasis tumbuhan utuh. Pesan ‘yang dapat Anda camkan”: jika Anda menginginkan vitamin C atau beta-karoten, jangan mengulurkan tangan Anda ke arah botol pil—raihlah buah-buahan dan sayuran hijau.

 

KESIMPULAN
Pentingnya Antioksidan,
contohnya Saat kadar Vitamin C di dalam darah rendah, Anda sangat mungkin terkena Kanker. Jika Anda mrnginginkan Vitamin C atau beta-karoten, jangan mengulurkan tanagn Anda kearah botol pil. Namun, raihlah buah-buahan dan sayuran hijau.

SUMBER                                  : RAHASIA ORANG CHINA
LIHAT ARTIKEL LAINNYA        :

 

Antioksidan, Sebuah Koleksi yang Indah

Salah satu karakteristik tumbuh-tumbuhan yang sangat jelas adalah memiliki banyak warna, lika Anda orang yang mengagumi bagaimana sebuah hidangan disajikan, sangat sulit untuk mengalahkan keindahan sepiring buah dan sayuran. Warna tumbuhan yang merah, hijau, kuning, ungu, dan oranye sungguh menggoda dan sangat sehat. Hubungan antara sayuran berwarna segar dan manfaat kesehatan yang luar biasa telah sering dibicarakan. Ternyata, ada sebuah kisah indah nan ilmiah di balik hubungan warna/kesehatan tersebut.

Warna-warni buah dan sayuran terbagi atas berbagai varietas unsur kimia yang disebut antioksidan yang hampir secara eksklusif hanya dapat ditemukan dalam tumbuh-tumbuhan. Antioksidan hanya terdapat dalam makanan berbasis hewani seba ‘ ngan tangan dari hewan yang memakan tumbuhan dan tersimpan dalam jumlah yang sedikit dijaringan tubuh mereka

Tumbuhan hidup meuggambai kan kt’lmlahtm-alam, baik dari segi warna maupun kimiawi. Tumbuhan mengambil energi matahari dan mengubahnya menjadi sebuah bentuk kehidupan melalui proses fotosintesis. Dalam proses ini, energi matahari pertama-tama diubah menjadi gula sederhana, kemudian menjadi karbohidrat yang lebih kompleks, lemak, dan protein.

Proses yang rumit ini terjadi melalui aktivitas bertenaga tinggi di dalam tubuh tumbuhan, melibatkan pertukaran elektron di antara molekul-molekul. Tempat proses fotosintesis terjadi sedikit mirip dengan reaktor nuklir. Elektron-elektron yang berdcsmgan di seluruh bagian tumbuhan yang mengubah cahaya matahari menjadi energi kimia harus ditangani dengan sangat hati-hati. Jika elektron tersebut terlempar dari tempat yang seharusnya saat melakukan proses fotosintesis, elektron tersebut dapat menciptakan radikal bebas, yang sangat merusak bagi tanaman. Hal itu mirip dengan inti reaktor nuklir yang mengalami kebocoran dan mengeluarkan material radioaktif (radikal bebas) yang sangat berbahaya bagi lingkungan sekitarnya.

Jadi, bagaimana tumbuhan dapat menangani reaksi runut seperti ini dan melindungi dirinya dari elektron yang berseliweran dan radikal bebas? Tumbuhan membangun sebuah perisai di sekitar reaksi yang memiliki potensi bahaya dan menyerap substansi-substansi yang sangat reaktif tersebut. Perisai tersebut terbuat dan antioksidan. Tugasnya adalah melakukan intervensi dan menangkap elektron yang mungkin akan melenceng dari lalurnya.

Antioksidan biasanya berwarna karena unsur kimia yang menyerap limbah elektron yang juga biasanya menghasilkan warna yang dapat terlihat mata. Beberapa antioksidan tersebut dikenal dengan karotenoid. yang terdiri atas ratusan Jenis, karotenoid memiliki aneka warna, mulai dari kuning seperti pada beta-karoten (labu), merah seperti pada lycopene (tomat), sampai ke oranye crytoxanthin (jeruk). Antioksidan lain mungkin tidak memiliki warna, seperti asam askorbat (vitamin C) dan vitamin E. yang bertugas sebagai antioksidan di bagian lain tumbuhan yang memerlukan perlindungan dari ancaman elektron tersasar.

Yang membuat proses menakjubkan ini relevan adalah kita memproduksi radikal bebas. Bahkan, hanya dengan terpapar sinar matahari hingga terkena polusi industri tertentu serta asupan nutrisi yang tidak berimbang akan menghasilkan kerusakan akibat radikal bebas yang tidak diinginkan. Radikal bebas sangat |ahat. Radikal bebas dapat menyebabkan lanngan kita mengeras dan membatasi fungsinya. Mungkin kita dapat menganalogikannya dengan usia senja, saat tubuh kita menjadi renta dan kaku. Nyatanya, inilah arti sesungguhnya dari menua. Kerusakan yang disebabkan radikal bebas yang tidak terkontrol juga merupakan bagian dari proses yang menyebabkan penebalan pada katarak, pengerasan pembuluh arteri, kanker, emphysema, nyeri sendi, dan keluhan lain yang biasa terjadi seiring bertambahnya usia.

Namun, ada yang lain. Tubuh kita tidak secara alami memproduksi perisai untuk melawan radikal bebas. Karena bukan keluarga tumbuh tumbuhan, kita tidak melakukan proses fotosintesis dan memproduksi antioksidan sendiri. Untunglah, antioksidan tumbuh-tumbuhan dapat bekerja dalam tubuh kita. sama seperti mereka bekerja di tanaman. Ini adalah keselarasan yang sungguh indah. Tumbuhan menghasilkan perisai antioksidan. Pada saat bersamaan, antioksidan iuga membuat tumbuhan tampak memesona dengan warna yang indah dan menggugah selera. Kemudian, kita tertarik pada tumbuhan dan memakannya, mcminiam perisai antioksidan demi kesehatan kita. Lntah apakah Anda memercayai Tuhan, evolusi, atau kebetulan semata. Anda tetap harus mengakui bahwa ini adalah sebuah contoh dari kebiiaksanaan alam yang sungguh indah, bahkan spiritual.

Dalam China Study, kami mengikuti status antioksidan dengan mencatat asupan vitamin C dan beta karoten, serta mengukur kandungan vitamin C, vitamin E, dan karotenoid dalam darah. Di antara biontarker antioksidan ini. vitamin C menyediakan bukti yang sungguh impresif.

Asosiasi yang paling signifikan antara vitamin C dan kanker adalah hubungannya dengan jumlah keluarga yang rawan kanker di masing-masing daerah.” Saat kadar vitamin C di dalam darah rendah, keluarga-keluarga tersebut sangat mungkin mengalami kejadian kanker.1” Vitamin C yang rendah berasosiasi dengan risiko kanker esophagus yang lebih tinggi.”1 leukemia dan kanker nasofaring, payudara, lambung, hati. rektum, usus, dan paru. Kanker nasofaring-lah yang pertama kali menarik perhatian produser acara televisi NOVA untuk melaporkan kematian akibat kanker di China. Acara televisi itulah yang menggelitik kami untuk mengadakan survei untuk melihat yang sesungguhnya terjadi. Vitamin C terutama berasal dari buah dan mengonsumsi buah juga berasosiasi menurunkan kanker esofagus.” ” Asupan vitamin C dari buah sangat jelas menunjukkan kekuatan perlindungan yang sangat kuat terhadap berbagai penyakit.

Ukuran lain yang digunakan untuk mengukur antioksidan adalah kandungan alpa- dan beta-karoten dalam darah (sebuah unsur pembentuk vitamin), serta alpha-dan gamma-tocopherol (vitamin F). Semuanya adalah indikator yang buruk untuk mengetahui efek antioksidan. Antioksidan ditransportasikan dalam darah oleh lipoprotein, yang juga membawa kolesterol “jahat” Jadi, setiap kali kami berusaha menghitung antioksidan tersebut, kami selalu mengukur biomarker yang tidak sehat. Ini adalah sebuah percobaan yang menghilangkan kemampuan kami dalam mendeteksi efek bermanfaat dari karotenoid dan tocopherol, meskipun kami tahu bahwa manfaat tersebut benar-benar ada.M Namun, kami berhasil menemukan bahwa kanker lambung memiliki kemungkinan yang lebih tinggi saat kandungan beta-karoten dalam darah lebih rendah.*5

Dapatkah kita mengatakan bahwa vitamin C, beta-karoten, dan serat dalam makanan adalah satu satunya yang bertanggung jawab dalam mencegah kanker-kanker tersebut? Dengan kata lain, dapatkah sebuah pil yang mengandung vitamin C dan beta-karoten atau suplemen serat menciptakan efek menyehatkan tersebut? Tidak Kejayaan kesehatan tidak terletak di nutrisi individual, tetapi di keseluruhan makanan yang mengandung nutrisi-nutrisi tersebut: makanan berbasis nabati. Misalnya, dalam semangkuk bayam kita mendapatkan serat, antioksidan, dan berbagai nutrisi yang tak terhitung, yang membentuk sebuah simfoni kesehatan nan indah saat mereka mengadakan konser dalam tubuh Pesan yang disampaikan tidak mungkin lebih gamblang lagi: makan sebanyak mungkin buah, sayuran, dan padi-padian utuh, dan mungkin Anda akan dapat meraup seluruh kebaikan yang tertulis tersebut.

Saya telah menyadari nilai kesehatan dari makanan berbasis tumbuhan utuh ini sejak suplemen vitamin diperkenalkan ke pasar skala besar. Saya miris menyaksikan bagaimana kalangan industri dan media telah meyakinkan begitu banyak warga Amerika bahwa produk-produk tersebut merepresentasikan nutrisi yang sama baiknya dengan makanan berbasis tumbuhan utuh. Pesan ‘yang dapat Anda camkan”: jika Anda menginginkan vitamin C atau beta-karoten, jangan mengulurkan tangan Anda ke arah botol pil—raihlah buah-buahan dan sayuran hijau.

 

KESIMPULAN
Pentingnya Antioksidan,
contohnya Saat kadar Vitamin C di dalam darah rendah, Anda sangat mungkin terkena Kanker. Jika Anda mrnginginkan Vitamin C atau beta-karoten, jangan mengulurkan tanagn Anda kearah botol pil. Namun, raihlah buah-buahan dan sayuran hijau.

SUMBER                                  : RAHASIA ORANG CHINA
LIHAT ARTIKEL LAINNYA        :

 

Antioksidan, Sebuah Koleksi yang Indah

Salah satu karakteristik tumbuh-tumbuhan yang sangat jelas adalah memiliki banyak warna, lika Anda orang yang mengagumi bagaimana sebuah hidangan disajikan, sangat sulit untuk mengalahkan keindahan sepiring buah dan sayuran. Warna tumbuhan yang merah, hijau, kuning, ungu, dan oranye sungguh menggoda dan sangat sehat. Hubungan antara sayuran berwarna segar dan manfaat kesehatan yang luar biasa telah sering dibicarakan. Ternyata, ada sebuah kisah indah nan ilmiah di balik hubungan warna/kesehatan tersebut.

Warna-warni buah dan sayuran terbagi atas berbagai varietas unsur kimia yang disebut antioksidan yang hampir secara eksklusif hanya dapat ditemukan dalam tumbuh-tumbuhan. Antioksidan hanya terdapat dalam makanan berbasis hewani seba ‘ ngan tangan dari hewan yang memakan tumbuhan dan tersimpan dalam jumlah yang sedikit dijaringan tubuh mereka

Tumbuhan hidup meuggambai kan kt’lmlahtm-alam, baik dari segi warna maupun kimiawi. Tumbuhan mengambil energi matahari dan mengubahnya menjadi sebuah bentuk kehidupan melalui proses fotosintesis. Dalam proses ini, energi matahari pertama-tama diubah menjadi gula sederhana, kemudian menjadi karbohidrat yang lebih kompleks, lemak, dan protein.

Proses yang rumit ini terjadi melalui aktivitas bertenaga tinggi di dalam tubuh tumbuhan, melibatkan pertukaran elektron di antara molekul-molekul. Tempat proses fotosintesis terjadi sedikit mirip dengan reaktor nuklir. Elektron-elektron yang berdcsmgan di seluruh bagian tumbuhan yang mengubah cahaya matahari menjadi energi kimia harus ditangani dengan sangat hati-hati. Jika elektron tersebut terlempar dari tempat yang seharusnya saat melakukan proses fotosintesis, elektron tersebut dapat menciptakan radikal bebas, yang sangat merusak bagi tanaman. Hal itu mirip dengan inti reaktor nuklir yang mengalami kebocoran dan mengeluarkan material radioaktif (radikal bebas) yang sangat berbahaya bagi lingkungan sekitarnya.

Jadi, bagaimana tumbuhan dapat menangani reaksi runut seperti ini dan melindungi dirinya dari elektron yang berseliweran dan radikal bebas? Tumbuhan membangun sebuah perisai di sekitar reaksi yang memiliki potensi bahaya dan menyerap substansi-substansi yang sangat reaktif tersebut. Perisai tersebut terbuat dan antioksidan. Tugasnya adalah melakukan intervensi dan menangkap elektron yang mungkin akan melenceng dari lalurnya.

Antioksidan biasanya berwarna karena unsur kimia yang menyerap limbah elektron yang juga biasanya menghasilkan warna yang dapat terlihat mata. Beberapa antioksidan tersebut dikenal dengan karotenoid. yang terdiri atas ratusan Jenis, karotenoid memiliki aneka warna, mulai dari kuning seperti pada beta-karoten (labu), merah seperti pada lycopene (tomat), sampai ke oranye crytoxanthin (jeruk). Antioksidan lain mungkin tidak memiliki warna, seperti asam askorbat (vitamin C) dan vitamin E. yang bertugas sebagai antioksidan di bagian lain tumbuhan yang memerlukan perlindungan dari ancaman elektron tersasar.

Yang membuat proses menakjubkan ini relevan adalah kita memproduksi radikal bebas. Bahkan, hanya dengan terpapar sinar matahari hingga terkena polusi industri tertentu serta asupan nutrisi yang tidak berimbang akan menghasilkan kerusakan akibat radikal bebas yang tidak diinginkan. Radikal bebas sangat |ahat. Radikal bebas dapat menyebabkan lanngan kita mengeras dan membatasi fungsinya. Mungkin kita dapat menganalogikannya dengan usia senja, saat tubuh kita menjadi renta dan kaku. Nyatanya, inilah arti sesungguhnya dari menua. Kerusakan yang disebabkan radikal bebas yang tidak terkontrol juga merupakan bagian dari proses yang menyebabkan penebalan pada katarak, pengerasan pembuluh arteri, kanker, emphysema, nyeri sendi, dan keluhan lain yang biasa terjadi seiring bertambahnya usia.

Namun, ada yang lain. Tubuh kita tidak secara alami memproduksi perisai untuk melawan radikal bebas. Karena bukan keluarga tumbuh tumbuhan, kita tidak melakukan proses fotosintesis dan memproduksi antioksidan sendiri. Untunglah, antioksidan tumbuh-tumbuhan dapat bekerja dalam tubuh kita. sama seperti mereka bekerja di tanaman. Ini adalah keselarasan yang sungguh indah. Tumbuhan menghasilkan perisai antioksidan. Pada saat bersamaan, antioksidan iuga membuat tumbuhan tampak memesona dengan warna yang indah dan menggugah selera. Kemudian, kita tertarik pada tumbuhan dan memakannya, mcminiam perisai antioksidan demi kesehatan kita. Lntah apakah Anda memercayai Tuhan, evolusi, atau kebetulan semata. Anda tetap harus mengakui bahwa ini adalah sebuah contoh dari kebiiaksanaan alam yang sungguh indah, bahkan spiritual.

Dalam China Study, kami mengikuti status antioksidan dengan mencatat asupan vitamin C dan beta karoten, serta mengukur kandungan vitamin C, vitamin E, dan karotenoid dalam darah. Di antara biontarker antioksidan ini. vitamin C menyediakan bukti yang sungguh impresif.

Asosiasi yang paling signifikan antara vitamin C dan kanker adalah hubungannya dengan jumlah keluarga yang rawan kanker di masing-masing daerah.” Saat kadar vitamin C di dalam darah rendah, keluarga-keluarga tersebut sangat mungkin mengalami kejadian kanker.1” Vitamin C yang rendah berasosiasi dengan risiko kanker esophagus yang lebih tinggi.”1 leukemia dan kanker nasofaring, payudara, lambung, hati. rektum, usus, dan paru. Kanker nasofaring-lah yang pertama kali menarik perhatian produser acara televisi NOVA untuk melaporkan kematian akibat kanker di China. Acara televisi itulah yang menggelitik kami untuk mengadakan survei untuk melihat yang sesungguhnya terjadi. Vitamin C terutama berasal dari buah dan mengonsumsi buah juga berasosiasi menurunkan kanker esofagus.” ” Asupan vitamin C dari buah sangat jelas menunjukkan kekuatan perlindungan yang sangat kuat terhadap berbagai penyakit.

Ukuran lain yang digunakan untuk mengukur antioksidan adalah kandungan alpa- dan beta-karoten dalam darah (sebuah unsur pembentuk vitamin), serta alpha-dan gamma-tocopherol (vitamin F). Semuanya adalah indikator yang buruk untuk mengetahui efek antioksidan. Antioksidan ditransportasikan dalam darah oleh lipoprotein, yang juga membawa kolesterol “jahat” Jadi, setiap kali kami berusaha menghitung antioksidan tersebut, kami selalu mengukur biomarker yang tidak sehat. Ini adalah sebuah percobaan yang menghilangkan kemampuan kami dalam mendeteksi efek bermanfaat dari karotenoid dan tocopherol, meskipun kami tahu bahwa manfaat tersebut benar-benar ada.M Namun, kami berhasil menemukan bahwa kanker lambung memiliki kemungkinan yang lebih tinggi saat kandungan beta-karoten dalam darah lebih rendah.*5

Dapatkah kita mengatakan bahwa vitamin C, beta-karoten, dan serat dalam makanan adalah satu satunya yang bertanggung jawab dalam mencegah kanker-kanker tersebut? Dengan kata lain, dapatkah sebuah pil yang mengandung vitamin C dan beta-karoten atau suplemen serat menciptakan efek menyehatkan tersebut? Tidak Kejayaan kesehatan tidak terletak di nutrisi individual, tetapi di keseluruhan makanan yang mengandung nutrisi-nutrisi tersebut: makanan berbasis nabati. Misalnya, dalam semangkuk bayam kita mendapatkan serat, antioksidan, dan berbagai nutrisi yang tak terhitung, yang membentuk sebuah simfoni kesehatan nan indah saat mereka mengadakan konser dalam tubuh Pesan yang disampaikan tidak mungkin lebih gamblang lagi: makan sebanyak mungkin buah, sayuran, dan padi-padian utuh, dan mungkin Anda akan dapat meraup seluruh kebaikan yang tertulis tersebut.

Saya telah menyadari nilai kesehatan dari makanan berbasis tumbuhan utuh ini sejak suplemen vitamin diperkenalkan ke pasar skala besar. Saya miris menyaksikan bagaimana kalangan industri dan media telah meyakinkan begitu banyak warga Amerika bahwa produk-produk tersebut merepresentasikan nutrisi yang sama baiknya dengan makanan berbasis tumbuhan utuh. Pesan ‘yang dapat Anda camkan”: jika Anda menginginkan vitamin C atau beta-karoten, jangan mengulurkan tangan Anda ke arah botol pil—raihlah buah-buahan dan sayuran hijau.

 

KESIMPULAN
Pentingnya Antioksidan,
contohnya Saat kadar Vitamin C di dalam darah rendah, Anda sangat mungkin terkena Kanker. Jika Anda mrnginginkan Vitamin C atau beta-karoten, jangan mengulurkan tanagn Anda kearah botol pil. Namun, raihlah buah-buahan dan sayuran hijau.

SUMBER                                  : RAHASIA ORANG CHINA
LIHAT ARTIKEL LAINNYA        : KANTUNG EMPEDU

 

 

banner smartdetox bawah baru

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *