Penyakit Stres

Racun Dalam diri sendiri (internal)  :

  1. A.   STRES

Stres merupakan salah salu bentuk racun pada tubuh manusia. Orang yang sedang sires akan memperlihalkan gejala-gejala seperti berikut:

Perubahan fisik. Ketika seseorang sedang merasa tertekan tubuhnya akan memproduksi senyawa tertentu (fight or flight chemicals) sebagai respon darurat terhadap kondisi tersebut. Hormon adrenalin dan noradrenalin akan meningkatkan tekanan darah dan detak jantung hingga membuat kita berkeringat. Sementara hormon kortisol akan mengeluarkan lemak dan gula ke dalam sistem lubuh, yang membuat daya tahan tubuh menurun. Semua itu adalah respon alami lubuh untuk mendorong kita mementukan reaksi dalam menghadapi tekanan yang ada melawan atau sebaliknya, menjauhi sumber tekanan jika kila sedang berada di dalam situasi tidak bisa memilih di antara kedua respon tersebut, maka berbagai senyawa vang dikeluarkan tubuh tadi akan meniadi sia sia. Apabila kondisi seperti itu sering berulang, tubuh akan protes dengan memunculkan keluhan-keluhan lisik seperti sakit kepala, mual, gangguan pencernaan, dan timbul nyeri dalam jangka panjang, semua keluhan itu akan meningkatkan risiko kila terhadap serangan jantung dan stroke.

Perubahan emosi. Stres atau perasaan tertekan akan membuat emosi kita tidak stabil. Perasaan negatif bermunculan, mulai dari cemas, gelisah, takut, marah, frustrasi, hingga yang terparah yaitu depresi. Semuanva saling melengkapi dan membuat kita merasa segalanya semakin hancur. Bahkan emosi yang kacau iiu bisa memicu timbulnya penvakit fisik seperti mag, sakil kepala. dan nyeri otot.

Perubahan sikap perilaku orang yang sedang dilanda stress tetu berbeda dari orang yang lidak dalam kondisi tertekan. Ciri umumnya yaitu menarik diri, bimbang, keras, sensitif, dan mudah marah. Sebagian orang menjadi Iebih agresif terhadap orang lain.

Stres menyebabkan tekanan darah meningkat dan sirkulasinya semakin cepat. sehingga racun dengan mudah bersirkulasi di dalam sistem tubuh. Ketika stres, Anda cenderung unluk meredakannya dengan berbagai Hal vang tidak sehat seperti mengonsumsi alkohol, merokok, serta mengemil makanan manis dan berlemak.

B. Efek Pengobatan Medis Obat kimiawi

Mudahnya akses masyarakat terhadap obat-obatan kini menimbulkan masalah baru. Alih-alih menvembuhkan, konsumsi obat kimiawi baik yang dijual bebas maupun diresepkan oleh dokter justru berisiko merusak fungsi ginjal. Salah satu fungsi ginjal adalah membersihkan darah dari berbagai zat hasil metabolisme lubuh dan zat lain yang bersifat racun. Bahan-bahan yang terkandung dalam obat-obatan merupakan kombinasi berbagai zat kimiawi yang sebelumnya tidak dibutuhkan tubuh dan bersifat racun. Oleh karena itu, ginjal akan menyaring dan membuangnya lewat urine.

Bila proses penyaringan itu berlangsung lerus menerus fungsi ginjal akan terganggu. Kondisi ginjal yang rusak disebut gagal ginjal. Untuk “menggantikan” fungsi ginial. penderita gagal ginjal harus menjalani cuci darah (dialisis) atau transplantasi ginjal. Contoh

Stres menyebabkan tekanan darah meningkat dan sirkulasinya semakiti cepat, sehingga racun dengan mudah bersirkulasi di dalam sistem tubuh.

obat yang sering dianggap aman dijual bebas dan akibatnya banyak dikonsumsi masyarakat secara rutin yaitu: analgesik (pereda nyeri), antibioiik, obat penurun kolesterol, serta obat penurun tekanan darah.

–       Radiasi

Dalam bidang kedokteran. pemotretan dengan sinar rontgen (sinar X) digunakan untuk melihat kondisi organ-organ di dalam tubuh tanpa perlu melakukan pembedahan. Namun sesungguhnya dalam dosis tertentu radiasi yang ditimbulkan dari pemotretan itu bila merusak sel-sel jaringan tubuh (sementara maupun permanlin) dan menyebabkan mutasi sel-sel reproduksi.. efek negative akibat pemaparan sinar radiasi tak akan muncul seketika, tapi berkembang dalam waktu bertahun-tahun dan tak menimbulkan gejala. Gangguan kesehatan yang ditakutkan akibat paparan radiasi contohnya kanker dan kemandulan.

–       Kemoterapi

Kemoterapi merupakan prosedur pengobatan standar untuk menyembuhkan penyakit kanker. Metode iiu menggunakan alat-alat kimia dalam dosis besar yang dimasukkan ke dalam tubuh untuk menghambat pertumbuhan sel-sel kanker yang tersebar di berbagai organ vital. Kemoterapi dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu melalui obat oral, suntikan, dan infus. Karena mengandalkan zat beracun untuk menyerang sel kanker. maka sudah pasli terapi itu memiliki risiko terhadap kesehatan pasien. Sebab pada kenyataannya, bukan hanya sel-sel kanker yang akan mati akibat gempuran obat kemoterapi. Sel-sel lain di tubuh yang masih sehal pun berisiko mengalami kerusakan. Selain itu. selama menjalani kemoterapi daya tahan tubuh pasien otomatis melemah, membuatnva kian rentan terserang virus atau bakteri penyakit lain.

KESIMPULAN
Penyakit Stres menyebabkan tekanan darah meningkat dan sirkulasinya semakiti cepat, sehingga racun dengan mudah bersirkulasi di dalam sistem tubuh.

SUMBER                                : THE DETOX LIFESTYLE  “Natural Ways To Be Healthy”
LIHAT ARTIKEL LAINNYA  : Protein dan Inisiasi

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *