penyebab dan gejala penyakit otitis media

Menjaga kesehatan pastinya menjadi kunci sukses Anda untuk terus beraktivitas setiap hari tanpa adanya kendala. Tapi bagaimana bila suatu hari Anda harus menghadapi penyakit yang menyebabkan pendengaran Anda terganggu? Mungkin solusinya adalah memeriksakan diri ke dokter. Biasanya pada gejala awal Anda tidak mengenali apa yang terjadi dengan tubuh. Hingga gejala penyakit otitis media berlanjut ke tahap yang lebih serius.

Otitis media sendiri lebih dikenal oleh masyarakat kita dengan sebutan congek. Peradangan telinga tengah ini disebabkan oleh infeksi yang tidak segera tertangani. Penyakit ini disebabkan oleh gangguan obstruksi tuba Eustachius dan menurunnya kemampuan tubuh untuk menyerang penyakit yang diakibatan oleh adanya gangguan saluran nafas dan alergi. Kebiasaan mengorek telinga dengan benda-benda tajam turut mengundang otitis media untuk terjadi pada seseorang.

Kebanyakan dokter menyarankan untuk tidak terlalu sering membersihkan telinga dengan ujung yang tajam. Hal ini bisa menyebabkan bagian dalam dari telinga terganggu dan menimbulkan infeksi yang berdampak pada tuli permanen. Anak-anak berusia enam bulan cenderung memiliki infeksi yang lebih banyak lalu dilanjutkan dengan masa kanak-kanak mereka. Gejala dari penyakit ocd ini adalah:

  • Iritasi pada saluran pendengaran atau telinga
  • Perasaan nyeri yang mengganggu
  • Rasa kepenuhan pada bagian dalam telinga
  • Demam
  • Batuk ataupun hidung tersumbat
  • Adanya nanah di bagian dalam telinga
  • Gangguan keseimbangan
  • Gelisah
  • Pusing

Umumnya otitis media banyak menyerang anak-anak pada masa pertumbuhan. Hal ini disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh mereka yang belum begitu mumpuni layaknya orang dewasa. Apalagi adanya infeksi saluran pernapasan yang turut mempengaruhi terjadinya gejala penyakit otitis media pada anak-anak. Penyakit ini bisa disembuhkan dengan serangkaian terapi yang diberikan oleh dokter bersangkutan. Pemberian antibiotik juga dilakukan guna mengurangi rasa nyeri yang terjadi. Segala pengobatan yang dilakukan akan disesuaikan atas tingkatan umur sang anak bersangkutan. Hal ini untuk meredam kesalahan penanganan yang dapat terjadi setiap saat. Mengurangi kebiasaan mengorek telinga tentu akan sangat membantu anak terhindar dari bahaya perusakan eustachia permanen.

Baca Juga Yang satu ini ...
gejala penyakit prostat dan pengobatannya
banner smartdetox bawah baru

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *