penyebab dan gejala penyakit sars

Terlepas dari telah bersihnya laporan penyebaran SARS setelah epidemi terakhir pada Juni 2003 tidak menyurutkan kewaspadaan seluruh negara-negara di dunia terhadap munculnya gejala penyakit sars kembali dimana sebelumnya secara ganas menewaskan ratusan warga di Cina dan Hong Kong. Penyakit SARS (Severe Acute Resporatory Syndrom) atau Sindrom Pernapasan Akut Berat muncul pertama kali di Provinsi Guangdong, Cina Selatan bulan November 2002 lalu. Penyakit yang diketahui oleh para ahli sebagai akibat dari virus Paramyxovirus telah menulari sekitar 8.069 orang di seluruh negara dimana 775 diantaranya meninggal dunia. Sebenarnya angka kematian ini bisa dihindari apabila pihak negara Cina cepat memberitakannya kepada pihak WHO sehingga orang-orang yang terjangkit virus dapat langsung mendapatkan penanganan serius. Namun keterlambatan pertolongan pada penderita membuat virus sars ini menyebar ke seluruh negara dari Toronto, Singapura, Hanoi, Taiwan dan Hong Kong. Ketika virus sars masuk ke dalam tubuh seseorang maka orang tersebut akan memiliki gejala-gejala yang mirip dengan penyakit pneumonia.

 

Gejala penyakit ini sangat bisa dikenali secara langsung dengan melihat kondisi fisik si penderita yaitu demam tinggi hingga mencapai 38 derajat celcius, sesak nafas, batuk-batuk, nafas pendek, radang tenggorokan, sakit kepala, kaku otot, nafsu makan berkurang, lesu, kemerahan pada kulit dan diare. Biasanya orang yang tertular penyakit sars akan menunjukkan gejala-gejala tersebut dalam waktu 2-10 hari. Melihat kasus-kasus terdahulu sekitar 10%-20% harus menggunakan ventilasi mekanis. Penularan penyakit sars yang begitu cepat terhadap manusia ini tidak lain disebabkan oleh cara dari virus tersebut menjangkiti tubuh seseorang yang sehat yaitu lewat udara, kontak langsung dengan penderita dan atau melalui orang yang bepergian sari satu negara ke negara lain. Mengingat inkubasi virus sars hanya membutuhkan waktu 2-8 hari maka tidak heran dari tahun 2002 sampai 2003 ratusan orang meninggal dunia akibat penyakit pernapasan akut ini.

Baca Juga Yang satu ini ...
ciri dan gejala penyakit sesak nafas

 

WHO menyarankan pada setiap negara untuk terus mewaspadai warga negaranya dari penyakit berbahaya ini dan memberikan beberapa jalan keluar untuk mengatasi penularan penyakit sars. Pertama, hindari kontak lagsung dengan penderita. Kedua, gunakan masker. Ketiga, pastikan untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah makan, dan serta setelah pulang dari bepergian. Apabila semua orang dengan patuh melaksanakan kesemuanya maka bisa dipastikan tidak ada yang akan mengalami tanda-tanda gejala penyakit sars lagi.

 

banner smartdetox bawah baru

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *