penyebab dan gejala penyakit virus SARS

SARS adalah singkatan dari Severe Acute Respiratory Syndrome atau yang dalam bahasa Indonesia dikenal denganSindrom Pernapasan Akut Berat. SARS sendiri diketahui merupakan pneumonia yang dapat menyerang pernafasan manusia yang disebabkan oleh virus famili Paramyxovirus. SARS pertama kali muncul di Provinsi Guangdong Tiongkok sekitar bulan November 2002. Penyakit ini pun menyebar sangat cepat. Penyakit ini termasuk penyakit berbahaya yang dapat mengancap hidup manusia. Setidaknya sekitar 10% pengidap penyakit SARS telah meninggal dunia. Oleh karena itu mengetahui gejala penyakit virus SARS sejak dini merupakan langkah tanggap yang harus dilakukan.

Gejala yang muncul mirip seperti gejala flu biasa. Gejala yang dirasakan penderita pada awalnya dapat berupa demam, batuk, radang tenggorokan, myalgialethargy, gejala gastrointestinal, pusing dan beberapa gejala lainnya. Gejala yang sering didapati pada penderita SARS adalah demam  tinggi melebihi 38.0oC atau lebih dari 100.4oF yang disusul dengan sesak napas. Gejala tersebut seringkali muncul pada 2 hingga 10 ari pertama setelah terekspos. Adapun untuk gejala SARS secara fisik sebenarnya tidak mudah diketahui. Gejala ini dapat menjadi lebih buruk dengan demam semakin tinggi dan batuk yang tidak lekas sembuh dalam waktu satu minggu. Batuk yang diidap malah bertambah keras dan mengeluarkan dahak berwarna kuning kehijauan.

Tingkat kematian karena penyakit SARS sangat bervariasi di setiap negara. Adapun persentase tingkat kematian akibat penyakit SARS sukar diukur karena angka infeksi dan angka kematian meningkat dengan persentase yang sangat jauh berbeda. Akan tetapi, yang pasti penyakit SARS ini telah menjadi penyebab kematian dari ratusan orang di berbeagai negara. Sayangnya antibiotik atau obat untuk penyakit SARS masih belum efektif. Oleh karena itu mewaspadai gejala penyakit virus SARS sejak awal merupakan langkah tepat guna mengindari pesebarannya lebih jauh lagi. Pemerintah Indonesia sendiri telah mengeluarkan UU No.04/1994 mengenai wabah sebagai dasar hukum penanggulangan virus SARS. Menurut undang-undang tersebut pemerintah memiliki alasan kuat untuk memaksa seseorang yang diduga mengidap penyakit SARS untuk dikarantina di rumah sakit. Hal ini untuk menghindari pesebaran penyakit SARS yang lebih luas dan bertambahnya jumlah kematian akibat penyakit SARS di Indonesia.

Baca Juga Yang satu ini ...
penyebab dan gejala penyakit sipilis pada wanita
banner smartdetox bawah baru

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *